Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Keliru, Ini Bedanya Flu dan Batuk Pilek pada Anak!

Jangan Keliru, Ini Bedanya Flu dan Batuk Pilek pada Anak!
Pexels/Gustavo Fring
Intinya Sih
  • Flu dan batuk pilek memiliki penyebab virus berbeda; flu disebabkan virus influenza tipe A dan B, sedangkan batuk pilek bisa berasal dari lebih dari 200 jenis virus seperti rhinovirus.
  • Gejala flu cenderung lebih berat dan muncul tiba-tiba dengan demam tinggi serta nyeri otot, sementara batuk pilek biasanya ringan, bertahap, dan anak masih tampak aktif.
  • Vaksin influenza hanya melindungi dari virus flu, bukan semua penyebab batuk pilek; pengobatan keduanya fokus pada perawatan suportif tanpa penggunaan antibiotik sembarangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Batuk pilek menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami anak. Mama pasti pernah menghadapi kondisi ketika Si Kecil tiba-tiba mulai bersin, hidungnya meler, lalu disusul batuk dan demam.

Gejalanya mirip, banyak yang langsung menyebut semua batuk pilek sebagai flu. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar.

Tak sedikit pula orangtua yang merasa bingung ketika anak masih mengalami batuk pilek meski sudah mendapatkan vaksin influenza.

Kondisi ini sering membuat Mama bertanya-tanya, apakah vaksin yang diberikan tidak bekerja dengan baik?

Supaya tidak salah paham, penting bagi orangtua untuk memahami perbedaan antara flu dan batuk pilek.

Dengan begitu, Mama bisa memberikan penanganan yang lebih tepat sekaligus mengetahui kapan si Kecil cukup dirawat di rumah atau kapan perlu diperiksakan ke dokter.

Berikut Popmama.com telah merangkum perbedaannya. Yuk, simak!

1. Flu dan batuk pilek disebabkan oleh virus yang berbeda

Bakteri rhinovirus ketika sakit batuk pilek
Popmama.com/Violin Heldina/AI

Sekilas, flu dan batuk pilek (common cold) memang tampak sangat mirip. Keduanya dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga membuat anak menjadi lebih rewel dari biasanya. 

Karena gejalanya hampir sama, tidak heran jika Mama menganggap keduanya adalah penyakit yang sama. Padahal, perbedaan paling mendasar justru terletak pada virus penyebabnya.

Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza, terutama influenza tipe A dan B yang paling sering menginfeksi manusia.

Virus ini memiliki kemampuan menyebar dengan cepat dan dapat memicu respons peradangan yang cukup kuat di dalam tubuh. 

Itulah mengapa influenza sering membuat anak mengalami demam tinggi, tubuh terasa lemas, hingga nyeri otot.

Sementara itu, batuk pilek bukanlah penyakit yang berasal dari satu jenis virus saja. Menurut ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Allergy tahun 2023, batuk pilek biasa dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus saluran pernapasan.

Dari berbagai virus tersebut, rhinovirus merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, terutama pada anak-anak. 

Karena penyebabnya sangat beragam, anak bisa mengalami batuk pilek beberapa kali dalam setahun. Bahkan, setelah sembuh dari satu jenis virus, ia tetap bisa tertular virus lainnya karena tubuh belum memiliki kekebalan terhadap virus yang berbeda tersebut.

2. Gejala flu biasanya lebih berat dibandingkan batuk pilek

Anak sedang mengalami gejala flu dan batuk pilek
Pexels/Tima Miroshnichenko

Meski gejala yang dialami hampir mirip, namun sebenarnya dapat memberikan dampak yang berbeda pada tubuh. Salah satu cara paling mudah membedakannya adalah dengan memperhatikan tingkat keparahan gejala yang dialami Si Kecil.

Anak yang mengalami batuk pilek umumnya masih terlihat cukup aktif meski sedang tidak enak badan. Gejala biasanya muncul secara bertahap, dimulai dari tenggorokan yang terasa gatal atau nyeri ringan, diikuti bersin, hidung tersumbat atau berair, kemudian batuk.

Sebagian anak mungkin mengalami demam, tetapi biasanya tidak terlalu tinggi dan hanya berlangsung singkat.

Dalam beberapa hari, kondisinya pun perlahan membaik tanpa memerlukan penanganan khusus selain istirahat dan perawatan di rumah.

