9 Kecerdasan Majemuk pada Anak yang Penting untuk Distimulasi

Agar potensi anak dapat diarahkan dengan tepat dan maksimal

8 Oktober 2020

9 Kecerdasan Majemuk Anak Penting Distimulasi
Pexels/Gustavo Fring

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga cara mengukur kecerdasannya pun tidak bisa disamakan dengan satu dengan yang lainnya. Terlebih, sebuah kecerdasan juga tidak hanya dinilai dari IQ saja, tetapi bisa juga dari bidang lainnya. 

Sebagai orangtua sekaligus pendidik anak saat di rumah, Mama dan Papa perlu mengetahui tentang kecerdasan anak majemuk. Dimana semua anak diyakini memiliki kelebihannya masing-masing. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan mengenai 9 kecerdasan majemuk anak sehingga orangtua bisa memberikan stimulus secara tepat. 

Apa itu kecerdasan majemuk?

Apa itu kecerdasan majemuk
Pexels/Dahlak Tarekegn

Kecerdasan Majemuk adalah salah satu teori belajar yang dikemukakan oleh Howard Gardner, seorang pakar pendidikan dan psikologi berkebangsaan Amerika. Ia mengungkapkannya dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences

Gardner mengemukakan bahwa setiap manusia memiliki 8 kecerdasan berbeda yang mencerminkan berbagai cara berinteraksi dengan dunia. Dengan 1 jenis kecerdasan lain yang ditambahkan kemudian. 

Howard Gardner lahir pada tanggal 11 Juli 1943 di Scranton, Pennsilvania. Teori belajar Howard Gardner ini dikenalkan pertama kali di tahun 1983.

Berikut penjelasan lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Kecerdasan kinestetik-jasmani

1. Kecerdasan kinestetik-jasmani
Pexels/Dominika Roseclay

Kecerdasan kinestetik ini melibatkan kemampuan untuk menggerakkan dan memanipulasi tubuh serta benda-benda dalam lingkungan dengan cara yang selaras dan terkoordinasi.

Hal ini mencakup kemampuan untuk mengendalikan otot motorik kasar dan halus, serta mengoordinasikan pikiran dan tubuh untuk mengendalikan kelompok otot sehingga dapat melakukan dan mengingat gerakan tubuh.

Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya ditandai dengan senang melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti olahraga. Orangtua dapat mengasah kecerdasan tersebut dengan mendaftarkan ke klub olahraga, sanggar tari, atau teater.

2. Kecerdasaran eksistensial

2. Kecerdasaran eksistensial
Pexels/Irene Esther

Kecerdasan eksistensial ini meliputi kepekaan dan kapasitas anak untuk menangani pertanyaan mendalam tentang keberadaan manusia, seperti makna hidup, mengapa kita mati, dan bagaimana kita sampai di sini.

Kecerdasan eksistensial lebih mengarah ke bidang filsafat. Beberapa pakar juga mengaitkan antara kecerdasan eksistensial ini dengan tipe kecerdasan spiritual.

Mama dan Papa bisa mengarahkan si Kecil dengan mendorong anak menjadi filsuf atau psikolog yang berhubungan dengan kecerdasan eksistensial ini. 

Kecerdasan majemuk yang satu ini sangatlah penting untuk membawa anak mengenali berbagai makna kehidupan secara mendalam.

3. Kecerdasan interpersonal

3. Kecerdasan interpersonal
Pexels/Lukas

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Hal ini melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, kemampuan untuk mencatat perbedaan antara lain, kepekaan terhadap suasana hati dan temperamen orang lain, serta kemampuan untuk menghibur dalam berbagai perspektif.

Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal biasanya suka bekerja sebagai tim, memiliki banyak teman, menunjukkan empati kepada orang lain, sensitif terhadap perasaan dan ide-ide orang lain, memediasi konflik, dan mengemukakan kompromi.

Mama bisa mengarahkan anak dengan membiarkan buah hati bermain dengan teman sebaya atau bisa juga mengajak mereka dalam pertemuan komunitas/sosial. 

