Perlu Tahu, 5 Hal yang Membuat Anak Menjadi Cengeng

Sebelum langsung memarahi, ketahui penyebabnya dulu yuk, Ma

19 Februari 2020

Perlu Tahu, 5 Hal Membuat Anak Menjadi Cengeng
foreverymom.com

Memasuki usia 1-2 tahun, sifat anak akan mulai terlihat. Sebagai orang yang selalu menjaga dan merawatnya, Mama pasti akan menemukan perbedaan sifat antara anak Mama dengan anak lainnya.

Nah, salah satu sifat yang bisa muncul adalah mudah menangis atau cengeng. Beberapa anak memang memiliki perasaan yang lebih sensitif. Ia akan mudah menangis ketika ada suara kencang.

Ada pendapat yang mengatakan sifat cengeng muncul pada anak karena kondisi emosi Mama yang tidak stabil selama mengandung, seperti stres ataupun sering menangis. Kondisi emosi tersebut memengaruhi psikis janin hingga terbawa sampai balita.

Namun selain faktor tersebut bawaan, ternyata sifat cengeng juga bisa muncul karena pengaruh lingkungan lho, Ma. Berikut Popmama.com telah merangkum lima hal yang membuat anak menjadi cengeng:

1. Anak melihat tayangan tertentu

1. Anak melihat tayangan tertentu
Freepik

Saat ini, anak dapat mengakses berbagai tayangan dengan mudah melalui gadget. Nah, meski Mama sudah mengatur gadget supaya aman untuk anak, sebaiknya Mama tetap mendampinginya ketika ia menonton tayangan tertentu ya.

Pasalnya, di dalam tayangan yang anak tonton, bisa saja ada seorang tokoh yang cengeng dan anak meniru tokoh tersebut. Sebaiknya, berikan pemahaman bahwa sifat cengeng seperti tokoh tersebut tidak baik dan tidak semuanya perlu ditiru.

Editors' Picks

2. Anak meniru teman saat di sekolah

2. Anak meniru teman saat sekolah
bustle.com

Anak akan memiliki lingkaran pergaulan saat ia sudah masuk sekolah. Nah, sebaiknya Mama mengawasi pergaulan anak. Pasalnya, anak bisa saja meniru sifat cengeng dari temannya.

Jika anak Mama terpengaruh temannya, Mama bisa berdiskusi dengan guru untuk mencari solusinya. Mama juga bisa memberikan pemahaman kepada anak bahwa terlalu mudah menangis itu tidak baik.

3. Anak meniru orangtua saat di rumah

3. Anak meniru orangtua saat rumah
youaremom.com

Coba ambil waktu untuk refleksi diri yuk, Ma. Apakah selama ini Mama sering menangis di depan anak karena sedang memiliki masalah? Seperti ketika sedang bertengkar dengan Papa.

Jika iya, bisa jadi hal tersebut menjadi penyebab kemunculan sifat cengeng anak. Bagaimanapun, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Orangtua adalah pribadi yang paling mudah ditiru anak dibandingkan tayangan televisi ataupun teman.

4. Orangtua selalu memenuhi keinginan anak ketika anak menangis

4. Orangtua selalu memenuhi keinginan anak ketika anak menangis
Freepik

Setiap anak pasti punya keinginan. Namun, tidak semua keinginan itu perlu dipenuhi. Nah, saat anak menangis karena Mama memilih untuk tidak memenuhi keinginannya, apa yang Mama lakukan?

Hati-hati Ma, jika Mama memenuhi keinginan anak karena tidak tega melihat ia menangis, anak pun akan belajar menggunakan tangisan sebagai ‘senjata’. Alhasil, setiap kali keinginannya tidak terpenuhi, ia akan menangis dengan sengaja.

Untuk itu, Mama harus menjadi tegas. Jangan memenuhi keinginan anak hanya supaya ia berhenti menangis.

5. Orangtua selalu melarang anak melakukan hal tertentu

5. Orangtua selalu melarang anak melakukan hal tertentu
alphamom.com

Mengkhawatirkan anak adalah hal yang wajar. Bagaimanapun, adalah naluri orangtua untuk melindungi anak.

Tapi, jangan sampai rasa khawatir tersebut muncul secara berlebihan hingga Mama selalu melarang anak melakukan hal tertentu ya. Misalnya, melarang anak berenang, melarang anak memanjat permainan di playground, dan lain-lain.

Jika Mama selalu melarang anak, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Anak pun akan mudah menangis ketika berada di situasi asing yang membuatnya takut.

Nah, itu dia lima hal yang membuat anak menjadi cengeng. Oleh karena itu, ketika anak Mama menangis jangan langsung dimarahi ya. Cari tahu penyebabnya dan atasi dengan cara yang tepat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.