“Mama tahu kamu masih mau bermain, tetapi sekarang udah waktunya tidur ya.”
5 Cara Toddler Menolak untuk Mendengarkan Mama

Penolakan toddler, seperti berkata “tidak”, bukan selalu pembangkangan; ini bagian dari belajar mandiri, mengenali pilihan, dan memahami batasan saat bahasa serta emosi masih berkembang.
Meminta satu buku lagi, berlari menjauh, atau pura-pura tidak mendengar dapat muncul saat anak sulit beralih dari aktivitas menyenangkan atau ingin mempertahankan kendali.
Orangtua dianjurkan tetap tenang dan konsisten: akui perasaan anak, beri batasan jelas, siapkan transisi, sampaikan instruksi singkat dari dekat, serta apresiasi saat anak mengikuti arahan.
Pernahkah Mama meminta si Kecil melakukan sesuatu, tetapi ia justru menjawab, “No!” atau berlari menjauh? Meski terkadang membuat Mama kewalahan, perilaku tersebut sebenarnya bisa menjadi bagian dari proses anak belajar mandiri dan memahami batasan.
Pada usia toddler, anak sedang mulai menyadari bahwa dirinya memiliki keinginan dan pilihan sendiri. Karena kemampuan bahasa dan pengelolaan emosinya masih berkembang, keinginan tersebut sering kali ditunjukkan melalui perilaku, bukan penjelasan panjang.
Lantas, seperti apa cara toddler menunjukkannya kepada Mama?
Berikut Popmama.com telah merangkum 5 cara yang biasanya dilakukan oleh toddler. Yuk, simak!
1. Langsung berkata, “No!”

Popmama.com/Violin Heldina/AI “No!” mungkin menjadi salah satu kata yang paling sering Mama dengar ketika si Kecil memasuki usia toddler. Bahkan, anak bisa mengucapkannya ketika Mama memberikan sesuatu yang sebenarnya mereka sukai.
Respons tersebut terkadang membuat orangtua bertanya-tanya mengapa anak seolah menolak hampir semua hal.
Penolakan tidak selalu berarti si Kecil sedang membangkang atau sengaja membuat Mama kesal. Toddler sedang belajar memahami bahwa dirinya memiliki keinginan, pilihan, dan kendali atas beberapa hal.
Mengatakan tidak menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menunjukkan kemandirian tersebut.
Mama tetap dapat memberikan batasan tanpa harus terlibat dalam perdebatan panjang. Ketika waktunya tidur, misalnya, Mama bisa mengatakan:
Kalimat sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa perasaannya didengar, tetapi aturan tetap perlu diikuti. Konsistensi Mama juga dapat membantu si Kecil memahami batasan secara perlahan.
2. Meminta untuk dibacakan satu buku lagi

Popmama.com/Violin Heldina/AI Permintaan tersebut mungkin terdengar menggemaskan, terutama ketika si Kecil sudah berada di tempat tidur. Namun, satu buku tambahan bisa menjadi cara toddler untuk memperpanjang waktu bersama Mama atau menunda sesuatu yang kurang mereka sukai, seperti tidur.
Anak mulai memahami bahwa permintaan tertentu dapat membuat aktivitas yang menyenangkan berlangsung lebih lama. Mereka juga sedang belajar bahwa Mama memiliki keputusan yang perlu diikuti.
Karena kemampuan memahami waktu dan mengendalikan keinginan masih berkembang, toddler mungkin belum siap menerima bahwa kegiatan favoritnya harus berakhir.
Mama bisa memberikan kesempatan tanpa menghilangkan batasan. Misalnya, Mama mengatakan:
“Boleh satu buku lagi, tapi setelah itu kita tidur, ya.”
Pastikan batas tersebut benar-benar dijalankan setelah buku selesai.
Pilihan sederhana juga bisa diberikan agar anak tetap merasa memiliki kendali. Mama dapat bertanya. Dengan begitu, kebutuhan anak untuk memilih tetap terpenuhi, sementara aturan yang sudah dibuat tetap berjalan.
3. Si Kecil malah berlari menjauh dari Mama

