Tips Mencetak Anak yang Unggul dengan Cara Hidup Bijaksana dan Baik

Utamakan moralitas yang baik pada si Kecil, Ma

30 September 2020

Tips Mencetak Anak Unggul Cara Hidup Bijaksana Baik
Unsplash/Gabriel Baranski

Sebagian orangtua mungkin berpikir bahwa anak unggul itu harus berprestasi di bidang akademik. Namun, anak juga perlu memiliki karakter yang bijaksana dan baik sehingga ia mampu beradaptasi dalam kehidupan di masa depan. 

Biasanya, mencetak anak berprestasi akademik dapat orangtua lakukan dengan memfasilitasi si Kecil dengan pendidikan optimal melalui sekolah atau les. Sedangkan dalam menghasilkan anak yang bijaksana serta baik, orangtua perlu terlibat langsung. 

Proses mengajarkan anak hidup yang bijaksana dan baik pun cukup panjang sehingga perlu kesabaran dan konsisten, Ma. Jadi, orangtua perlu menerapkannya mulai dari rumah sejak dini. 

Lalu, sebenarnya seberapa penting ya hidup bijaksana dan baik bagi anak? Bagaimana cara yang bisa Mama dan Papa lakukan agar anak dapat hidup dengan bijaksana juga baik? 

Yuk, simak penjelasan Popmama.com lebih lanjut. Dikutip dari pernyataan Irma Gustiana A, S.Psi., M.Psi., Psikolog Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga secara eksklusif pada acara Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020.

1. Pentingnya hidup bijaksana dan baik

1. Penting hidup bijaksana baik
Popmama.com/Amelia Riskita Putri

Hidup bijaksana dan baik berhubungan erat dengan anak yang unggul, Ma. Kehidupan bijaksana dan baik mencakup moral atau etika serta akhlak positif yang perlu dimiliki anak. 

Anak unggulan disertai karakter bijaksana dan baik sangat penting karena kehidupan penuh persaingan, banyak juga hal yang dibutuhkan agar si Kecil dapat bertahan hidup. 

"Jadi, penting bagi orangtua untuk mengajarkan perilaku sesuai moral agar anak dapat berperilaku bijaksana dan baik di masa depan. Terlebih, anak akan tumbuh dewasa dan mungkin menjadi orangtua. Dengan karakter bijaksana dan baik, anak pun mampu serta siap menghadapi kehidupan," jelas Irma Gustiana. 

Apabila anak dapat menjadi manusia yang bijaksana dan baik, ia akan dapat berhasil dalam karir, pendidikan, percintaan, rumah tangga, dan hal lainnya. 

Selain itu, dengan memiliki moral yang baik, buah hati Mama pun bisa berinterkasi dan memberikan kontribusi positif dalam masyarakat atau lingkungan sekitar. 

Editors' Picks

2. Cara menanamkan hidup bijaksana dan baik

2. Cara menanamkan hidup bijaksana baik
Unsplash/Nathan Dumlao

Mengajarkan anak cara hidup bijaksana dan baik merupakan suatu hal yang menjadi tanggungjawab orangtua. Jadi, Mama dan Papa bertugas untuk menciptakan anak yang memiliki pribadi positif dan berkarakter baik. 

Menurut Irma, cara menanamkan hidup bijaksana dan baik pada anak diperlukan latihan. "Jadi, orangtua di rumah perlu melatih dengan cara memberi contoh yang baik dan positif sejak dini. Dalam memberikan contoh ini, diperlukan juga konsistensi."

Beberapa contoh latihan sederhana yang dapat Mama dan Papa lakukan, yaitu mengajarkan kejujuran, tolong menolong, rendah hati, tanggung jawab, dan kasih sayang. 

Misalnya, dengan membiasakan anak menerapkan kata-kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kata terima kasih, tolong, permisi, dan maaf. 

"Kata-kata ajaib ini jika terus menerus dilatih, dapat masuk ke dalam hati nurani anak sehingga diterapkan pada kehidupan," tambahnya. 

Selain itu, orangtua juga dapat melatih anak berkata dan berperilaku jujur dengan cara membiasakan si Kecil terbuka. Serta mengajarkan toleransi melalui perilaku saling menghargai anggota keluarga, Ma. 

3. Pentingnya memberikan apresiasi pada buah hati

3. Penting memberikan apresiasi buah hati
Popmama.com/Amelia Riskita Putri

Dalam mendidik anak unggul dengan cara hidup bijaksana dan baik, adanya apresiasi juga diperlukan, Ma. Hal sesederhana atau sekecil apapun yang dilakukan secara positif oleh anak, patut diberikan apresiasi. 

