6 Cara Membantu Anak Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus

Keterampilan ini penting agar anak dapat melakukan tugas sederhana menggunakan tangannya, Ma

29 September 2021

6 Cara Membantu Anak Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus
Pexels/cottonbro

Keterampilan motorik halus adalah bagian penting dari perkembangan pada anak kecil. Kok si Kecil membutuhkan keterampilan ini? Ternyata keterampilan ini sangat penting, Ma.

Kemampuan motorik halus mendorong anak untuk menggunakan pergelangan tangan dan tangan untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana. Misalnya makan, berpakaian, bersih-bersih, menulis, dan melukis.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk membantu si Kecil mengembangkan keterampilan ini sejak dini. Berikut beberapa cara yang untuk membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus yang sudah dirangkum Popmama.com.

1. Seni dan kerajinan

1. Seni kerajinan
Pexels/giáp Đình trọng

Ada banyak aktivitas seni dan kerajinan yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Mama dapat memulainya dengan aktivitas sederhana seperti menggambar, mewarnai, atau melukis.

Ajarkan anak untuk menggunakan gunting, namun pastikan untuk selalu mengawasinya agar ia tidak terluka. Melukis dengan jari juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halusnya, selain itu, kegiatan ini juga menyenangkan, Ma!

2. Balok

2. Balok
Pexels/tatiana syrikova

Membangun dengan balok juga merupakan ide bagus karena anak perlu memegang dan memindahkan balok untuk ditumpuk dan dibangun bersamanya.

Mulailah dengan beberapa balok yang berukuran besar besar karena lebih mudah digenggam oleh si Kecil.

Setelah si Kecil mulai terbiasa dengan permainan ini dan mulai nyaman menggenggam balok, tambahkan balok yang lebih kecil.

Memulai dengan mainan yang besar dan sederhana dapat membantu anak memperkuat otot tangannya tanpa merasa kesulitan.

Editors' Picks

3. Puzzle

3. Puzzle
Pexels/magda ehlers

Puzzle adalah cara yang bagus untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan motorik halus mereka. Saat bermain, si Kecil memilih, memegang, dan memindahkan kepingan puzzle.

Mulailah dengan puzzle yang terbuat dari kayu atau busa dengan kepingan yang berukuran besar. Setelah anak terbiasa dan menyukainya, Mama dapat memberikan puzzle yang lebih menantang.

4. Play-dough

4. Play-dough
Pixabay/lmoonlight

Kegiatan lain yang tidak kalah mengasyikkan  adalah membiarkan si Kecil bereksplorasi dengan warna play-dough. Play-dough yang berwarna-warni mendorong mereka untuk membuat hewan dan objek yang berbeda. Ini membutuhkan jari dan tangan mereka untuk membuat bentuk-bentuk sesuai imajinasinya. Gerakan konstan membantu anak  untuk membangun keterampilan motorik halus mereka.

Selain play-dough, Mama dapat menggunakan pasir kinetik atau slime yang memiliki manfaat yang sama.

5. Meja sensorik

5. Meja sensorik
Pexels/cottonbro

Tidak ada batasan jumlah aktivitas yang dapat dinikmati anak dalam melatih keterampilan motorik halus. Mama dapat menyiapkan meja sensorik untuk aktivitas ini. Di meja ini, siapkan beragam aktivitas, mulai dari pasir kinetik dan play-dough hingga beras, mi, kacang kering, dan manik-manik. Mama dapat membuat anak sibuk belajar melalui permainan dengan meja sensorik.

6. Aktivitas rumah tangga

6. Aktivitas rumah tangga
Pexels/PNW production

Mama juga dapat membantu anak meningkatkan keterampilan motorik halus dengan membiarkan mereka membantu tugas-tugas di sekitar rumah. Misalnya, anak perlu menggunakan tangan dan pergelangan tangannya untuk membantu mengaduk adonan kue, meletakkan cangkir di atas meja makan, mengelap meja, atau membantu memotong buah.

Ada banyak kegiatan lain yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus si Kecil, mulai dari menyikat gigi hingga membantu di kebun. Mama juga dapat terus meningkatkan keterampilan mereka melalui bermain dengan air atau gelembung sabun.

Nah, itu beberapa cara untuk membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus. Masih banyak aktivitas sederhana tapi menyenangkan di sekitar rumah yang dapat membantu si Kecil meningkatkan keterampilannya, Ma.

Selamat mencoba, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.