Sama seperti manusia pada umumnya, anak kecil juga menangis sebagai bagian dari mekanisme alami pada fase tumbuh kembang. Berbeda dengan orang dewasa, tangisan anak bukan hanya sekadar luapan emosi saja, melainkan bahasa hati yang belum sepenuhnya mampu ia ungkapkan dengan kata-kata.
Di balik setiap isak dan setiap tarikan suara, anak sejatinya sedang berusaha memberi tahu bahwa ada perasaan berat yang ia rasakan dan belum mampu ia pahami.
Alih-alih berkata “berhenti menangis”, Mama dapat memilih kalimat yang lebih lembut, penuh empati, dan membangun kedekatan emosional. Kalimat yang tepat terbukti mampu menurunkan intensitas emosi serta membentuk kemampuan regulasi emosi jangka panjang.
Untuk memahami infomasi ini secara lebih mendalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum kalimat penganti untuk menenangkan anak yang menangis. Disimak, ya!
