Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Bertanya "Aku Lahir dari Mana?" Begini Cara Menjawabnya, Ma!
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Anak di bawah 5 tahun cukup dikenalkan bahwa bayi tumbuh di rahim selama sekitar sembilan bulan, memakai istilah tubuh yang benar dan penjelasan sederhana.

  • Pada usia 5–8 tahun, penjelasan dapat mencakup pertemuan sel telur dan sperma; di atas 8 tahun, bahas hubungan seksual, persetujuan, privasi, serta batasan tubuh.

  • Orang tua perlu menjawab jujur sesuai usia, bertahap, dan tanpa membuat anak malu, sambil mengenalkan bahwa keluarga dapat terbentuk melalui kehamilan, IVF, adopsi, atau pengasuhan keluarga lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki usia TK, kemampuan berpikir anak biasanya mulai berkembang semakin pesat. Rasa ingin tahunya pun ikut meningkat, sehingga Mama mungkin mulai mendengar berbagai pertanyaan yang tidak terduga. Salah satunya, “Mama, aku lahir dari mana?”

Pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses belajar anak untuk memahami dirinya dan dunia di sekitarnya. Anak belum tentu membutuhkan penjelasan panjang seperti orang dewasa, tetapi tetap penting bagi Mama untuk memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan usianya.

Dokter Citra Amelia, SpA, IBCLC, MKes, membagikan cara menjawab pertanyaan tentang asal kelahiran anak berdasarkan tahap usianya. Penjelasan dapat diberikan secara bertahap, mulai dari mengenalkan bagian tubuh hingga memahami proses terjadinya kehamilan.

Lantas, bagaimana cara menjawab pertanyaan ketika anak mulai bertanya soal asal kelahirannya?

Berikut Popmama.com telah merangkum jawaban ketika anak mulai bertanya soal asal kelahirannya. Yuk, simak!

1. Anak di bawah usia 5 tahun bisa dikenalkan dengan rahim dahulu

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Anak berusia kurang dari 5 tahun umumnya belum membutuhkan penjelasan mengenai proses reproduksi secara mendetail. Mama dapat memulai dengan mengenalkan nama bagian tubuh dan letaknya menggunakan istilah yang benar.

Ketika Si Kecil bertanya dari mana dirinya lahir, Mama dapat menjelaskan bahwa bayi tumbuh di dalam tubuh Mama, tepatnya di tempat khusus yang disebut rahim.

Mama bisa mengatakan bahwa rahim merupakan tempat bayi tumbuh sekaligus membantu melindungi bayi selama berada di dalam tubuh Mama. Pada awalnya, ukuran bayi masih sangat kecil, kemudian perlahan tumbuh selama kurang lebih sembilan bulan.

Setelah bayi tumbuh dan siap dilahirkan, barulah bayi keluar dari tubuh Mama. Penjelasan sederhana seperti ini sudah cukup untuk membantu anak memahami bahwa dirinya pernah tumbuh di dalam rahim tanpa membuatnya menerima informasi yang belum sesuai dengan tahap perkembangannya.

2. Usia 5–8 tahun mulai memahami proses terbentuknya bayi

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Ketika memasuki usia 5–8 tahun, rasa penasaran anak biasanya semakin berkembang. Jika sebelumnya anak sudah mengenal nama, letak, dan fungsi bagian tubuh pribadi perempuan maupun laki-laki, Mama dapat mulai memberikan penjelasan yang lebih detail.

Mama dapat menjelaskan bahwa bayi mulai terbentuk ketika sel telur dan sperma bergabung di dalam rahim. Setelah proses tersebut terjadi, bayi akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan.

Penjelasan bisa diberikan dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan pertanyaan anak. Mama juga dapat menjelaskan bahwa ketika bayi sudah siap dilahirkan, bayi dapat keluar dari rahim melalui vagina Mama.

Tidak perlu terburu-buru memberikan seluruh informasi dalam satu percakapan. Mama bisa menjawab sesuai pertanyaan anak dan menambahkan penjelasan ketika ia kembali bertanya.

