Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Syok! Hampir Semua Susu Formula Lewati Proses Pemanasan Berulang

Syok! Hampir Semua Susu Formula Lewati Proses Pemanasan Berulang
123rf.com/marctran
Intinya Sih
5W1H
Sisi Positif
  • Kebanyakan susu formula di pasaran berbahan dasar susu bubuk yang telah melalui banyak proses, berpotensi menurunkan kualitas nutrisi alami dan sering ditambah bahan pemanis atau perisa.
  • Mayoritas produk di Indonesia memakai metode long-step process dengan tahapan pemanasan dan pengeringan berulang, yang bisa mengubah struktur protein serta mengurangi kandungan vitamin alami.
  • Metode one-step fresh hadir sebagai alternatif baru dengan menggunakan susu segar langsung, hanya melalui satu kali pemanasan sehingga nutrisi lebih terjaga dan mudah diserap tubuh si Kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat memilih nutrisi harian si Kecil, terutama dalam memilih susu formula, apa yang pertama kali Mama lihat? Informasi nilai gizi? Komposisi? Atau merek? Semuanya memang nggak salah, Ma.

Tapi pernah nggak terpikir, bagaimana susu itu diproses sebelum sampai ke tangan kita? Karena ternyata, proses produksi punya peran besar dalam menentukan kualitas nutrisi yang akhirnya dikonsumsi si Kecil.

Yuk, cari tahu fakta-fakta yang jarang dibahas berikut ini! Mulai dari kandungan, proses produksinya, hingga sumber susu yang digunakan, siapa tahu bisa jadi insight baru sebelum Mama memilih kaleng susu si Kecil berikutnya.

1. Mayoritas susu formula komposisi utamanya susu bubuk dengan bahan tambahan

108018335_m.jpg
123rf.com/serezniy

Banyak yang mengira susu formula langsung dibuat dari susu segar. Faktanya, sebagian besar susu formula di pasaran menggunakan bahan dasar susu bubuk (milk powder) yang diproses panjang sehingga mampu mengurangi kualitas nutrisi alaminya.

Nggak hanya itu, untuk menekan biaya atau memperbaiki rasa, banyak susu formula yang ditambahkan bahan-bahan yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh si Kecil, seperti sukrosa (gula tambahan), maltodextrin, sirup jagung, dan vanilin (perisa).

Bahan-bahan tersebut memang berfungsi sebagai penambah rasa atau tekstur. Tapi jika dikonsumsi si Kecil dalam jangka panjang bisa memicu risiko seperti kebiasaan suka rasa manis berlebih yang berpotensi pada karies gigi dan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti diabetes di kemudian hari. Wah, harus lebih teliti lagi nih Ma, baca label komposisi di kemasan susu si Kecil.

2. Nggak semua susu formula diproduksi dengan cara yang sama

88703645_m.jpg
123rf.com/agnormark

Meskipun tampilannya sama-sama susu bubuk, namun teknologi di balik pembuatan setiap susu formula juga berbeda. Ada susu yang melalui banyak tahapan, ada juga yang hanya diproses dalam satu kali proses.

Perbedaan cara pengolahan ini menentukan seberapa banyak nutrisi alami yang tetap terjaga hingga akhirnya dikonsumsi si Kecil.

Itu artinya, perhatian Mama sebaiknya nggak hanya berhenti pada kandungan yang tertera pada kemasan saja, tapi juga pada bagaimana susu tersebut diproses sejak awal.

Sebab, setiap tahapan produksi punya peran penting dalam membentuk kualitas akhir yang diterima oleh si Kecil.

3. Mayoritas susu formula di Indonesia melewati proses panjang (long-step process)

165143784_m.jpg
123rf.com/parilovv

Tahukah Mama kalau mayoritas susu formula di Indonesia melewati apa yang disebut sebagai proses panjang atau long-step process? Dalam metode ini, bahan dasar yang paling umum digunakan adalah susu bubuk yang sebelumnya sudah melalui berbagai tahapan pengolahan.

Berdasarkan kajian proses pengolahan susu dari Institut Teknologi Bandung, proses produksi susu umumnya melibatkan tahapan seperti pemanasan, penguapan, hingga pengeringan untuk mengubah susu cair menjadi bubuk. Setelah itu, susu bubuk tersebut masih akan diproses kembali dan dicampur dengan berbagai bahan tambahan sebelum menjadi susu formula siap konsumsi.

Artinya, proses panjang ini sebenarnya sudah dimulai bahkan sejak susu diubah menjadi bubuk. Semakin banyak tahapan yang dilalui, ada kemungkinan sebagian nutrisi alami pada susu berkurang, struktur alami protein atau vitamin berubah, hingga perlu dilakukan fortifikasi ulang untuk menggantikan nutrisi yang hilang selama proses produksi.

Karena itu, Mama juga bisa mulai memperhatikan komposisi utama pada kemasan susu formula. Jika komposisi utamanya tertulis susu bubuk atau milk powder, biasanya produk tersebut melalui proses panjang (long-step process).

4. Ada metode pengolahan yang namanya “one-step fresh”

89054367_m.jpg
123rf.com/agnormark

Meski proses panjang (long-step process) masih mendominasi, ada juga metode alternatif yang dikenal dengan one-step fresh. Berbeda dengan proses panjang yang umumnya menggunakan bahan dasar susu bubuk, metode ini menggunakan susu segar sebagai komposisi utamanya.

Melalui one-step fresh, susu segar diproses langsung menjadi susu formula dalam satu rangkaian proses yang lebih singkat dan efisien, tanpa harus melewati tahapan pengeringan berulang menjadi bubuk terlebih dahulu. Karena hanya melalui satu kali pemanasan, nutrisi alami dari susu segar, seperti protein, kalsium, dan vitamin lebih terjaga kualitasnya.

Struktur nutrisinya pun cenderung tetap utuh sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh si Kecil, tanpa banyak mengalami perubahan akibat paparan panas berlebih.

Nah, untuk mengenalinya, Mama bisa melihat komposisi utama pada kemasan. Jika susu segar (fresh milk) tercantum sebagai bahan utama, biasanya produk tersebut menggunakan pendekatan one-step fresh dalam proses produksinya.

5. Susu formula dengan "one-step fresh " sudah hadir di Indonesia lho, Ma!

118565372_m.jpg
123rf.com/marctran

Kabar baiknya, susu formula yang menerapkan teknologi one-step fresh ini sudah tersedia di Indonesia lho, Ma. Hal ini membuka opsi baru bagi Mama untuk memilih susu formula yang tidak hanya unggul dari sisi kandungan, tapi juga bagaimana proses produksi berperan dalam menentukan kualitas akhir susu.

Dengan proses yang lebih singkat dan minim tahapan, kualitas nutrisi dapat lebih terjaga, sehingga susu yang dikonsumsi si Kecil lebih mendekati kebaikan alami susu segar.

Wah, kira-kira susu formula dari brand apa ya? Ada yang bisa tebak, Ma? Coba dong share tebakan Mama di kolom komentar! (WEB/AMS)

Share Article
Topics
Editorial Team
Asri Muspita Sari
EditorAsri Muspita Sari

Related Articles

See More