Apakah Anak Tidak Bahagia Cenderung Melakukan Tindakan Menyimpang?

Kebahagiaan anak tidak terlepas dari peran orangtua

26 Maret 2020

Apakah Anak Tidak Bahagia Cenderung Melakukan Tindakan Menyimpang
Freepik

Setiap orangtua tentu akan merasa senang ketika melihat anak tumbuh besar dengan bahagia.

Kebahagiaan yang anak rasakan sejak kecil diketahui bisa membuat perkembangan karakter dan emosinya menjadi lebih baik dan stabil.

Kebahagiaan anak diketahui bisa dibentuk sejak dini, namun hal ini tidak terlepas dari campur tangan orangtua.

Selain itu, tingkat kebahagiaan anak juga bisa dilihat dari tingkah laku dan ekspresi yang mereka tunjukkan.

Mengetahui apakah anak bahagia bisa terlihat dari ekspresi mereka ketika tertawa dan terharu. Apakah anak menunjukkan kepuasan dalam emosinya tersebut. Tak hanya itu, kebahagiaan anak juga bisa dilihat dari lingkungan yang mendukungnya.

Lalu, apa pengaruh dari ketidak bahagiaan anak terhadap perkembangan karakter dan emosinya? apa ada kaitannya jika anak melakukan perilaku menyimpang dengan kenangan masa kecilnya?

Menurut penjelasan dari Ayoe P. Sutomo, M.Psi selaku Psikolog dari Tiga Generasi, ada kemungkinan kebahagiaan masa kecil dapat berpengaruh dengan perkembangannya.

Tetapi bukan berarti orangtua bisa memukul rata anak yang tidak bahagia saat kecil akan memiliki perilaku menyimpang saat dewasa.

Peran orangtua juga sangat diperlukan dalam hal mendukung perkembangan anak secara positif.

"Ada jurnal penelitian yang memaparkan bahwa anak yang berbahagia pada saat kecil, memiliki korelasi positif dengan kondisinya pada saat remaja bahkan hingga dewasa yang lebih sehat mental," kata Ayoe dalam acara Live Streaming Nestlé LACTOGROW pada Kamis (19/3) lalu. 

Ia juga mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Tiga Generasi, 66% orangtua mengatakan bahwa kebahagiaan anak sebetulnya tidak jauh dari peran orangtua itu sendiri.

Lalu, seperti apa peran orangtua yang dimaksud sehingga bisa berpengaruh pada kebahagiaan dan perkembangan karakternya? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.

1. Orangtua hadir secara penuh saat bersama anak

1. Orangtua hadir secara penuh saat bersama anak
Freepik

Kehadiran orangtua secara penuh saat berinteraksi dengan anak diketahui dapat berpengaruh pada perkembangan karakternya.

Hadir secara penuh yang dimaksud berarti punya waktu semaksimal mungkin untuk berinteraksi dengan anak tanpa adanya gangguan.

Kehadiran orangtua ini nantinya akan membuat pertemuan yang berkualitas sehingga memberikan kesan positif di ingatan anak.

Dengan begitu, anak akan merasa adanya kehadiran orangtua meski setiap harinya orangtua sibuk bekerja.

2. Buat komunikasi positif dan relasi yang hangat dengan anak

2. Buat komunikasi positif relasi hangat anak
Freepik

Membangun komunikasi dengan anak bisa efektif membangun hubungan positif antara anak dan orangtua. Untuk bisa berbicara dengan anak tentu diperlukan gaya pendekatan yang berbeda.

Misalnya, membangun komunikasi dengan anak usia 4-5 tahun tidak bisa disamakan dengan anak usia 10 tahun.

Sama halnya dengan berkomunikasi dengan anak usia 12 tidak bisa disamakan dengan anak usia 6 tahun.

Orangtua perlu memahami bahwa anak memiliki gaya komunikasi yang berbeda dari segi umur.

Hal ini yang perlu diperhatikan orangtua supaya berkeinginan belajar menjalin relasi hangat dengan anak.

Editors' Picks

3. Mengajarkan anak mengenali emosinya

3. Mengajarkan anak mengenali emosinya
Freepik/jcomp

Dengan memiliki waktu yang berkualitas dengan anak, orangtua dapat mengenal anaknya lebih dekat lagi.

Orangtua dapat memerhatikan emosi dan gestur anak ketika menghadapi situasi disekitarnya.

PMisalnya, anak menunjukkan emosi kurang menyenangkan sehingga ia marah. Sebagai orangtua, dapat menenangkan marahnya dengan memberi tahu apa yang sebaiknya ia lakukan ketika marah.

Sama halnya ketika anak sedang merasa sedih. Katakan pada anak bahwa emosi yang ia rasakan adalah hal wajar.

Ajarkan ia untuk mengelola dan mengungkapkan emosinya secara tepat dengan tidak merugikan orang lain.

4. Membuat kegiatan rutin bersama anak

4. Membuat kegiatan rutin bersama anak
Freepik

Hal berikutnya yang dapat orangtua lakukan adalah membuat kegiatan rutin bermanfaat dengan anak.

Tidak perlu melakukan kegiatan yang terlalu sulit, mulai saja dengan hal kecil yang sederhana. Seperti menemaninya belajar atau makan bersama setiap malam.

Dengan begitu, anak akan merasakan kehadiran orangtua sehingga mereka merasa nyaman dan aman.

Saat anak merasa nyaman dengan lingkungan keluarganya, pikiran anak akan berubah menjadi menyengkan jika berada di rumah.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada masa tumbuh kembangnya dan menjadikan mentalnya lebih sehat.

5. Orangtua membangun suasana yang positif ketika berinteraksi dengan anak

5. Orangtua membangun suasana positif ketika berinteraksi anak
Freepik

Tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak memiliki perasaan yang cenderung lebih sensitif dibandingkan orang dewasa.

Bukan tidak mungkin jika anak-anak bisa mengetahui suasana hati orangtuanya. Memang sebagai orangtua bukan berarti harus terus terlihat bahagia dihadapan anak, melainkan mampu mengendalikan emosinya sehingga anak tidak menjadi sasaran kekesalan ketika mood orangtua sedang tidak baik.

Sebagai orangtua juga perlu belajar mengatur emosi dengan cara bersyukur dan menerima apapun keadaan yang dialami saat ini.

Dengan begitu, anak akan melihat bagaimana orangtua menyikapi sesuatu hal yang sulit dengan positif, sehingga anak bisa menirunya.

Ketika orangtua merasa ada emosi negatif yang berasal dari faktor luar maupun dalam, boleh saja mengambil waktu untuk diri sendiri agar lebih tenang. Tidak masalah jika orangtua merasa belum memungkinkan berinteraksi langsung dengan anak saat suasana hati sedang tidak baik.

Biarkan anak bermain dengan orang lain yang bisa mendampingi, kemudian setelah suasana hati telah membaik dan semua masalah sudah diterima dengan baik, barulah lakukan pertemuan berkualitas dengan anak.

Itulah peran orangtua yang bisa Mama dan Papa lakukan agar tumbuh kembang anak lebih positif sehingga berpengaruh pada kesehatan mentalnya di masa mendatang.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.