Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih terus terjadi dan penyebaran kini disebut semakin parah. Asap dari penyebaran karhutla pun kian menyebar ke sejumlah wilayah.
Kondisi ini sejumlah wilayah dikepung asap tebal dan awan berwarna kemerahan atau jingga, yang mana membuat kualitas udara di banyak daerah masuk kategori berbahaya.
Akibat penyebaran asap yang semakin pekat, sejumlah masyarakat mulai mengalami gangguan saluran pernapasan akut atau ISPA.
Terhitung per tanggal 13 Oktober 2026 kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 283.270 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla.
Lebih mirisnya, ratusan ribu kasus ISPA ini didominasi oleh balita usia 0-5 tahun dengan jumlah lebih dari 60 ribu kasus di sejumlah wilayah terdampak.
Untuk mengetahui informasi selengkapnya, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya terkait kasus ISPA akibat asap karhutla yang terjadi pada balita.
