Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Disiplin Tanpa Hukuman

6 min read
7 Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun Disiplin Tanpa Hukuman
Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA
  • Perilaku menantang pada anak usia 2 tahun dinilai alami dalam tahap tumbuh kembang, sehingga disiplin dianjurkan dilakukan tanpa amarah atau hukuman keras yang dapat mengikis kepercayaan diri.

  • Orangtua disarankan memperkuat perilaku positif lewat pujian, instruksi spesifik, pengulangan tenang, pengalihan berbasis permainan, serta komunikasi tidak langsung melalui boneka atau mainan.

  • Pilihan terbatas dan konsekuensi logis membantu anak memahami aturan serta sebab-akibat tindakannya; pendekatan ini menekankan pengajaran, konsistensi, dan kesabaran dibanding hukuman fisik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika anak memasuki usia 2 tahun, tingkah si Kecil sudah mulai menguji kesabaran Mama. Namun, tahukah Mama jika perilaku tersebut sebenarnya adalah perilaku alami anak yang sedang bertumbuh?

​Alih-alih meluapkan emosi atau memberikan hukuman keras pada anak, karena dapat mengikis rasa percaya dirinya.

Penting bagi Mama untuk menerapkan metode disiplin pada si Anak, lho!

Tapi bagaimana cara mengarahkan anak supaya paham aturan tanpa diberlakukan hukuman?

Tenang, dr. Cathryn seorang dokter anak yang mempunyai pengalaman selama 40 tahun membagikan caranya melalui konten edukasi di sosial medianya @healthiest_baby

Ini sudah Popmama.com rangkum cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin tanpa hukuman.

  1. 1. Berikan perhatian penuh dan pujian

    Cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin dengan berikan anak pujian agar ia senang
    Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

    Mama gunakan perhatian secara bijak dan strategis. Seperti yang direkomendasikan oleh UNICEF melalui Prof. Cluver, orangtua sering kali terlalu fokus menyoroti perilaku buruk anak.

    Padahal, anak mama malah bisa mengartikan teguran tersebut sebagai cara instan untuk mendapatkan perhatian Mama.

    Hal ini menimbulkan perilaku kurang baik tersebut justru menjadi berulang.

    Ternyata ​anak-anak sangat berkembang melalui pujian, lho!

    Dengan pujian membuat anak merasa dicintai dan istimewa oleh Mama.

    Dalam penerapannya, ketika anak mau berbagi mainannya dengan teman. Mama bisa berikan pujian yang tulus kepadanya.

    Karena dengan mengapresiasi hal-hal positif secara konsisten terbukti efektif mendorong perilaku baik sekaligus mengurangi perlunya tindakan disiplin yang keras.

  2. 2. Katakan apa yang harus dilakukan

    Cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin dengan mengarahkan anak dengan jelas
    Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

    Apakah Mama masih menggunakan kata "jangan" atau kata "tidak" ketika mendisiplinkan anak mama di rumah?

    Ma, sebaiknya hindari terlalu sering menggunakan kata-kata tersebut ya. Kalimat larangan dan kata-kata abstrak cenderung sulit dipahami oleh si Kecil, Ma.

    Malahan membuat anak bingung mengenai apa yang sebenarnya harus ia lakukan.

    ​Menurut profesor Cluver dari UNICEF bahwa memberi tahu anak secara tepat dan spesifik mengenai apa yang Mama inginkan jauh lebih efektif daripada memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan.

    Misalnya, ketika Mama ucapkan "Jangan berantakan!" anak akan bingung apa yang harus ia lakukan, karena perintah tersebut abstrak, Ma.

    Coba ganti instruksinya menjadi seperti "Tolong ambil semua mainanmu dan masukkan ke dalam kotak ini ya, Nak." Terlihat bedanya kan, Ma?

    Perintah Mama terlihat lebih jelas, dan anak menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin Mama intruksikan.

    ​Selain itu, Ma penting juga untuk menetapkan ekspektasi yang realistis sesuai usia anak.

    Meminta anak untuk tenang selama 10 menit saat Mama menerima telepon jauh lebih masuk akal daripada memintanya diam sepanjang hari.

    Dengan menetapkan batasan yang sesuai dengan kemampuan anak, Mama membantunya supaya sukses mematuhi aturan tanpa rasa frustrasi.

  3. 3. Berikan kesempatan kedua

    Mama menyiapkan makanan dibantu anak laki-laki
    Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

    Mama, anak usia 2 tahun masih berada dalam tahap belajar dan mengeksplorasi batas kemampuan dirinya.

    Ketika anak mama melakukan kesalahan, berikan ia kesempatan kedua.

    Hal ini supaya ia bisa mengulang perbuatannya dengan cara yang benar. Dr. Harvey Karp, pakar tumbuh kembang anak pun juga menekankan pentingnya menggunakan pengulangan ketika memberikan arahan pada anak.

    Menurut Dr. Karp, Mama mungkin perlu mengulang kalimat arahan yang sama dua, tiga, empat, atau bahkan hingga delapan kali hanya untuk benar-benar mendapatkan perhatiannya.

    ​Bimbing anak dengan tenang dan sabar, misalnya: "Yuk, coba ulang lagi ya. Minta mainannya dengan sopan ya. "

    Pengulangan yang lembut disertai kesempatan kedua ini memfokuskan pengajaran perilaku pada anak mama.

    Tentunya tanpa membuat anak merasa takut atau dipermalukan.

