Berdasarkan unggahan yang viral di media sosial Threads yang diunggah oleh dr. Gabrielle Athalia Wijaya, CHt pada akun @gabyaw7.
Kasus infeksi Cutaneous Larva Migrans (CLM) serta infeksi bakteri impetigo ini dialami balita usai bermain sambil telanjang kaki di rumput area apartemen perkotaan.
Dalam unggahannya, dr. Gabrielle Athalia Wijaya, CHt menceritakan bagaimana kronologi kejadian anaknya yang terkena CLM.
"Unpopular opinion
sensory pakai kaki telanjang di rumput? Aku sekarang NO
Karena anakku “cacingan” gara-gara main di rumput.
😭😭😭
Dan plot twist-nya?
Rumputnya bukan di kebun.
Bukan di desa.
Bukan di tanah berlumpur.
Tapi di rumput apartemen di Jakarta. 😭" tulis dr. Gabrielle Athalia Wijaya, CHt di akun Threads nya @gabyaw7 pada Sabtu (07/08)
Hal ini menjadi bukti bahwa fasilitas umum di tengah kota sekalipun tidak menjamin kebersihannya 100% ya, Ma.
Melansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Cutaneous Larva Migrans (CLM) adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang.
Penyakit ini paling sering berasal dari feses pada spesies cacing tambang anjing (Ancylostoma caninum) dan kucing (Ancylostoma braziliense).
CDC turut menjelaskan beberapa fakta medis mengenai cara penularan dan gejala CLM yang wajib dipahami orangtua, diantaranya:
Cara penularan: Larva cacing tambang menetas dari telur yang dikeluarkan melalui kotoran anjing atau kucing di tanah atau pasir. Ketika kulit anak bersentuhan langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi tanpa alas kaki, larva tersebut dapat menembus lapisan luar kulit manusia.
Mengapa menimbulkan ruam berkelok: CDC menyebutkan bahwa larva tersebut tidak dapat berkembang menjadi cacing dewasa di dalam tubuh manusia. Akibatnya, larva "tersesat" dan hanya menjalar beberapa milimeter hingga sentimeter per hari di bawah lapisan kulit luar.
Gejala utama: Kontak ini menimbulkan reaksi peradangan berupa garis meliuk-liuk berwarna merah (serpiginous track) yang disertai rasa gatal amat hebat dan rasa seperti terbakar.
Mama harus tahu bahwa selain larva cacing, CDC dan para ahli kesehatan juga mengingatkan adanya ancaman infeksi sekunder seperti impetigo jika area kulit yang gatal digaruk oleh anak.