Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Batuk Pilek Tetap Harus Terhidrasi, Jangan Sampai si Kecil Lemas dan Ngantuk Terus

3 min read
Anak Batuk Pilek Tetap Harus Terhidrasi, Jangan Sampai si Kecil Lemas dan Ngantuk Terus
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Anak batuk pilek tetap membutuhkan cairan, terutama saat demam atau bernapas cepat, untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi.
  • Hidrasi membantu mengencerkan lendir di hidung dan tenggorokan, sehingga lendir lebih mudah dikeluarkan melalui batuk atau saat membersihkan hidung.
  • Cairan menjaga tenggorokan tetap lembap dan lebih nyaman; bila anak sulit minum, sulit menelan, dehidrasi, atau sesak napas, segera cari pertolongan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Batuk dan pilek menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak. Ketika Si Kecil sedang tidak enak badan, nafsu makan dan minumnya pun bisa ikut menurun.

Padahal, mencukupi kebutuhan cairan tetap penting selama anak sakit agar tubuhnya tidak kekurangan cairan.

Asupan cairan juga dapat membantu menjaga lendir tetap lebih encer dan membuat tenggorokan terasa lebih nyaman. Karena itu, Mama dan Papa sebaiknya tetap memperhatikan asupan minum Si Kecil selama mengalami batuk pilek.

Lantas, mengapa anak yang sedang batuk pilek tetap perlu mendapatkan cairan yang cukup?

Berikut Popmama.com telah merangkum 3 alasan mengapa hidrasi penting untuk anak saat sedang batuk pilek. Yuk, simak!

  1. 1. Membantu mencegah anak mengalami dehidrasi

    Minum air membuat anak tetap terhidrasi saat  batuk pilek
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Tubuh anak tetap membutuhkan cairan meskipun sedang sakit. Bahkan, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika Si Kecil mengalami demam atau bernapas lebih cepat karena tubuh dapat kehilangan cairan lebih banyak.

    American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa anak yang sedang melawan pilek atau flu membutuhkan banyak cairan. Asupan cairan juga membantu menggantikan cairan yang hilang selama sakit.

    Mama bisa memperhatikan beberapa tanda dehidrasi, seperti:

    • mulut kering,
    • buang air kecil lebih jarang,
    • tidak banyak mengeluarkan air mata ketika menangis,
    • anak terlihat lebih lemas atau mengantuk.

    CDC juga memasukkan dehidrasi sebagai salah satu kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis ketika anak mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

    Karena itu, Mama dapat menawarkan minum secara berkala sesuai usia dan kebutuhan Si Kecil. Anak tidak harus langsung minum dalam jumlah banyak.

    Memberikan cairan sedikit-sedikit tetapi lebih sering dapat membantu ketika anak sedang kurang nyaman.

  2. 2. Membantu mengencerkan lendir saat anak batuk pilek

    Jika anak terhidrasi maka lendir akan encer dan mudah untuk dikeluarkan
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Batuk dan pilek sering disertai lendir yang membuat hidung atau tenggorokan terasa tidak nyaman. Ketika lendir lebih encer, Si Kecil dapat lebih mudah mengeluarkannya melalui batuk atau membersihkan hidung.

    AAP menjelaskan bahwa tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu membuat lendir menjadi lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan ketika anak batuk atau membuang ingus.

    Pada infeksi saluran pernapasan, banyak minum dapat membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dibatukkan.

    Mama dapat memberikan air putih atau cairan lain yang sesuai dengan usia anak. Untuk anak yang sudah cukup besar, cairan hangat juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.

  3. 3. Membantu membuat tenggorokan lebih nyaman

    Tenggorokan anak akan lebih nyaman saat terhidrasi
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Batuk yang berulang dapat membuat tenggorokan anak terasa kering dan mengganggu. Kondisi tersebut terkadang membuat Si Kecil semakin enggan makan maupun minum.

    Memberikan cairan yang cukup dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap. AAP menyebutkan bahwa cairan dapat menjaga tenggorokan tetap lembap sehingga membantu mengurangi iritasi dan rasa sakit akibat batuk atau lendir yang mengalir dari hidung ke tenggorokan.

    Untuk anak yang sudah sesuai usianya, Mama bisa memberikan cairan hangat seperti air hangat atau kaldu. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, minuman hangat juga dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.

    Tenggorokan anak dapat terasa kering dan sakit ketika mengalami pilek. Jika anak tidak mampu menelan cairan atau air liur atau mengalami kesulitan bernapas, orangtua perlu segera mencari pertolongan medis.

    Mama tidak perlu memaksa Si Kecil menghabiskan banyak cairan sekaligus. Tawarkan minum secara perlahan dan berkala, terutama ketika anak sedang terjaga.

    Hidrasi memang tidak dapat menghilangkan penyebab batuk pilek, tetapi asupan cairan yang cukup membantu memenuhi kebutuhan tubuh anak selama sakit.

    Perhatikan juga tanda-tanda dehidrasi dan perubahan kondisi anak selama masa pemulihan. Jika anak sulit minum, menunjukkan tanda dehidrasi, mengalami kesulitan bernapas, atau kondisinya semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More