Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Aturan Tegas yang Justru Bikin Anak Lebih Dekat dengan Orangtua
Pexels/Monstera Production
  • Penelitian Institute for Family Studies menunjukkan bahwa aturan tegas dalam parenting memang terasa berat, tapi justru memperkuat kedekatan dan rasa saling menghargai antara orangtua dan anak.
  • Tujuh aturan seperti device drop-off time, waktu bermain di luar, jadwal tidur konsisten, hingga konsekuensi yang tegas membantu anak belajar tanggung jawab dan membangun rutinitas positif.
  • Ketegasan yang disertai kehangatan membuat anak merasa diperhatikan; meski melelahkan, konsistensi orangtua menjadi fondasi hubungan keluarga yang lebih hangat dan harmonis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orangtua merasa bahwa menerapkan aturan di rumah itu melelahkan. Harus mengingatkan, konsisten, bahkan terkadang menghadapi penolakan dari anak. Tidak jarang, hal ini membuat Mama merasa, “Kenapa sih rasanya jadi lebih sulit?”

Ternyata, perasaan itu memang valid. Berdasarkan temuan dari Institute for Family Studies (2026), hampir semua aturan yang diterapkan orangtua memang membuat proses parenting terasa lebih sulit.

Namun menariknya, di saat yang sama, aturan-aturan tersebut justru berkaitan dengan hubungan orangtua dan anak yang lebih hangat, dekat, dan saling menghargai bahkan menurut penilaian anak remaja itu sendiri.

Artinya, meskipun terasa berat di awal, ketegasan orangtua justru berdampak positif dalam jangka panjang.

Berikut Popmama.com rangkum 7 aturan tegas yang mungkin terasa “melelahkan”, tapi justru memperkuat hubungan Mama dan anak.

1. Menggunakan aturan “device drop-off time”

Pexels/Ron Lach

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa membatasi screen time sering kali memicu konflik karena anak merasa “dibatasi”.

Sebaliknya, aturan seperti device drop-off time misalnya semua gadget dikumpulkan di satu tempat pada jam tertentu lalu menggunakan waktu tersebut untuk bercengkrama justru lebih mudah dijalankan dan tetap berdampak baik pada hubungan orangtua dan anak.

Aturan ini jelas, tidak banyak negosiasi, dan membuka ruang untuk kebersamaan tanpa distraksi.

2. Jadwalkan waktu keluarga untuk punya waktu bermain di luar

Pexels/Julia M Cameron

Mengajak anak keluar rumah kadang terasa merepotkan, apalagi jika mereka lebih memilih bermain gadget.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak yang rutin didorong bermain di luar justru memiliki hubungan yang lebih baik dengan orangtua dan bahkan membuat parenting terasa sedikit lebih ringan.

3. Menetapkan waktu tidur yang konsisten

pexels/cottonbrostudio

Mengatur jam tidur anak memang sering jadi “perjuangan” setiap malam. Namun, aturan ini membantu anak memiliki rutinitas yang jelas dan rasa aman dalam kesehariannya.

Anak yang terbiasa dengan ritme yang konsisten cenderung lebih stabil secara emosi, sehingga interaksi dengan orangtua juga jadi lebih positif.

4. Membuat jadwal belajar yang jelas

Pexels/Annushka Ahuja

Mendorong anak untuk belajar secara rutin memang tidak selalu mudah. Ada kalanya anak menolak atau menunda.

Namun, justru dari proses ini anak belajar tentang tanggung jawab. Ketika Mama tetap konsisten mendampingi, anak akan merasa diperhatikan, bukan dituntut.

5. Menetapkan aturan rumah yang konsisten

Pexels/August de Richelieu

Aturan seperti membereskan barang sendiri atau berbicara dengan sopan mungkin terlihat sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi.

Meski melelahkan, aturan ini membantu anak memahami batasan dan membangun rasa saling menghargai dalam keluarga.

6. Konsisten dengan konsekuensi

Pexels/Monstera Production

Memberikan konsekuensi sering kali menjadi bagian tersulit. Orangtua bisa merasa tidak tega atau lelah harus terus konsisten.

Namun, justru di sinilah anak belajar tentang tanggung jawab. Ketika aturan dijalankan dengan konsisten, anak akan lebih percaya dan menghargai orangtuanya.

7. Tetap hadir dan hangat di balik ketegasan

Pexels/August de Richelieu

Ketegasan bukan berarti dingin atau kaku. Justru, aturan akan terasa lebih “diterima” ketika dibarengi dengan kehangatan.

Mendengarkan anak, memvalidasi perasaan mereka, dan tetap menunjukkan kasih sayang membuat anak memahami bahwa aturan dibuat karena peduli.

Menerapkan aturan memang bukan bagian yang mudah dari parenting. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak aturan, semakin besar usaha yang dibutuhkan orangtua.

Namun, hasilnya sepadan. Anak yang tumbuh dengan batasan yang jelas cenderung memiliki hubungan yang lebih dekat, hangat, dan penuh rasa saling menghargai dengan orangtuanya.

Jadi, jika saat ini Mama merasa lelah karena harus terus konsisten dengan aturan, ingat bahwa semua usaha itu sedang membangun fondasi hubungan yang kuat untuk masa depan anak.

Editorial Team