Anak Mandi Hujan: Manfaat, Risiko dan Tipsnya agar Tidak Sakit

Perlukah Mama melarang anak untuk bermain mandi hujan?

20 September 2019

Anak Mandi Hujan Manfaat, Risiko Tips agar Tidak Sakit
Pixabay/qimono

Anak mana yang tidak menyukai mandi hujan atau bermain hujan-hujanan? 

Meski disukai oleh anak-anak, namun kebanyakan orangtua melarang mereka melakukan hal ini. Alasannya, apalagi kalau bukan takut si Kecil jatuh sakit. Misalnya saja terserang demam, pilek, masuk angin, sakit kepala, hingga diare.

Namun, benarkah mandi hujan atau hujan-hujanan bisa membuat anak sakit? 

Faktanya, ternyata bukan hujan yang membuat anak sakit, melainkan sistem imun yang lemah. Sehingga, bermain hujan sebenarnya tak jadi masalah jika si Kecil dalam kondisi tubuh yang fit.

Namun memang ada yang perlu diwaspadai dari air hujan. Misalnya saja, air hujan yang jatuh ke tanah membuat bakteri dan virus naik ke udara.

Jadi, tak heran jika anak yang bermain hujan berisiko terekspos bakteri dan virus jika daya tahan tubuhnya sedang buruk. Kuman juga bisa datang dari air kotor, bukan air hujan.

Jika anak main air hujan yang turun melalui atap rumah dan sudah tercampur dengan berbagai kotoran, bisa saja anak jadi sakit.

Oleh karena itu, jika kondisi tubuh anak sedang fit, sesekali biarkanlah ia mencoba sensasi bermain hujan di luar ya, Ma.

Agar lebih jelas dan tak salah paham, berikut Popmama.comtelah merangkum manfaat, risiko, dan tips agar anak tak sakit saat bermain mandi hujan.

1. Manfaat yang didapat ketika anak bermain di bawah hujan

1. Manfaat didapat ketika anak bermain bawah hujan
Freepik/myimagine2018

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ternyata hujan bukanlah penyebab utama anak terserang penyakit. Justru, anak akan mendapatkan beberapa manfaat saat bermain mandi hujan. 

Berikut beberapa manfaat yang akan si Kecil dapatkan:

  • Menambah pengetahuan anak

Saat anak main hujan, Mama bisa ikut menemani sambil menjaga anak. Mama pun bisa menjelaskan secara sederhana pada si Kecil tentang hujan, dari mana hujan, apa bahayanya jika terlalu lama hujan, atau semua pertanyaan yang dilontarkan si Kecil tentang keingintahuannya terhadap hujan dan alam.

  • Menambah kemampuan fisik dan motorik

Ketika anak bermain di bawah hujan, ia akan menggerakan seluruh tubuhnya untuk melompat menengok ke atas (melihat sumber hujan turun), menadah hujan dengan tangan, mencipratkan air, hingga merasakan perubahan sensor dari panas ke dingin.

Daya gerak dan aktivitas anak tersebut akan merangsang stimulasi motorik serta kemampuan fisik yang optimal, terutama rangsangan kulit yang langsung terkena air.

  • Merangsang kreativititas dan imajinasi anak

Tidak hanya orang dewasa saja yang berimajinasi dan mendapatkan inspirasi ketika hujan turun. Nyatanya, saat anak main hujan, imajinasi dan kreativitasnya akan muncul seiring dengan khayalan mereka.

Misalnya, dengan bermain perahu kertas di genangan hujan, menyiram tanaman dengan air hujan, dan masih banyak lainnya. Saat hujan, si Kecil akan mencoba berpikir kreatif, ditambah melakukan dengan cara yang menyenangkan.

Editors' Picks

2. Risiko yang didapat ketika anak bermain di bawah hujan

2. Risiko didapat ketika anak bermain bawah hujan
Freepik/free photo

Meskipun baik bagi motorik dan stimulasi anak, tetap saja kotoran yang terbawa saat hujan turun bisa menyebabkan si Kecil sakit.

Berikut beberapa penyakit yang dapat terjadi pada anak saat bermain mandi hujan:

  • Diare

Sekilas, diare terkesan penyakit yang mudah diobati. Namun ketika musim hujan tiba, Mama harus ekstra waspada terhadap penyakit ini.

Diare paling sering disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E coli), bila penanganannya terlambat, diare bisa mengakibatkan dehidrasi hingga kematian.

Cuaca yang lembab membuat beberapa mikroba lebih cepat berkembang biak, maka penyimpanan makanan dan kebersihan tubuh anak harus dijaga agar ia tidak terkontaminasi.

