Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral Balita Menangis Sendirian saat Orangtua Summit Gunung Prau

3 min read
Viral Balita Menangis Sendirian saat Orangtua Summit Gunung Prau
Tiktok.com/@alifs827
  • Seorang balita ditemukan menangis histeris dan menggigil sendirian di tenda Gunung Prau, Wonosobo, setelah pendaki lain mendengar tangisnya tanpa melihat orang dewasa.

  • Pendaki menenangkan balita dan menunggu lebih dari satu jam hingga orangtuanya kembali dari puncak. Video kejadian memicu kecaman warganet serta komunitas pendaki.

  • Papa balita meminta maaf dan mengakui kelalaian. Anak disebut dititipkan kepada teman di tenda sebelah, tetapi temannya tertidur saat balita terbangun dan menangis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial kembali dihebohkan dengan kasus seorang balita yang ditinggal orangtuanya sendirian. Dalam video yang viral, diperlihatkan seorang balita laki-laki yang menangis histeris sendirian di dalam tenda.

Video tersebut viral karena sang anak diduga ditinggal orangtuanya mendaki ke puncak Gunung Prau. Kelalaian orangtua dari anak tersebut kemudian menuai kecaman luas dari warganet dan komunitas pendaki gunung.

Setelah videonya ramai diperbincangkan, Papa dari sang anak langsung datang ke basecamp untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf.

Untuk mengetahui kronologi selengkapnya, berikut Popmama.com rangkumkan informasinya.

  1. 1. Kronologi balita ditinggal sendirian di tenda

    ditinggal orangtua summit gunung
    Tiktok.com/@infopendakibandung

    Dalam informasi yang beredar dari video di media sosial, peristiwa ini bermula ketika rombongan pendaki lain tengah melintas di sekitar area perkemahan Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah.

    Mereka mendadak mendengar suara tangisan anak kecil dari arah sebuah tenda yang tertutup rapat tanpa ada orang dewasa di sekitarnya.

    Merasa curiga dan khawatir, para pendaki langsung mendekati tenda dan menemukan seorang balita dalam kondisi sangat ketakutan dan menggigil kedinginan.

    Mereka pun segera menenangkan sang anak dan menunggunya di lokasi selama lebih dari satu jam.Setelah lebih dari satu jam berlalu, orangtua dari balita tersebut baru kembali dari area puncak gunung.

  2. 2. Klarifikasi dan permintaan maaf Papa dari sang anak

    orangtua balita summit gunung
    Instagram.com/prau_mountain

    Setelah videonya ramai diperbincangkan, Papa balita tersebut akhirnya datang ke basecamp untuk meminta maaf sekaligus memberikan klarifikasi.

    Video permintaan maaf itu diunggah oleh akun Instagram @ranger_prau dan @prau_mountain pada Sabtu (17/10/2026).

    Dalam keterangannya, sang Papa mengakui kelalaiannya dalam menjaga anak.

    "Saya selaku orangtua di video tersebut ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya, ini menjadi pembelajaran buat saya untuk menjaga anak-anak saya dengan lebih baik lagi," ujarnya.

    Dijelaskan oleh pihak Prau dalam unggahan klarifikasi tersebut, orangtua dari balita itu pergi summit saat putranya tertidur dan dititipkan kepada temannya yang mendirikan tenda bersebelahan.

    Namun, ketika balita tersebut terbangun dan mulai menangis, teman yang dititipi disebut ikut tertidur sehingga tidak mengetahui kondisi sang anak yang mulai menangis histeris.

    Pihak orangtua juga meminta agar video anaknya segera dihapus dari media sosial.

  3. 3. Pentingnya pengawasan anak di mana pun dan kapan pun

    papa temani anak tidur
    Magnific

    Setelah videonya viral, banyak netizen yang ramai mengecam aksi sang Papa yang tega meninggalkan anaknya summit apa pun itu alasannya.

    Sebagai orangtua, kita seharusnya selalu mendampingi dan melindungi anak, terlebih ketika berada di kawasan umum yang perlu pengawasan ketat.

    Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi setiap orangtua untuk tidak meninggalkan anak di mana pun dan kapan pun, terutama dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

    Anak-anak, terutama balita, sangat bergantung pada pendampingan orang dewasa karena belum mampu menjaga diri sendiri.

    Orangtua dan keluarga terdekat harus memastikan anak selalu dalam pengawasan, bahkan ketika anak sedang tidur sekalipun.

    Menitipkan anak kepada orang lain pun harus dipastikan bahwa pengasuhnya benar-benar bertanggung jawab dan memahami kondisi anak, Ma.

    Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Keselamatan dan keamanan anak harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas keluarga, termasuk saat melakukan kegiatan di alam terbuka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More