Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Menggigit pada anak usia 1-3 tahun disebut sebagai respons alami ketika mereka kewalahan, frustrasi, atau belum mampu mengelola emosi dan menyampaikan keinginan.

  • Orangtua disarankan tidak membentak atau memberi hukuman fisik karena dapat memicu rasa takut dan kebingungan, sehingga perilaku menggigit berpotensi terulang.

  • Penanganan berfokus pada pencegahan: ajarkan komunikasi, berbagi, dan bergiliran secara konsisten, serta lakukan pengawasan dekat saat anak bermain dengan teman sebaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi orangtua bagi anak usia 1-3 tahun tentu challenging, ya, Ma! Karena setiap tahap tumbuh kembang si Kecil selalu saja memiliki kejutan hingga tantangan baru yang harus dihadapi. 

Maka dari itu, Mama Papa perlu banget memahami bahwa fase tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dalam menghadapi si Kecil.

Tapi Mama Papa bingung dan panik gak sih saat menghadapi perilaku agresif mendadal dari si Kecil? Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah ketika si Kecil mulai menunjukkan kebiasaan menggigit barang, orang lain atau temannya. 

Kondisi ini tentu membuat Mama Papa merasa khawatir ya. Terlebih jika si Kecil secara terus menerus melakukan hal tersebut. Terus bagaimana mengatasi anak yang suka menggigit? 

Yuk, Mama Papa simak cara mendisiplinkan anak yang suka menggigit tanpa emosi di Popmama.com!

1. Menggigit adalah respons alami

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Mama Papa perlu tahu hal ini terlebih dahulu. Anak usia 1-3 tahun biasanya belum mampu mengelola emosi besar yang melanda diri mereka, Ma.

Maka dari itu, ketika si Kecil menggigit objek atau subjek di depannya, itu menjadi bentuk refleks alami saat mereka merasa kewalahan atau frustrasi.

Jika si Kecil melakukan hal tersebut, sebaiknya Mama Papa tidak perlu langsung menghakimi si Kecil, ya. Karena jika begitu, anak akan merasa bahwa ia melakukan kejahatan besar. 

Tapi perlu diingat, Ma, memahami akar masalah mengapa si Kecil melakukan tersebut akan membantu Mama Papa merespons dengan lebih tenang.

2. Jangan membentak anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Anak usia 1-3 tahun memang belum mengerti perasaan dan tindakan yang dilakukannya, jadi ketika si Kecil menggigit, hal itu bukan waktunya anak dibentak oleh Mama Papa. 

Hukuman fisik atau bentakan keras justru tidak akan mengajarkan anak apa pun selain rasa takut, Ma.

Pendekatan yang penuh amarah justru membuat sistem saraf si Kecil semakin bingung menghadapi emosinya. si Kecil tidak akan mengerti mengapa tindakannya dibalas amarah, takutnya, Ma, anak justru mengulangi perilaku serupa akibat kebingungannya.

3. Ajarkan keterampilan baru

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Perilaku menggigit pada anak sebenarnya bukan masalah kedisiplinan yang membutuhkan hukuman berat, Ma! Justru masalah utama yang terjadi adalah ketidakmampuan anak menyampaikan keinginan mereka dengan kata-kata.

Nah, tugas Mama Papa dalam hal ini adalah mengamati situasi pemicu respons anak serta mengajarkan keterampilan komunikasi yang hilang.

Mama Papa bisa memberikan contoh kepada si Kecil untuk meminta sesuatu dengan baik tanpa harus menggunakan gigi.

4. Latih keterampilan sosial pada anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Anak-anak usia dini masih sangat membutuhkan bimbingan langsung dalam banyak hal, salah satunya adalah berbagi dan bergiliran dengan orang lain.

Mama bisa melatih keterampilan sosial ini secara rutin sebelum si Kecil berada di lingkungan sosial yang baru.  Tujuannya tentu untuk mencegah situasi konflik menggigit terjadi.

Misalnya, ajarkan cara meminta giliran main atau menggunakan bahasa isyarat yang mudah dipahami kepada si Kecil. Persiapan ini akan memperkecil peluang anak meluapkan emosi lewat gigitan.

5. Latihan konsisten setiap hari

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Proses belajar pada anak usia dini sangat bergantung pada seberapa sering informasi tersebut diulang. Karena sejatinya, anak adalah peniru handal, Ma!

Orangtua harus dengan sabar mengajarkan keterampilan pengganti secara berulang-ulang kepada si Kecil.

Pengulangan yang konsisten adalah kunci utama agar otak anak merekam kebiasaan positif tersebut. Semakin sering dilatih, semakin cepat pula kebiasaan menggigit itu perlahan menghilang, Ma.

6. Berikan pengawasan ketat

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Sebagian anak mungkin membutuhkan pendampingan ekstra di saat ia berada di fase suka menggigit. Mama perlu selalu berada di dekat si Kecil, ya, terutama saat mereka bermain bersama anak seusianya.

Pengawasan yang ketat ini memungkinkan Mama Papa untuk mencegah tindakan menggigit sebelum itu terjadi. Pengawasan ketat ini dapat menjadi kesempatan pada orangtua untuk mengarahkan tindakan dan perilaku si Kecil. 

7. Fokus pada pencegahan

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Mengatur ekspektasi terhadap kemampuan anak usia 1-3 tahun dapat membantu mengurangi konflik di rumah, lho. Jadi, Ma, ketika anak terlanjur melakukan hal tersebut, sebaiknya Mama Papa fokus pada cara pencegahan dibandingkan marah kepada si Kecil. 

Dengan memfokuskan pada cara pencegahan yang tepat, hubungan antara Mama Papa dengan anak pun akan terjaga dengan baik. Tentunya si Kecil juga akan tumbuh menjadi anak yang lebih tenang dalam mengekspresikan perasaannya.

Menghadapi anak usia dini memang sangat menguji kesabaran ya, Ma, Pa. Terlebih ketika anak sudah mulai merespons dengan menggigit. Namun, Mama Papa perlu ingat bahwa fase ini bersifat sementara seiring dengan perkembangan otak mereka.

Itu dia cara mendisiplinkan anak yang suka menggigit tanpa emosi! Dukungan penuh kasih sayang serta bimbingan yang konsisten dari orangtua adalah kunci keberhasilan utama. 

Yuk terus belajar mendampingi si Kecil dengan penuh kesabaran agar mereka tumbuh menjadi anak yang hebat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article