Berbeda dengan batuk pilek tadi, flu sering datang secara tiba-tiba. Anak yang sebelumnya tampak sehat bisa mendadak mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa sangat lemas, hingga kehilangan nafsu makan.

Pada beberapa anak, flu juga dapat disertai mual, muntah, atau diare. Kondisi ini membuat anak cenderung lebih banyak tidur, tidak bersemangat bermain, bahkan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Batuk pilek umumnya hanya menyerang saluran pernapasan bagian atas sehingga gejalanya lebih terfokus pada hidung dan tenggorokan. Sebaliknya, flu memicu respons peradangan yang lebih luas di dalam tubuh.

Inilah yang menyebabkan munculnya gejala seperti:

  • demam tinggi,
  • pegal-pegal,
  • rasa lelah yang lebih berat dibandingkan batuk pilek biasa.

Pada bayi, balita, atau anak dengan daya tahan tubuh yang lemah, batuk pilek biasa tetap perlu dipantau karena dapat mengganggu aktivitas makan dan tidur serta meningkatkan risiko dehidrasi.

3. Sudah vaksin flu, kok si kecil masih batuk pilek?

Anak sudah vaksin flu tapi kenapa masih sakit
Popmama.com/Violin Heldina/AI

Pertanyaan yang paling sering muncul dari Mama adalah

"Mengapa anak masih batuk pilek padahal sudah mendapatkan vaksin flu?"

Sekilas memang terdengar membingungkan. Banyak yang mengira vaksin flu seharusnya dapat mencegah semua penyakit yang ditandai dengan batuk dan pilek. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Vaksin flu dirancang secara khusus untuk melindungi tubuh dari virus influenza, yaitu virus penyebab penyakit flu yang dapat menimbulkan gejala lebih berat dan berisiko menyebabkan komplikasi.

Artinya, perlindungan yang diberikan vaksin memang ditujukan untuk flu, bukan untuk semua virus penyebab infeksi saluran pernapasan.

Sementara itu, batuk pilek dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab yang paling sering. Karena jumlah virus penyebabnya sangat banyak dan memiliki ratusan variasi (serotype). Inilah alasan mengapa anak tetap bisa mengalami batuk pilek meski sudah mendapatkan vaksin influenza.

Meski begitu, bukan berarti vaksin influenza tidak bermanfaat. Justru sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksin influenza dapat membantu menurunkan risiko terkena flu berat, mengurangi kemungkinan komplikasi seperti pneumonia, serta menekan angka rawat inap pada anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun atau memiliki penyakit penyerta.

Jadi, jika setelah vaksin si kecil masih mengalami batuk pilek, Mama tidak perlu langsung khawatir atau menganggap vaksinnya gagal bekerja.

Kemungkinan besar, ia sedang terinfeksi virus lain yang memang tidak dapat dicegah oleh vaksin influenza.

4. Pengobatannya hampir sama, tetapi fokus utamanya membantu tubuh melawan virus

Pengobatan anak ketika terkena flu dan batuk pilek
Pexels/Ron Lach

Baik pada influenza maupun batuk pilek, pengobatan yang diberikan umumnya bersifat suportif.

Artinya, perawatan difokuskan untuk membantu meredakan gejala sekaligus memberikan kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus secara alami.

Misalnya, memberikan obat penurun demam bila anak mengalami demam tinggi, membersihkan hidung yang tersumbat dengan larutan saline, serta memastikan si kecil tetap merasa nyaman selama masa pemulihan.

Selama masa pemulihan, Mama dapat membantu si kecil merasa lebih nyaman dengan memastikan:

  • istirahat yang cukup,
  • mengonsumsi makanan bergizi,
  • minum air putih sesuai kebutuhannya.

Yang tak kalah penting, jangan terburu-buru meminta antibiotik setiap kali anak mengalami batuk pilek.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga infeksi bakteri di kemudian hari akan lebih sulit diobati.

Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus selalu berdasarkan pemeriksaan dan anjuran dokter.

Semoga setelah mengetahui informasi perbedaan flu dan batu pilek (common cold), Mama dapat lebih mudah mengenali kondisi si Kecil.

Jika gejala yang dialami semakin berat, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, atau anak tampak sangat lemas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga membantu ya, Ma!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More