“Penanganan eczema bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial. Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eczema melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eczema saat kambuh.” ungkap dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE.
Anak Gatal Kering pada Kulit? Bisa Jadi Itu Eksim Atopik

Eksim atopik adalah peradangan kulit dengan gejala kering, gatal hebat, kemerahan, dan bersisik; dapat muncul sejak bayi hingga remaja serta berisiko infeksi bila digaruk.
Kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik dan riwayat alergi, lalu dipicu debu, cuaca ekstrem, bahan pakaian, sabun, stres, atau suhu panas yang memicu siklus kambuh.
Orangtua dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan, memilih pelembap sesuai kebutuhan, menghindari self-diagnosis, dan rutin berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan yang tepat, termasuk terapi klinis bila diperlukan.
Mama pernah gak sih melihat anak yang sering menggaruk muka atau tangannya? Kulit anak terlihat kering dan terdapat ruam merah.
Bisa jadi itu eksim atopik, Ma!
Orangtua mana yang tidak hancur hatinya melihat si Kecil harus menahan gatal luar biasa setiap hari?
Perjalanan panjang merawat anak dengan eksim bukanlah hal yang mudah, Ma.
Mulai dari malam tanpa tidur hingga kewaspadaan ekstra terhadap berbagai pemicu di sekitar, semua dilakukan demi memastikan si Kecil dapat tumbuh dengan nyaman dan ceria.
Kondisi kulit sensitif ini kerap menjadi ujian mental tersendiri bagi para orangtua.
Apalagi, eksim pada anak seringkali datang dan pergi dalam sebuah siklus flare-up yang melelahkan.
Eczema atau yang dikenal eksim bukan sekedar kondisi kulit yang kemerahan, gatal, atau tidak nyaman, tetapi juga perjalanan panjang yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dari kondisi kulit yang muncul saat flare-up, kondisi emosional, hingga keluarga yang turut mendampingi pasien.
Fitra Said atau Mama Kaluna, seorang ibu yang mendampingi anak dengan eczema sekaligus pasien di ERHA Ultimate membagikan pengalamannya sebagai caregiver anaknya yang mengalami kondisi eksim.
Mulai dari memahami perubahan pada kulit, menghadapi periode flare-up, hingga menyesuaikan kebutuhan dan aktivitas anak sehari-hari.
Pengalaman Mama Kaluna tersebut menunjukkan bahwa eczema tidak hanya dirasakan oleh pasien, melainkan juga orang-orang terdekatnya.
Adanya dukungan keluarga turut membantu dalam melalui dan mengerti kondisi pasien. Seperti merubah dan mengenali kebutuhan sehari-hari hingga mendampingi perjalanan perawatan dalam jangka panjang.
Melalui peringatan World Atopic Eczema Day 2026 yang bertajuk “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” pada Jumat, 25 September 2026, acara tersebut membawa satu pesan sederhana untuk para caregiver eczema lainnya, “di balik setiap kondisi kulit yang terlihat, ada cerita, proses, dan kebutuhan yang berbeda”
Berikut Popmama.com berikan fakta anak gatal kering pada kulit, bisa jadi itu eksim atopik, Ma.
Yuk disimak!
Mengenal Eksim Atopik dan gejalanya

Pinterest.com/parents Mama perlu mengenal sebenarnya apa itu eksim dan gejalanya.
Eksim adalah peradangan kulit yang umumnya ditandai dengan kulit kering, sangat gatal, kemerahan, hingga bersisik.
Kondisi tersebut bisa muncul sejak bayi berusia dua minggu hingga remaja, dan jika didiamkan dapat meluas serta memicu komplikasi seperti infeksi akibat garukan. Meskipun tidak menular dan bukan kondisi yang berbahaya secara langsung, gejalanya sangat mengganggu kenyamanan tidur serta aktivitas harian si Kecil.
Jika anak mulai sering rewel karena rasa gatal yang hebat di area lipatan, orangtua harus segera waspada.
Mengenali tanda-tanda awal ini sangat membantu agar penanganan bisa dilakukan sebelum kulit mengalami luka terbuka.
Faktor penyebab Eksim Atopik

