Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menghidrasi Anak Hadapi El Nino, Perbanyak Minum Air Putih

5 Tips Menghidrasi Anak Hadapi El Nino, Perbanyak Minum Air Putih
Magnific/mdjaff
Intinya Sih
  • BMKG memprediksi puncak El Nino pada Agustus-September 2026, dengan kemarau lebih kering dan panas yang meningkatkan risiko dehidrasi anak.
  • IDAI menyebut anak rentan dehidrasi karena cadangan cairan lebih sedikit dan sulit mengenali haus; orang tua perlu mengingatkan minum sedikit tapi sering.
  • Waspadai bibir kering, lemas, urin gelap, dan jarang buang air kecil; utamakan air putih, hindari minuman manis berkafein, serta beri perhatian ekstra saat diare.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Puncak fenomena El Nino di Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026 ini, Ma. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih kering dan panas dari biasanya.

Kondisi ini membuat suhu udara di siang hari terasa sangat menyengat, sehingga lebih meningkatkan risiko dehidrasi pada anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengungkapkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan mengalami dehidrasi karena cadangan cairan tubuh mereka lebih sedikit dibanding orang dewasa.

Selain itu, anak sering kali belum mampu mengenali atau mengungkapkan rasa haus dengan baik. Saat cuaca panas ekstrem, tubuh anak kehilangan cairan lebih cepat sehingga risiko dehidrasi meningkat drastis.

Itulah mengapa orangtua perlu lebih disiplin dalam memastikan kecukupan cairan anak. Nah, melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan 5 tips menghidrasi anak selama badai El Nino berlangsung.

1. Ingatkan anak minum sebelum haus

bernapas dari mulut
Magnific/freepik

Karena anak sering kali tak bisa mengungkapkan rasa haus, pastikan Mama aktif mengingatkan anak minum setidaknya setiap 30 menit hingga 1 jam sekali.

IDAI mengingatkan bahwa kebiasaan minum sedikit tapi sering lebih baik daripada minum banyak sekaligus setelah merasa haus.

Jadi, jangan smpai tunggu anak mengeluh haus, karena saat itu tubuhnya sudah mulai mengalami dehidrasi. Apalagi kalau asyik bermain atau beraktivitas, bisa jadi anak lupa untuk minum, Ma.

Bekali anak dengan botol minum favoritnya dan letakkan di tempat yang mudah terlihat agar ia teringat untuk minum.

2. Pilih air hangat, bukan air dingin

anak bermain tutup botol.jpg
Magnific/prostooleh

Salah satu rekomendasi yang perlu dibiasakan ke anak adalah minum air hangat, bukan air dingin, apalagi saat cuaca panas ekstrem.

Meski rasanya begitu segar ketika minum air dingin saat cuaca panas terik, air hangat justru lebih nikmat dan sehat untuk tubuh anak di tengah suhu tinggi tersebut, Ma. Ini membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan tanpa mengejutkan sistem pencernaan.

3. Waspadai dehidrasi di ruangan ber-AC

segelas susu sebelum tidur
Magnific/freepik

Banyak orangtua merasa anak lebih aman di ruangan ber-AC saat cuaca panas. Namun, berlama-lama di ruangan ber-AC juga meningkatkan risiko dehidrasi karena cuaca yang dingin dan kering.

Mesin AC bekerja dengan menyerap kelembaban udara, sehingga tubuh anak bisa kehilangan cairan secara perlahan tanpa disadari. Gejalanya tampak ringan seperti bibir kering, anak mudah lelah, sulit konsentrasi, hingga jarang buang air kecil.

Saat berada di ruangan dingin, pastikan anak tetap minum air putih secara teratur dan tambahkan sumber kelembaban seperti wadah air di dalam ruangan.

4. Kenali tanda dehidrasi sejak dini

waspada hantavirus pada anak.jpg
Magnific/wirestock

Orangtua perlu peka terhadap tanda-tanda awal dehidrasi pada anak. IDAI menyebutkan beberapa indikator yang perlu diwaspadai, seperti bibir kering, tubuh lemas, mata tampak cekung, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urin menjadi lebih gelap, hingga anak menjadi lebih rewel atau mudah mengantuk.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera berikan anak lebih banyak cairan. Selain itu, diare yang terjadi di tengah cuaca panas juga dapat mempercepat dehidrasi, sehingga anak dengan diare perlu mendapat perhatian ekstra.

5. Hindari minuman manis dan berkafein

bernapas dari mulut
Magnific/freepik

Saat cuaca panas, anak mungkin tergoda meminta minuman manis atau es. Namun, minuman yang mengandung gula berlebih dan kafein justru dapat memperparah dehidrasi, Ma.

Kafein bersifat diuretik yang membuat anak lebih sering buang air kecil, sehingga cairan tubuh hilang lebih cepat. Untuk anak-anak yang lebih besar dan remaja, air putih tetap menjadi minuman pilihan utama untuk hidrasi.

Sementara untuk si Kecil di bawah usia 6 bulan, ASI tetap menjadi sumber hidrasi terbaik dan tidak perlu diberikan air putih tambahan.

Tak hanya kita orang dewasa, menjaga anak tetap terhidrasi saat badai El Nino juga perlu kedisiplinan ekstra, Ma.

Dengan menerapkan 5 tips di atas, Mama bisa membantu melindungi anak dari risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya di musim kemarau ekstrem ini. Semoga informasinya bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More