Cara ini membantu anak memahami informasi secara bertahap sekaligus membuat pembicaraan mengenai tubuh dan reproduksi terasa lebih natural.

3. Anak di atas 8 tahun bisa mendapat penjelasan yang lebih rumit

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Anak berusia lebih dari 8 tahun yang sudah memahami organ reproduksi dapat diberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai bagaimana kehamilan dapat terjadi. Pada usia ini, anak mungkin juga sudah mendengar berbagai informasi dari teman, sekolah, internet, atau media sosial.

Mama dapat menjelaskan bahwa hubungan seksual merupakan salah satu cara terjadinya kehamilan. Dalam hubungan seksual, penis dapat masuk ke dalam vagina.

Mama juga penting untuk mengenalkan konsep persetujuan, yaitu hubungan seksual harus dilakukan dengan persetujuan dari kedua orang yang terlibat.

Mama kemudian dapat menjelaskan bahwa sperma dapat bergerak melalui saluran reproduksi perempuan menuju rahim. Apabila sperma bertemu dengan sel telur, proses perkembangan calon bayi dapat dimulai.

Pembicaraan ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Mama untuk mengajarkan anak mengenai batasan tubuh, privasi, persetujuan, serta pentingnya mencari informasi tentang kesehatan reproduksi dari sumber yang tepercaya.

4. Jelaskan bahwa setiap keluarga bisa memiliki cerita yang berbeda

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Pertanyaan tentang anak lahir dari mana juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan pada keberagaman bentuk keluarga. Tidak semua anak hadir ke dalam keluarga melalui proses kehamilan dan kelahiran yang sama.

Mama dapat bercerita bahwa ada keluarga yang memiliki anak melalui program bayi tabung atau IVF. Ada pula anak yang hadir melalui proses adopsi atau tumbuh bersama keluarga asuh melalui foster care.

Sebagian anak mungkin juga dibesarkan oleh kakek dan nenek, om dan tante, atau anggota keluarga lainnya. Setiap keluarga memiliki cerita masing-masing tentang bagaimana mereka bertemu, tumbuh bersama, dan saling menyayangi.

Hal yang penting untuk ditekankan kepada anak adalah bahwa perbedaan cara kehadiran seorang anak tidak membuat satu keluarga menjadi lebih atau kurang berharga dibandingkan dengan keluarga lainnya. Setiap anak tetap memiliki tempat dan dicintai dalam keluarganya.

5. Jawab pertanyaan anak dengan jujur dan sesuai usianya

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Mama mungkin merasa gugup ketika pertama kali mendengar pertanyaan:

“Aku lahir dari mana?”

Namun, sebenarnya tidak perlu langsung memberikan penjelasan yang terlalu panjang. Mama dapat memulai dari hal yang sedang ingin diketahui anak.

Jika pertanyaannya hanya tentang tempat bayi tumbuh, cukup jelaskan mengenai rahim. Ketika pertanyaannya berkembang menjadi bagaimana bayi bisa terbentuk, Mama dapat menambahkan penjelasan mengenai sel telur dan sperma sesuai usianya.

Gunakan istilah tubuh yang benar, bahasa yang sederhana, dan nada bicara yang tenang. Hindari membuat anak merasa malu karena bertanya atau menganggap pertanyaannya sebagai sesuatu yang tabu.

Jawaban yang terbuka juga dapat membuat anak merasa aman untuk kembali bertanya ketika menemukan informasi baru. Dengan begitu, Mama dapat membantu Si Kecil mendapatkan pemahaman yang benar mengenai tubuh, kelahiran, hubungan, dan keluarga sejak dini.

Itulah cara menjawab ketika anak mulai bertanya soal asal kelahirannya. Rasa penasaran anak merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya, Ma.

Jadi, tidak perlu panik ketika pertanyaan-pertanyaan tentang tubuh dan kelahiran mulai bermunculan. Semoga membantu ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article