Pinterest.com/tomhoffmannairconditioning Eksim atopik dipicu oleh faktor genetik keturunan dari orangtua, lho!
Misalnya Mama atau Papa memiliki riwayat alergi seperti asma atau rinitis, hal itu menyebabkan kondisi kulit yang secara alami lebih sensitif dan rusak skin barrier-nya.
Pemicunya dari berbagai hal nih Ma, seperti faktor lingkungan debu rumah tangga, cuaca ekstrem, dan bahan pakaian tertentu.
Risiko seorang anak mengalami atopi bisa mencapai 80% jika kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi serupa.
Kulit penderita alergen umumnya lebih rapuh, sehingga sangat mudah bereaksi ketika terpapar zat-zat pemicu di sekitarnya.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai akar penyebab ini menjadi kunci utama dalam meminimalkan frekuensi kambuhnya penyakit.
Penanganan dan faktor kondisi kulit pasien Eczema

Dok. ERHA Melalui sesi bersama dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, Dermatologist ERHA Ultimate, peserta diajak memahami apa yang terjadi pada kulit saat mengalami eczema.
Seperti faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, serta mengapa mengenali pola dan kondisi kulit masing-masing menjadi bagian penting dalam perawatannya.
dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE juga membahas bagaimana kebutuhan kulit dapat berubah dalam berbagai fase kehidupan.
Fase perubahan kehidupan yang terjadi pada tubuh, seperti fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause, menjadi salah satu konteks yang perlu dipahami karena kondisi dan kebutuhan kulit seseorang tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Siklus Flare-Up yang berulang

Pinterest.com/Avene Brasil Kondisi kambuh dapat terjadi saat anak terpapar pemicunya, membuat kulit meradang dan gatal.
Jika digaruk hingga luka, kulit si Kecil dapat terinfeksi sebelum akhirnya pulih dan kemudian kambuh lagi akibat kombinasi faktor internal dan eksternal.
Siklus yang berputar ini seringkali membuat Mama frustasi karena seolah-olah tidak ada habisnya.
Faktor eksternal seperti penggunaan sabun yang tidak cocok, stres, hingga suhu udara yang terlalu panas turut memicu peradangan kembali.
Memutus lingkaran garukan ini membutuhkan kesabaran ekstra serta pengalihan perhatian yang tepat agar kulit anak memiliki kesempatan untuk regenerasi, Ma.
Perjuangan dan kedisiplinan orangtua

Pinterest.com/Maria Capogr Mama Kaluna, selaku caregiver anaknya yang mengalami eksim atopik memberikan cerita perjuangannya dalam acara ERHA Ultimate untuk memperingati World Eczema Day dengan tema Beyond the Flare Every Skin Has a Story.
Ia menjelaskan, “Aku mulai nerapin disiplin ketat ke Kaluna dan di rumah, kayak mandi setelah dari luar, mencuci hidung, membersihkan AC setiap 2 minggu sekali, vakum kasur setiap malam, dan paling penting konsultasi ke dokter kulit dengan rutin.”
Perubahan kebiasaan di rumah dan kedisiplinan terbukti sangat efektif untuk menekan paparan alergen yang sering tidak kasat mata.
Orangtua juga harus sigap berkonsultasi tanpa melakukan self-diagnosis demi memastikan dosis obat luar seperti steroid digunakan secara bijak.
Solusi perawatan dan treatment

Pinterest.com/UV TREAT Selain menjaga skin barrier dengan pemilihan skincare dan pelembap yang tepat sesuai kebutuhan kulit anak.
Di ERHA Ultimate tersedia treatment modern seperti fototerapi UVB menggunakan excimer light yang efektif mengurangi peradangan, menstabilkan kondisi kulit, serta memicu re-pigmentasi kulit secara aman di bawah pengawasan dokter.
Perawatan klinis ini dirancang secara personal menyesuaikan tingkat keparahan kondisi kulit yang dialami oleh si Kecil.
Dengan teknologi modern tersebut, kulit anak yang tadinya sensitif dan bermasalah bisa berangsur-angsur pulih dan kembali sehat.
Perjuangan merawat anak dengan eksim memang menuntut kesabaran ekstra tanpa batas dari seorang Mama maupun Papa.
Namun, dengan mengenali pemicunya secara tepat, menjaga kedisiplinan dalam perawatan harian, serta mendapatkan penanganan medis yang akurat dari ahlinya, kondisi kulit anak bisa dikontrol dengan baik.
Itu dia fakta anak gatal kering pada kulit, bisa jadi itu eksim atopik, Ma.
Ingatlah selalu pesan penting untuk tidak melakukan self-diagnosis karena setiap anak memiliki kondisi kulit yang unik.
Dengarlah parenting instinct Mama, percayakan tumbuh kembang anak pada penanganan profesional, dan teruslah menjadi sumber kekuatan terhebat bagi si Kecil dalam menghadapi hari-hari sehatnya!




















