Jangan Langsung Kesal Ya Ma, Tantrum Ternyata Punya Manfaat Baik Lho

Ternyata temper tantrum adalah bagian penting dari kesehatan emosional balita

16 Agustus 2018

Jangan Langsung Kesal Ya Ma, Tantrum Ternyata Pu Manfaat Baik
flickr.com

Hal yang paling menantang ketika memiliki balita adalah ketika mereka sedang tantrum, setuju?

Sebagai orangtua pasti menginginkan agar anak selalu tersenyum dan merasa nyaman tetapi pasti akan merasa nggak berdaya bahkan kewalahan kalau melihat anak menangis hingga berbaring di lantai sambil menjerit.

Jangan mudah marah ketika melihat si Kecil sedang tantrum ya, Ma karena tantrum sangat penting bagi kesehatan emosional anak dan kita dapat belajar untuk lebih tenang dalam menghadapi mereka.

Dilansir dari Parents, berikut adalah 7 alasan penting mengapa tantrum itu baik untuk perkembangan anak. 

1. Tantrum akan membuat emosional anak lebih baik

1. Tantrum akan membuat emosional anak lebih baik
placerlandtrust.org

Tahukah Ma, kalau air mata mengandung kortisol, dan hormon stres. Ketika kita menangis, kita benar-benar melepaskan stres dari tubuh kita.

Air mata dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan emosional, asalkan ada orang yang dicintai dekat untuk memberikan dukungan.

Kamu mungkin telah memperhatikan bahwa ketika anak sedang tantrum, tidak ada yang benar dihadapannya. Dia terus akan marah, frustrasi, atau merengek.

Kamu mungkin juga memperhatikan bahwa selesainya ia tantrum, ia berada dalam suasana hati yang jauh lebih baik. Ini akan membantu jika kita membiarkan anak-anak kita mengamuk tanpa mencoba mengganggu proses tantrumnya sehingga mereka sampai ke perasaan akhir mereka.

Jadi, penting untuk membiarkan anak tantrum tanpa kita memaksanya untuk diam.

"Menangis bukanlah rasa sakit, tetapi proses menjadi tidak terluka," jelas Deborah MacNamara, Ph.D., seorang pendidik orangtua dan penulis buku Rest, Play, Grow: Making Sense of Preschoolers.

2. Menangis dapat membantu anak belajar

2. Menangis dapat membantu anak belajar
rudecactus.com

Tantrum menjadi cara anak berjuang dan mengekspresikan rasa frustrasi mereka, tugas mama adalah membantu mereka untuk menjernihkan pikirannya sehingga mereka dapat mempelajari sesuatu yang baru.

Contohnya, ketika anak sedang marah karena puzzle-nya nggak pernah benar tersusun, setelah selesai menangis dan marah ia akan kembali mempperbaiki mainannya dengan lebih fokus.

"Belajar sama alamiahnya dengan anak-anak seperti bernapas," kata Patty Wipfler, pendiri Hand in Hand Parenting. "Tapi ketika seorang anak tidak dapat berkonsentrasi atau mendengarkan, biasanya ada masalah emosional yang menghalangi perkembangannya." Penelitian menunjukkan bahwa anak harus merasa bahagia dan rileks ketika sedang belajar dan mengekspresikan gangguan emosi adalah bagian dari proses ini.

3. Anak kamu dapat tidur lebih nyenyak

3. Anak kamu dapat tidur lebih nyenyak
Pixabay/smengelsrud
Berkat cara di sini, Mama bisa mengatasi permasalahan tidur Si Kecil, deh!

Masalah tidur sering terjadi karena orangtua berpikir bahwa ketika anak sedang tantrum, ia sedang ngambek dan bosan, padahan salah satu penyebab anak menjadi tantrum adalah karena dirinya membutuhkan istirahat yang cukup.

Emosi anak akan terpendam ketika ia cukup istirahatnya. Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bangun karena mereka sedang stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Membiarkan anak tantrum sampai ia puas dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan dapat membantunya tidur sepanjang malam.

Editors' Picks

4. Membantu anak membedakan mana yang boleh dan tidak boleh

4. Membantu anak membedakan mana boleh tidak boleh
abukass.com.sa

Salah satu manfaat dari anak tantrum adalah membantu anak membedakan hal yang dilarang.

Dan, itu hal yang bagus! Mengatakan 'tidak' memberi batasan yang jelas kepada anak tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.

Kadang-kadang kita mungkin menghindari mengatakan 'tidak' karena kita tidak ingin berurusan dengan perasaan emosional, tetapi kita dapat berdiri teguh dengan batas sabar kita sambil tetap menawarkan, cinta, empati, dan pelukan.

5. Anak kamu akan merasa aman untuk memberi tahu mengenai bagaimana perasaannya

5. Anak kamu akan merasa aman memberi tahu mengenai bagaimana perasaannya
flickr.com

Dalam banyak kasus, anak-anak tidak tantrum untuk mengungkapkan perasaannya.

Seringkali anak mama menerima ketiadaan, dan tantrum adalah ekspresi bagaimana perasaannya tentang hal itu.

Dengan melihat anak tantrum, Mama menjadi tahu apa yang dirasakan anak. Kesal dengan kuenya yang rusak atau kaus kaki warna yang salah hanyalah dalih, itu adalah sebuah ungkapan cinta yang menunjukkan bahwa ia ingin diperhatikan.

6. Tantrum membawa Mama lebih dekat dengannya

6. Tantrum membawa Mama lebih dekat dengannya
flickr.com

Mungkin sulit untuk percaya, tetapi perhatikan dan tunggu momennya disaat ia selesai merengek.

Anak yang sedang marah mungkin tidak terlihat seperti dia sedang menghargai keberadaanmu, tetapi sebenarnya dia sedang melakukan keinginan bahwa ia ingin kamu ada didekatnya.

Biarkan dia merengek sepuasnya tanpa berusaha menghentikan atau 'memperbaikinya'. Jangan terlalu banyak bicara tetapi tawarkan beberapa kata yang baik dan meyakinkan bahwa kamu akan terus ada.

Si Kecil akan menyerap tawaranmu tanpa syarat dan ia merasa lebih dekat dengan kamu sesudahnya.

7. Tantrum membantu perilaku anak dalam jangka panjang

7. Tantrum membantu perilaku anak dalam jangka panjang
flickr.com

Terkadang emosi anak-anak muncul dengan cara lain, seperti agresi, kesulitan berbagi, atau menolak untuk bekerja sama dalam tugas-tugas sederhana seperti saat ia berpakaian atau menyikat gigi.

Ini semua adalah tanda umum bahwa anak mama sedang bergumul dengan emosinya. Memiliki amukan yang besar akan membantu si Kecil melepaskan perasaan yang dapat menghalangi dirinya secara alami.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!