Tak hanya terpacu pada prestasi di bidang akademik, beragam hal positif yang dilakukan buah hati tetap perlu diapresiasi. Misalnya, ketika anak berhasil merapikan mainannya sendiri. 

Kegiatan sederhana ini termasuk prestasi karena anak sebenernya sedang berproses untuk menjadi pribadi yang disiplin. 

"Bentuk apresiasi yang dapat orangtua berikan, yaitu dengan kalimat positif, bisa juga dalam bentuk bodycontact berupa sentuhan sehingga menciptakan efek psikologis yang bagus dan memperkuat bonding," kata Irma. 

Orangtua pun boleh memberikan apresiasi dalam bentuk materi, tetapi tidak harus dilakukan terus-menerus sehingga si Kecil belajar menghargai dan tidak hanya menilai sesuatu dengan materi saja. 

Perlu diingat juga bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kapasitas sendiri dan tidak bisa disamaratakan. Kesadaran akan hal ini akan mencegah Mama dan Papa dari rasa kecewa dan minim apresiasi pada anak. Padahal, masing-masing anak berhak mendapatkan penghargaan dalam bentuk apresiasi. 

4. Hal yang dilakukan ketika si Kecil salah

4. Hal dilakukan ketika si Kecil salah
Unsplash/Paige Cody

Selama proses pembelajaran kehidupan yang bijaksana dan baik, anak mungkin saja melakukan kesalahan. Maka, orangtua perlu mengendalikan sikap dengan tetap tenang dan mengetahui cara yang tepat dalam mengatasinya. 

"Kalau anak berbuat salah atau bertentangan dengan apa yang orangtua sampaikan. Ajaklah komunikasi terlebih dahulu. Namun, sebaiknya ciptakan rasa aman dan nyaman pada anak," ucap Irma. 

Kemudian, koreksi kesalahan anak dengan cara positif. Tidak perlu menggunakan suara tinggi atau teriakan, kata-kata yang melukai dan menjatuhkan harga diri, serta membuat anak merasa tidak nyaman. 

"Ajak diskusi, jangan langsung menyalahkan dan menyerang karena dapat membuat anak merasa terancam juga defensif. Hal ini justru membuat anak tidak jujur sehingga berusaha menutupi kesalahan. Sampaikan saja kesalahan berdasarkan faktanya agar anak-anak mengerti. Apabila anak jujur dan mengakui, beri apresiasi. Adanya rasa nyaman dalam hubungan orangtua dan anak akan mendatangkan kejujuran. Jangan lupa juga untuk menghadapinya dengan sabar," imbuhnya. 

5. Moral baik yang perlu dimiliki anak

5. Moral baik perlu dimiliki anak
Unsplash/Nurpalah Dee

Moral baik diperlukan si Kecil untuk menjalani kehidupannya sebagai makhluk sosial. Umumnya, moral baik yang perlu dimiliki anak bergantung pada nilai masing-masing keluarga, Ma. 

"Mungkin ada keluarga yang lebih mengedepankan toleransi atau tanggung jawab sebagai prioritas. Jadi, kembali lagi pada cara setiap orangtua dalam mengomunikasikan tentang nilai-nilai yang dianut keluarga," jelas Irma. 

Beberapa nilai dalam keluarga yang mungkin dianut, yaitu kasih sayang, saling menghargai dan menghormati, tanggung jawab, disiplin, serta tolong menolong. Selain itu, pondasi dasar yang penting untuk dijunjung keluarga untuk diajarkan pada anak adalah spiritual. 

Apabila anak menyadari adanya perbedaan dalam nilai-nilai yang dianut dalam keluarga lain, ajaklah anak untuk berkomunikasi agar mengerti.

"Perbedaan ini justru berfungsi sebagai wujud saling menghargai dan toleransi. Selain itu, ajari juga tentang kasih sayang karena pada dasarnya nilai-nilai tersebut dibutuhkan dalam kehidupan yang penuh perbedaan," tambahnya. 

Cara-cara yang dapat diajarkan oleh orangtua, yaitu melalui perkataan dan perbuatan atau cerita dari dongeng bertema moralitas. Bisa juga melalui permainan peran, Ma. 

Itulah tips yang dapat orangtua terapkan dalam usaha mencetak anak unggul dengan cara hidup bijaksana dan baik. Tetap semangat dan semoga anak-anak Mama dapat tumbuh sesuai harapan, ya. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.