Setelah tim SAR berupaya keras menstabilkan kondisinya di Puncak Bondolan, anak tersebut perlahan mulai membaik meskipun masih memerlukan observasi ketat.
Petugas pun langsung melakukan evakuasi dengan membawa Lan Lan beserta ayah dan ibunya turun menuju Basecamp Perantunan. Langkah ini diambil agar korban bisa segera mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut dari tenaga profesional di fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam media briefing mengenai yang diselenggarakan pada Senin (13/4/2026) di Jakarta, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) selaku Ketua Pengurus Pusat IDAI menegaskan untuk mengajak anak hiking ringan saja.
"Lebih aman apabila mengajak batita atau balita, kalau pun mau ke alam, ya jangan yang ekstrem seperti gunung yang tinggi. Mungkin sekadar hiking ringan, tapi mudah untuk diakses evakuasi, ya. Cuacanya juga diperhitungkan dengan baik. Apakah panas, atau hujan lebat. Dan juga mungkin diperhatikan bagaimana pakaian yang dipakai anak," ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa tidak direkomendasikan bagi anak di bawah lima tahun untuk naik gunung dengan potensi kehujanan atau kepanasan yang ekstrem.
Sejalan dengan itu, Dr Yogi Prawira, SpA, subsp ETIA(K) juga mengingatkan untuk memastikan anak selalu terhidrasi
"Anak-anak itu sangat mudah kehilangan cairan juga. Nafasnya itu lebih sering jika dibandingkan dengan orang dewasa. Sehingga, kita harus memastikan bahwa anak-anak tadi terhidrasi dengan cukup."
Kejadian ini menjadi pengingat bagi setiap orang tua untuk selalu memperhitungkan kesiapan fisik anak serta faktor risiko cuaca sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Sudahkah Mama memastikan perlengkapan darurat si Kecil lengkap sebelum bepergian ke alam terbuka?