Flu seringkali dianggap sebagai penyakit musiman biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.
Padahal Ma, bisa jadi si Kecil terkena virus influenza. Virus ini memiliki potensi penyebaran yang sangat cepat, terutama di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat angka kematian akibat komplikasi flu secara global dapat mencapai 3 hingga 5 juta jiwa setiap tahunnya.
Melansir dari data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus di Indonesia relatif stabil antara September 2025 hingga September 2026.
Hal ini justru berbanding terbalik dengan situasi di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Singapura yang justru menunjukkan lonjakan signifikan hingga 30%.
Ancaman ini semakin nyata karena virus Influenza A sangat mudah bermutasi antar manusia maupun hewan, serta berisiko memicu keparahan kesehatan terutama bagi kelompok rentan.
Nah, untuk menekan risiko penularan dan komplikasi serius, Mama dan Papa peru mengetahui pemahaman secara mendalam mengenai karakteristik virus, kelompok rentan, serta langkah pencegahan yang tepat.
Misalnya dengan menerapkan protokol kebersihan diri dan menjaga kualitas sirkulasi udara di ruang publik dapat melindungi Mama, Papa, si Kecil, dan si Anak dari paparan virus influenza yang kian mengintai.
Untuk membantu Mama dan Papa mendapatkan pemahaman mendalam, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyelenggarakan seminar media dengan topik “Mewaspadai Influenza A di Tengah Cuaca Kemarau Panjang” dengan narasumber Prof. Dr. Anggraini Alam, dr., Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K).
Maka dari itu, yuk simak fakta waspada lonjakan influenza kenali gejala dan cara mencegahnya di Popmama.com.
