Karakter dan kebiasaan si Kecil sangat mudah terbentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan terdekat serta dengan siapa mereka menghabiskan waktu.
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Ar-rajulu 'alaa diini khaliilihi, falyanzhur ahadukum man yukhaaliil.
Arti: "Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman." (HR Abu Dawud)
Upaya dalam memantau lingkungan sosial anak yang bisa Mama terapkan di rumah adalah:
Kenali teman dekat si Kecil dengan baik, sempatkan waktu untuk menyapa, berkenalan, atau sekadar mengobrol ringan dengan teman-teman bermain si Kecil saat mereka datang berkunjung ke area rumah.
Fasilitasi tempat bermain yang aman di rumah, Mama bisa mengizinkan si Kecil mengundang temannya untuk belajar atau bermain di rumah, sehingga Mama bisa memantau cara mereka berinteraksi dan gaya bahasa yang digunakan.
Berikan pemahaman tentang batasan pergaulan, lewat obrolan santai, berikan pemahaman kepada si Kecil mengenai mana perilaku teman yang membawa dampak positif dan boleh ditiru, serta mana kebiasaan buruk yang harus mereka hindari dengan tegas.
Dengan memastikan si Kecil berada di lingkaran pertemanan yang positif, Mama telah membantu menjaga kesucian hati dan keluhuran akhlak si Kecil dari pengaruh luar.
Menerapkan pola parenting yang diajarkan oleh Rasulullah SAW memang membutuhkan kesabaran, kelapangan dada, dan konsistensi yang tinggi dari kita sebagai orangtua ya, Ma.
Semoga ketujuh poin panduan parenting Islami di atas bisa menjadi refleksi yang bermanfaat bagi Mama dan Papa dalam membimbing si Kecil menuju jalan yang diridai-Nya.