- Influenza A
Vaksin Influenza Bisa Diberikan Mulai Usia Berapa?

Proporsi influenza naik menjadi 38 persen hingga 12 September 2026, dengan 33 persen kasus pada anak usia 0–4 tahun; Kemenkes menyebutnya fenomena musiman dan fasilitas kesehatan terkendali.
Influenza muncul mendadak, ditandai demam, batuk berat, nyeri tubuh, lemas, sakit tenggorokan, dan pilek; berbeda dari selesma yang umumnya lebih ringan dan berkembang bertahap.
Pencegahan meliputi vaksin influenza mulai usia 6 bulan, kebersihan tangan, etika batuk-bersin, menghindari kontak saat sakit, serta pemeriksaan medis bila anak mengalami gejala berat atau memburuk.
Kasus influenza A tengah menjadi perhatian setelah terjadi peningkatan kasus pada anak usia dini. Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan RI hingga 12 September 2026, proporsi influenza meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya.
Dari kasus influenza yang terdeteksi, sebanyak 33 persen terjadi pada kelompok usia 0–4 tahun. Kementerian Kesehatan menyebut peningkatan kasus ini masih merupakan fenomena musiman yang wajar terjadi menjelang akhir tahun.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memastikan fasilitas kesehatan nasional masih dalam kondisi terkendali dan tidak mengalami overcapacity akibat kenaikan kasus tersebut.
Meski demikian, orangtua tetap perlu waspada, terutama ketika Si Kecil mulai mengalami demam dan batuk. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dasar dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
Lantas, sebenarnya apa itu influenza dan bagaimana membedakannya dari pilek biasa? Berikut Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama.
Yuk, simak!
1. Apa itu influenza?

Popmama.com/Violin Heldina/AI Influenza atau flu merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang sangat mudah menular dan disebabkan oleh virus influenza. Virus ini dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, maupun melalui kontak dengan tangan atau permukaan yang telah terkontaminasi.
Virus influenza sendiri terdiri dari empat tipe, yaitu influenza A, B, C, dan D. Namun, influenza A dan B merupakan tipe yang paling berperan dalam menyebabkan wabah influenza musiman pada manusia.
Influenza A dapat menginfeksi manusia maupun berbagai jenis hewan. Virus ini juga memiliki beberapa subtipe berdasarkan protein yang berada di permukaannya. Pada manusia, influenza A yang saat ini banyak beredar antara lain subtipe H1N1 dan H3N2.
- Influenza B
Influenza B terutama menyerang manusia dan juga dapat menyebabkan influenza musiman. Gejalanya dapat menyerupai influenza A, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, hingga nyeri tubuh.
- Influenza C
Influenza C lebih jarang ditemukan dan umumnya menyebabkan infeksi yang lebih ringan. Karena itu, tipe ini tidak menjadi penyebab utama wabah influenza musiman pada manusia.
- Influenza D
Influenza D terutama ditemukan pada hewan ternak, khususnya sapi. Hingga saat ini, virus influenza D belum diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.
2. Apa saja gejala influenza pada anak?

Popmama.com/Violin Heldina/AI Gejala influenza biasanya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terinfeksi, dengan rata-rata sekitar dua hari. Berbeda dari pilek biasa yang dapat berkembang secara bertahap, influenza sering kali muncul secara tiba-tiba.
Beberapa gejala influenza yang perlu diperhatikan orangtua antara lain:
- demam yang muncul secara tiba-tiba,
- batuk yang biasanya dapat cukup berat,
- sakit kepala,
- nyeri otot dan sendi,
- tubuh terasa sangat lemas atau tidak enak badan,
- sakit tenggorokan,
- pilek.
Batuk akibat influenza juga dapat berlangsung lebih lama dibandingkan gejala lainnya, bahkan hingga dua minggu atau lebih.
Sebagian besar orang dapat pulih dari demam dan gejala influenza lainnya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa membutuhkan perawatan medis khusus. Namun, influenza tetap perlu diperhatikan karena pada kelompok tertentu penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dalam kasus berat, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan sepsis. Risiko penyakit berat juga lebih tinggi pada kelompok tertentu, termasuk anak-anak usia kecil.
3. Influenza tidak sama dengan pilek biasa

