Belakangan ini, pasti Mama sering mengeluh karena si Kecil lebih sering digigit nyamuk, terutama saat malam hari.
Padahal, pintu dan jendela sudah ditutup rapat. Ternyata, kondisi ini bukan hanya perasaan semata.
Cuaca yang semakin panas memang dapat membuat populasi nyamuk meningkat lebih cepat sehingga risiko gigitan pun ikut bertambah.
Melalui akun Instagramnya, dr. Adam Prabata menjelaskan bahwa suhu yang lebih tinggi meningkatkan metabolisme nyamuk.
Akibatnya, proses pembentukan telur menjadi jauh lebih cepat.
Jika biasanya siklus berkembang biak membutuhkan sekitar dua pekan, saat cuaca panas bisa berlangsung hanya dalam waktu sekitar 5-7 hari.
Hal ini membuat jumlah nyamuk bertambah dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, ketika cuaca terasa gerah, tubuh manusia juga menghasilkan lebih banyak keringat dan mengeluarkan karbon dioksida (CO₂).
Bagi nyamuk betina, dua hal tersebut menjadi sinyal bahwa ada sumber makanan di sekitarnya. Tidak heran jika nyamuk menjadi lebih aktif mendekati manusia, termasuk anak-anak yang sedang tidur.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan agar si Kecil lebih terlindungi dari gigitan nyamuk di malam hari? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.