Pastikan selalu anak mencuci tangannya setelah bermain atau setelah selesai dari toilet.

  • Flu Singapura (Hand Foot and Mouth Disease)

Penyakit ini diababkan oleh entovirus dan sering menular lewat batuk atau bersin. Penderita flu singapura biasanya pada kulitnya muncul bintil yang berisi air dan luka-luka di sekitar mulut (mukosa), telapak tangan dan telapak kaki.

Tapi, bisa juga bintil itu muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha. Akibat dari bintil ini, anak menjadi kesulitan dalam menelan sehingga terjadi penurunan nafsu makan yang drastis.

Belum ada obat untuk menyembuhkan flu singapura, namun apabila demam, berikan obat penurun panas seperti paresetamol dan pastikan anak tidak kekurangan cairan. 

  • Leptospirosis

Apakah Mama tinggal di wilayah yang rentan banjir? 

Jika iya, penyakit yang satu ini wajib Mama waspadai. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira sp yang menyebar lewat urine tikus.

Ketika terjadi banjir, tikus akan keluar dan urine tikus bercampur dengan air banjir atau air hujan dan masuk ke tubuh lewat kulit.

Gejala dari peyakit ini adalah mukosa yang kering dan kulit berwarna kekuningan. Pada kasus tertentu, penderita bisa mengalami diare dan kekurangan cairan.

Leptospirosis harus dibuktikan melalui test laboratorium, jika seorang anak terbukti menderita penyakit ini, penanganannya adalah dengan memberikan antibiotik.

  • Penyakit kulit

Si Kecil mungkin senang saat hujan tiba. Ia bisa bermain air atau hujan-hujanan. Berhati-hatilah, karena musim hujan adalah kondisi yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak.

Jika anak tidak dijaga kebersihannya, jamur akan dengan mudah menyerang kulit anak. Gejalanya mulai dari gatal-gatal hingga kemerahan dan perih jika disentuh.

Untuk mengobatinya, Mama bisa memberikan salep anti jamur hingga antibiotik sesuai petunjuk dokter jika iritasinya parah.

  • Tifus

Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esofagus, lambung, usus kecil, dan usus besar.

Penderita tifus biasanya mengalami demam tinggi bahkan hingga 40 derajat. Jika anak terserang penyakit ini, ia membutuhkan bed rest hingga 14 hari.

3. Tips agar anak tak mudah sakit saat bermain mandi hujan

3. Tips agar anak tak mudah sakit saat bermain mandi hujan
Freepik

Agar tak terserang beberapa penyakit di atas, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengizinkan anak bermain mandi hujan:

  • Jangan bermain di hujan pertama

Ketika hendak mengizinkan anak main hujan, hindari hujan pertama yang turun pertama kali. 

Mengapa? 

Hujan yang turun pertama kali (setelah beberapa waktu tidak hujan), adalah hujan yang berfungsi membersihkan polusi udara.

Polusi udara, debu dan kotoran di udara, akan terbawa bersamaan dengan air hujan, efek untuk si Kecil pun jadi tidak sehat.

Nah, untuk mencegah si Kecil jatuh sakit, baiknya tunggu hingga hujan ke 3 atau ke 4 dalam kurun waktu beberapa hari.

  • Setelahnya, segera copot baju basah dan mandi air hangat

Setelah anak selesai main hujan-hujanan, segera lepaskan bajunya yang sudah basah kuyup. Hal tersebut berguna agar kelembaban tidak meresap hingga paru-paru si Kecil.

Jangan lupa untuk membersihkan badan setelahnya, gunakan air hangat untuk menyeimbangkan suhu dingin sebelumnya.

Disarankan juga untuk merendam dan menggosok kaki dengan air garam hangat, atau menggunakan sabun antiseptik, agar mencegah adanya infeksi bakteri yang terbawa air hujan.

  • Beri asupan makanan hangat dan tidur setelahnya

Dinginnya udara ketika hujan turun memang tidak bisa dihindari. Ketika anak selesai main hujan dan membersihkan diri, ada baiknya Mama memberi makanan atau minuman hangat seperti sup, susu, atau teh.

Setelah main hujan, tubuh si Kecil akan merasa dingin dan lapar, maka inilah waktu yang tepat untuk menghangatkan organ-organ di dalamnya.

Sehabis mengisi perut, jangan lupa untuk istirahat, karena fisik dan tenaga anak sudah terkuras habis saat bermain di bawah hujan sebelumnya. Istirahat yang cukup juga dapat menghindari anak terhindar dari sakit.

Nah, itulah ketiga informasi penting terkait anak mandi hujan atau bermain hujan-hujanan.

Semoga bermanfaat dan dapat menjawab segala keresahan Mama, ya!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!