Popmama.com/Violin Heldina/AI Mama mungkin masih menganggap semua kondisi demam, batuk, dan pilek sebagai flu. Padahal, influenza berbeda dengan common cold atau selesma.
Keduanya memang sama-sama disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan gejala yang mirip. Namun, common cold bukan disebabkan oleh virus influenza.
Ada ratusan jenis virus yang dapat menyebabkan selesma, sementara influenza secara khusus disebabkan oleh virus influenza.
Influenza juga cenderung muncul lebih mendadak dengan demam, batuk, nyeri tubuh, dan rasa lemas yang lebih terasa. Sementara itu, gejala common cold umumnya lebih ringan.
Gejala influenza biasanya meliputi:
- demam yang muncul secara tiba-tiba,
- batuk yang dapat terasa cukup berat,
- sakit kepala,
- nyeri otot dan sendi,
- rasa sangat lemas atau tidak enak badan,
- kadang-kadang sakit tenggorokan,
- cukup sering menggigil.
Sementara itu, gejala batuk pilek biasa (common cold) biasanya meliputi:
- hidung berair atau tersumbat,
- bersin-bersin,
- sakit tenggorokan,
- batuk,
- demam yang umumnya ringan atau bahkan tidak terjadi,
- rasa lelah,
- nyeri tubuh yang biasanya lebih ringan.
Karena gejalanya dapat saling menyerupai, orangtua tidak selalu bisa menentukan penyebabnya hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan medis atau tes tertentu dapat diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi.
4. Vaksin influenza bisa diberikan mulai usia 6 bulan

Popmama.com/Violin Heldina/AI Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk membantu mencegah influenza sekaligus mengurangi risiko penyakit berat. WHO merekomendasikan vaksin influenza, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, termasuk anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Untuk anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali mendapatkan vaksin influenza, umumnya diperlukan dua dosis dengan jarak setidaknya empat minggu.
Setelah itu, vaksin influenza diberikan secara rutin setiap tahun sesuai rekomendasi dan jenis vaksin yang digunakan.
Pemberian vaksin setiap tahun penting karena virus influenza terus mengalami perubahan. Komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala agar dapat memberikan perlindungan terhadap virus influenza yang diperkirakan banyak beredar.
5. Jangan lupa terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat

Popmama.com/Violin Heldina/AI Selain vaksinasi, kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam mengurangi risiko penularan influenza di rumah maupun lingkungan sekitar. Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan Mama dan keluarga, antara lain:
- rajin mencuci tangan,
- tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin,
- tetap di rumah ketika sedang sakit,
- hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit,
- hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.
Influenza memang merupakan penyakit yang umum terjadi dan sebagian besar orang dapat pulih tanpa perawatan khusus. Namun, ketika kasus sedang meningkat, Mama perlu memperhatikan kondisi Si Kecil, terutama jika demam dan batuk muncul secara tiba-tiba.
Jika gejala terlihat berat, anak tampak sangat lemas, mengalami kesulitan bernapas, atau kondisinya justru semakin memburuk, jangan ragu untuk membawa Si Kecil mendapatkan pemeriksaan medis.
Menjaga kebersihan, membatasi kontak saat sakit, dan melengkapi vaksinasi sesuai rekomendasi dapat menjadi langkah yang dilakukan bersama untuk membantu melindungi keluarga dari influenza.
Itulah beberapa hal yang perlu Mama ketahui tentang influenza pada anak, mulai dari gejala, perbedaannya dengan pilek biasa, hingga cara mencegah penularannya.
Semoga informasi ini membantu Mama lebih mengenali influenza ya!


















