Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Anak 1 Tahun Pakai Bedak? Simak Penjelasan Medisnya

4 min read
Bolehkah Anak 1 Tahun Pakai Bedak? Simak Penjelasan Medisnya
Pinterest.com/nabilakbeauty
  • Bedak tabur pada anak usia 1 tahun berisiko terhirup karena partikelnya mudah menyebar, sehingga dapat memicu gangguan hingga penyumbatan saluran pernapasan yang masih sensitif.

  • Saat mengganti popok, penggunaan bedak di bokong, perut, atau wajah sulit dicegah penyebarannya ke udara; anak lebih rentan karena saluran udara kecil dan reaktif.

  • Bedak dapat menyumbat pori, memicu biang keringat, infeksi, iritasi lipatan, dan dermatitis kontak; pada anak dengan eksim, bedak perlu dihindari serta perawatan disesuaikan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama yang punya si Kecil usia 1 tahun, sering memakaikan bedak setelah mandi, gak?

Pasti pernah kan, Ma!

Seperti sudah kebiasaan agar anak terlihat ‘sudah mandi’.

Selain itu, aroma wangi dan sensasi kulit si Kecil yang halus membuat Mama memiliki kepuasan tersendiri.

Namun Ma, ada yang perlu diketahui, nih.

Ternyata penggunaan bedak pada anak 1 tahun bisa memiliki ancaman risiko kesehatan anak, lho.

Anak usia 1 tahun biasanya berada di fase eksplorasi sehingga kulit dan sistem pernapasannya tidak memerlukan paparan bahan kimia.

Hal itu dapat menyebabkan beberapa risiko gangguan pernapasan, Ma!

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami risiko tersembunyi serta alternatif perawatan kulit yang jauh lebih aman bagi si Kecil. 

Tenang aja Ma!

Popmama.com telah merangkum dan akan menjelaskan terkait bolehkah anak 1 tahun memakai bedak? Simak penjelasan medisnya.

  1. 1. Risiko gangguan pernapasan

    Balita dengan gangguan pernapasan
    laopinion.com

    Ma, bedak tabur bayi memiliki bahan dasar magnesium silicate atau pati jagung, lho.

    Nah, kedua bahan tersebut memiliki partikel mikro yang sangat ringan sehingga mudah bertebaran di udara.

    Jadi, ketika Mama memakaikan si Kecil bedak di area tubuh atau wajahnya, hal itu berisiko terhirup ke dalam saluran pernapasannya.

    Terlebih pernapasan si Kecil masih sangat sensitif, hal itu dapat memicu gangguan pernapasan, Ma.

    Melansir dari laporan British Medical Journal (BMJ), “A 13-month-old boy was treated immediately after massive powder aspiration by tracheal intubation and bronchial wash-out.”

    Dari kasus tersebut, kesimpulannya menghirup bedak bisa menyebabkan penyumbatan parah pada saluran udara kecil di paru-paru anak.

    Hal inilah yang membuat asosiasi kesehatan anak dunia mulai gencar melarang penggunaan bedak tabur pada bayi dan batita.

  2. 2. Potensi berbahaya saat mengganti popok

    Mama mengganti popok anak
    Pinterest.com/Ferdinandwu

    Mengganti popok apa hubungannya dengan anak menghirup bedak tabur? 

    Nah, ketika Mama mengganti popok si Kecil, seringkali menaburkan bedak di area bokong, perut, atau muka, gak?

    Melalui hal tersebut si Kecil akan menghirup bedak tabur dan berisiko berbahaya, Ma.

    Melansir dari First Step Child Specialist Clinic, Dr. JoAnn menyebutkan, “This is because it is challenging to prevent powder from being dispersed into the air during application which may result in accidental inhalation.”

    Risiko ini jauh lebih rentan terjadi pada anak usia 1 tahun, Ma.

    Hal itu dikarenakan saluran udaranya yang masih berukuran kecil dan sangat reaktif terhadap benda asing. 

    Oleh karena itu, meminimalkan paparan produk berbentuk bubuk di sekitar si Kecil adalah langkah pencegahan yang sangat krusial. 

  3. 3. Kerusakan fungsi pelindung alami kulit anak

    Balita sedang merangkak
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Selain masalah pernapasan, penggunaan bedak pada anak usia 1 tahun juga berpotensi memicu masalah kulit, lho!

    Niat hati Mama adalah memberikan perlindungan pada kulit si Kecil. 

    Tapi Ma, kulit anak yang berkeringat saat aktif merangkak atau berjalan, justru akan menyumbat pori-pori mereka jika bercampur dengan bedak tabur.

    Kondisi pori-pori yang tersumbat ini justru menjadi tempat bersarangnya bakteri pemicu biang keringat dan infeksi pada anak mama.

    Alih-alih membuat kulit anak semakin sehat, kebiasaan menaburkan bedak justru merusak fungsi pelindung alami (skin barrier) si Kecil, lho.

  4. 4. Pemicu iritasi di area lipatan tubuh anak

    Kulit balita yang sensitif
    Pinterest.com/happiestbaby

    Mama ngaku deh, pasti kalau lagi memakaikan bedak ke si Kecil, ditaruh di area lipatan kulit seperti leher, ketika, atau selangkangan.

    Mungkin niat awal Mama adalah mencegah bagian lipatan anak lecet.

    Pemakaian bedak bayi membuat area lipatan si Kecil lembap dan akan memerangkap gumpalan bedak hingga memicu inflamasi lokal. 

    Paparan zat kimia tambahan atau pewangi artifisial di dalam bedak pada kulit anak justru meningkatkan risiko dermatitis kontak. 

    Sebagai gantinya, para ahli menyarankan penggunaan diaper cream berbahan zinc oxide yang jauh lebih aman untuk mengatasi kelembaban di area popok. 

  5. 5. Pantauan khusus pada anak dengan kulit sensitif

    Balita dengan eksim
    Pinterest.com/Elissa

    Apabila si Kecil memiliki kondisi kulit khusus seperti eksim (dermatitis atopik), Mama perlu waspada, ya.

    Karena penggunaan segala jenis bedak kosmetik mutlak harus dihindari berdasarkan panduan dermatologi pediatrik. 

    Kulit anak dengan kondisi inflamasi membutuhkan pelembab medis berformula khusus yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit. 

    Penggunaan bedak tabur pada kulit eksim justru akan memperparah rasa gatal dan memicu garukan yang berujung pada infeksi sekunder. 

    Oleh sebab itu, orangtua diimbau untuk lebih teliti mengenali jenis kulit anak sebelum mengoleskan atau memakaikan produk apa pun. 

    Keputusan untuk menghentikan atau membatasi penggunaan bedak pada anak usia 1 tahun merupakan langkah bijak demi melindungi kesehatan jangka panjang anak mama. 

    Itu dia Ma, rangkuman dan penjelasan terkait bolehkah anak 1 tahun memakai bedak? Simak penjelasan medisnya.

    Mengingat tingginya risiko gangguan pernapasan akut serta potensi kerusakan kulit yang telah divalidasi lewat berbagai jurnal kedokteran, sudah saatnya Mama beralih ke metode perawatan yang lebih aman. 

    Semoga ulasan berbasis ilmiah ini bisa menjadi panduan terpercaya bagi Mama dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil dengan optimal!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More