Popmama.com/Violin Heldina/AI Mama sudah meminta si Kecil memakai sepatu, tetapi ia justru berlari menjauh sambil tertawa? Momen seperti ini mungkin terasa melelahkan, terutama ketika Mama sedang terburu-buru.
Namun, perilaku tersebut tidak selalu berarti anak sengaja mengabaikan perkataan orangtua.
Toddler masih belajar berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Ketika sedang asyik bermain, permintaan untuk berhenti secara tiba-tiba bisa terasa mengganggu bagi mereka.
Berlari menjauh pun dapat menjadi bentuk penolakan atau cara anak menunjukkan bahwa dirinya belum siap mengikuti arahan.
Mama dapat membantu proses transisi dengan memberikan peringatan terlebih dahulu. Misalnya:
“Lima menit lagi kita udahan mainnya, lalu pakai sepatu.”
Cara ini memberi kesempatan bagi si Kecil untuk bersiap meninggalkan aktivitasnya.
Mama juga dapat membuat prosesnya terasa lebih menyenangkan. Ajak anak memilih sepatu atau berlomba memakainya bersama Mama. Pendekatan yang lebih ringan dapat membantu toddler mengikuti arahan tanpa merasa seluruh kendali atas dirinya tiba-tiba hilang.
4. Si Kecil mulai menangis

Popmama.com/Violin Heldina/AI Ketika keinginannya tidak terpenuhi, toddler bisa langsung menangis. Mama mungkin merasa bingung karena masalah yang terlihat sederhana ternyata membuat si Kecil begitu kecewa.
Namun, reaksi tersebut dapat terjadi karena kemampuan anak untuk memahami dan mengatur emosi masih berkembang.
Tangisan menjadi salah satu cara yang digunakan toddler untuk menyampaikan perasaan ketika mereka belum mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Si Kecil mungkin sebenarnya ingin mengatakan:
“Aku masih mau bermain,” tetapi belum bisa menyampaikan keinginan tersebut dengan jelas.
Mama tidak perlu langsung memenuhi permintaan anak hanya agar tangisannya berhenti. Tetap tenang dan bantu si Kecil mengenali perasaannya.
Mama bisa mengatakan:
“Kamu sedih karena waktu bermainnya sudah selesai, ya? Mama tahu sih kamu masih mau main.”
Setelah anak mulai tenang, Mama dapat kembali menjelaskan batasan yang sudah diberikan. Sikap yang konsisten membantu toddler belajar bahwa merasa kecewa adalah hal yang wajar, tetapi bukan berarti semua keinginan harus langsung dipenuhi.
Perlahan, si Kecil juga akan belajar mengelola emosinya.
5. Pura-pura tidak mendengar perkataan Mama

Popmama.com/Violin Heldina/AI Ketika Mama mengatakan:
“Dek, udah waktunya buat mandi.”
Tidak ada jawaban.
Mama mengulanginya lagi, tetapi si Kecil tetap sibuk bermain seolah tidak mendengar apa pun. Situasi seperti ini cukup sering membuat orangtua kehilangan kesabaran, terlebih jika instruksi sudah disampaikan berkali-kali.
Toddler bisa terlihat seperti sengaja mengabaikan Mama ketika mereka sedang fokus pada aktivitas yang menarik. Kemampuan untuk menghentikan kegiatan, mengalihkan perhatian, lalu mengikuti instruksi masih berkembang.
Karena itu, anak mungkin membutuhkan bantuan agar bisa benar-benar memusatkan perhatian pada perkataan Mama.
Mama dapat mendekati si Kecil daripada terus memberikan instruksi dari jauh. Panggil namanya, lakukan kontak mata, kemudian sampaikan permintaan secara singkat dan jelas.
Ketika si Kecil akhirnya mengikuti arahan, berikan apresiasi sederhana seperti:
“Makasih ya kamu udah mau dengerin Mama.”
Respons positif membantu anak memahami bahwa mengikuti arahan merupakan perilaku yang dihargai, bukan sekadar kewajiban yang harus dilakukan.
Itulah 5 cara toddler untuk menunjukkan kalau ia tidak mau mengikuti arahan dari Mama.
Tetap tenang, berikan batasan yang jelas, dan bantu si Kecil memahami apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan. Semoga Mama dan si Kecil semakin mudah melewati fase ini, ya!