  4. 4. Aturan dikemas dalam bentuk permainan

    Cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin dengan Mama mengajak anak sambil bermain
    Magnific/prostooleh

    Mama dunia anak usia 2 tahun adalah dunia bermain. Betul nggak nih Ma?

    Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengenalkan aturan dan kedisiplinan pada anak adalah dengan mengemasnya menjadi aktivitas yang menyenangkan.

    ​Profesor Cluver dari UNICEF menjelaskan bahwa ketika anak mama mulai sulit diatur. Mama bisa mengalihkan perhatian si Kecil ke aktivitas lain yang lebih positif.

    Mama bisa mengalihkan energinya ke perilaku positif dengan mengubah topik, mengajak bermain, berpindah ke ruangan lain, atau berjalan-jalan sejenak di sekitar rumah.

    Jika Mama meminta si Anak merapikan mainan dengan nada serius, ia mungkin akan menolak. Mama pernah mengalami hal ini?

    Mama bisa mengemas instruksi dalam permainan. Seperti berlomba memasukkan mainan ke dalam kotak, coba ajak mereka Ma, anak akan dengan senang hati bekerja sama.

    ​Selain itu, ketepatan waktu juga sangat krusial.

    Begini, Ma pengalihan perhatian bukan hanya saat anak berulah, melainkan juga tentang mengenali tanda-tanda sebelum emosi anak meledak.

    Ketika Mama melihat ia mulai gelisah, segera ambil tindakan untuk mengalihkan fokusnya sebelum situasi menjadi sulit dikendalikan.

  5. 5. Pura-pura berbisik dengan boneka

    Cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin dengan bermain pada boneka favoritnya
    Magnific/diana.grytsku

    Ma, anak usia 2 tahun bisa merasa tertekan jika terus-menerus diajak bicara secara langsung.

    Sebagai solusinya, Mama bisa menggunakan teknik tidak langsung, dengan cara berpura-pura berbisik atau berbicara pada mainan atau boneka kesayangannya.

    ​Misalnya, saat anak mama menolak untuk memakai sepatu atau merapikan mainan, Mama bisa mengambil boneka beruang favoritnya dan berbisik perlahan,

    "Wah, Teddy bilang dia sudah siap mau pakai sepatu nih. Siapa ya yang bisa pakai sepatu lebih cepat, Teddy atau Adik?"

    ​Metode ini efektif karena anak menganggap mainan sebagai teman yang nyata.

    Menyampaikan pesan kedisiplinan melalui media karakter favorit membantu ia tergerak untuk bekerja sama tanpa merasa diperintah atau dipaksa.

  6. 6. Berikan dua pilihan

    Anak perempuan dan Mama melihat gambar
    Magnific/prostooleh

    ​Di usia 2 tahun, memang lagi masa-masanya si Kecil sedang bersemangat, ya!

    Tidak hanya itu, ia juga sudah menunjukkan kemandirian dan rasa ingin memegang kendali atas dirinya sendiri.

    ​Untuk menyikapinya tanpa harus mengalah pada aturan, berikan anak mama dua pilihan terbatas yang keduanya sudah Mama setujui tentunya.

    Cara ini memberikan anak ruang untuk memutuskan sendiri tanpa melanggar batasan yang ditetapkan. ​Contohnya:

    ​Daripada bilang "Ayo pakai baju sekarang!", ubah menjadi: "Adik mau pakai baju yang warna biru atau merah?"

    ​Dengan memberikan pilihan yang setara, si Anak merasa pendapatnya dihargai, lho!

    Sementara Mama tetap berhasil menegakkan kedisiplinan dan rutinitas harian dengan damai.

  7. 7. Fokus mengajarkan anak bukan menghukumnya

    Cara mendidik anak usia 2 tahun disiplin dengan mengajarkan tanpa hukuman
    Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

    Pada hakikatnya, Ma. Kata "disiplin" berasal dari kata dasar yang berarti mengajar, bukan memberi penderitaan atau hukuman.

    Hukuman fisik atau amarah berlebih mungkin dapat menghentikan perilaku buruknya seketika. Namun, hal itu hanya mengajarkan rasa takut dan dapat merusak rasa percaya dirinya.

    ​UNICEF dan para pakar mengimbau orangtua untuk menerapkan konsekuensi yang logis dan tenang ketika anak melakukan pelanggaran.

    Jika anak mama sengaja melempar dan merusak mainannya. Dalam konsekuensi logisnya adalah mainan tersebut disimpan terlebih dahulu untuk sementara waktu.

    Dan beri penjelasan dengan nada tenang, "Karena mainannya dilempar, sekarang Mama simpan dulu ya. Nanti kalau Adik sudah bisa main dengan pelan, baru kita ambil lagi."

    ​Melalui pendekatan ini, si Kecil akan belajar memahami hubungan sebab-akibat dari tindakannya.

    Ia diajarkan untuk bertanggung jawab atas pilihannya dalam suasana yang aman dan penuh kasih sayang, tanpa merasa dibenci atau dipersalahkan.

    Cara mendidik anak usia 2 tahun supaya disiplin memang bukanlah proses yang instan.

    Di balik sikap membangkang atau tantrumnya, si Anak sebenarnya sedang berjuang memahami emosi dan dunia di sekitarnya.

    Mengganti hukuman dengan pendekatan disiplin positif membutuhkan konsistensi, kelapangan hati, serta kesabaran yang ekstra dari Mama

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More