Editors' Picks

4. Kecerdasan intra-pribadi

4. Kecerdasan intra-pribadi
Pexels/Porapak Apichodilok

Kecerdasan intra-pribadi adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan pikiran serta perasaan seseorang, dan untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang.

Kecerdasan intra-pribadi tidak hanya melibatkan penghargaan terhadap diri, tetapi juga kondisi manusia. Hal ini terbukti pada psikolog, pemimpin spiritual, dan filsuf. 

Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung mampu memahami diri, mengetahui kekuatan, kelemahan, dan motivasi dirinya sendiri. 

5. Kecerdasan linguistik

5. Kecerdasan linguistik
Pexels/Gustavo Fring

Kecerdasan linguistik mencakup kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa secara efektif dalam membaca, menulis, berbicara, dan bentuk simbolis lainnya, seperti bahasa isyarat dan Braille.

Anak dengan kecerdasan semacam ini biasanya gemar menulis, membaca, bercerita, atau melakukan teka-teki silang, Ma. 

Untuk mendukung kecerdasannya terasah dengan baik, Mama dapat mengajarkan anak berbagai kosa kata baru, menulis cerita atau puisi, bisa juga sekadar berbincang tentang kegiatan harian. 

6. Kecerdasan logis-matematis

6. Kecerdasan logis-matematis
Pexels/Magda Elhers

Kecerdasan ini mencakup kemampuan yang baik untuk bernalar secara induktif (membuat kesimpulan berdasarkan pengamatan) dan secara deduktif (membuat kesimpulan berdasarkan hipotesis).

Dengan cara menghitung, mengukur, mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, dan melaksanakan operasi matematika secara lengkap. 

Anak dengan kecerdasan logis-matematis cenderung tertarik pada pola, kategori, dan hubungan. Misalnya, masalah aritmatika, permainan strategi, dan eksperimen. 

7. Kecerdasan musik

7. Kecerdasan musik
Pexels/Stas Knop

Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk memainkan instrumen atau menyanyi, dan mencakup sejumlah kapasitas lain seperti: mengenali dan membedakan nada, pola nada dan irama, membedakan suara, menikmati dan menganalisis musik, memahami struktur musik, serta menciptakan melodi dan ritme.

Anak dengan kecerdasan musik biasanya senang bernyanyi atau bermain alat musik. Mama bisa mengasahnya dengan memberikan anak berbagai pilihan jenis musik, menganalisis perbedaan suara orang lain dan hewan, atau mendengarkan suara alam. 

8. Kecerdasan naturalis

8. Kecerdasan naturalis
Pexels/Tetyana Kovyrina

Kecerdasan naturalis melibatkan kemampuan mengenali, menghargai, dan mengklasifikasikan berbagai fitur di lingkungan. Misalnya, kemampuan manusia untuk membedakan antara makhluk hidup (tanaman, hewan) serta kepekaan terhadap fitur lain dari dunia alami (awan, konfigurasi batu).

Mama dan Papa dapat mengasah kecerdasan naturalis dalam diri anak dengan mengajaknya bermain di alam dan mengenalkannya beragam makhluk hidup, seperti nama-nama hewan, tanaman, alam semesta. 

Jika tidak memungkinkan untuk bermain di alam luar, Mama juga bisa mengajarinya melalui film. Ajak mereka berdiskusi tentang alam dan isinya sehingga terasa lebih menyenangkan. 

9. Kecerdasan visual-spasial

9. Kecerdasan visual-spasial
Pexels/Pixabay

Kecerdasan spasial adalah kemampuan berpikir dalam tiga dimensi. Kapasitas inti termasuk pencitraan mental, penalaran spasial, manipulasi gambar, keterampilan grafis dan artistik, dan imajinasi aktif.

Anak dengan kecerdasan spasial akan mengandalkan imajinasi dan senang dengan bentuk, gambar, pola, desain, serta tekstur.

Mama dan Papa dapat mengasah 9 kecerdasan anak ini dengan menggambar, melukis, atau membangun sesuatu. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak berimajinasi seluas-luasnya sesuai dengan potensi kreativitas mereka.

Itulah penjelasan dan beragam tipe kecerdasan majemuk pada anak yang perlu Mama ketahui sehingga dapat mengarahkan potensi anak dengan tepat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.