Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Cara Dukung Anak Jadi Lebih Cepat Tanggap dan Fokus Belajar!

4 min read
5 Cara Dukung Anak Jadi Lebih Cepat Tanggap dan Fokus Belajar!
Pexels/Atlantic Ambience
  • Stimulasi melalui permainan, eksplorasi lingkungan, dan aktivitas interaktif membantu anak belajar sambil mencoba, mengamati, serta menemukan hal baru tanpa suasana kaku.

  • Orangtua dapat melatih fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah lewat permainan mencocokkan, mengingat urutan, menyusun benda, percobaan sederhana, serta kesempatan mencoba dan melakukan kesalahan.

  • Perkembangan otak berlangsung bertahap, termasuk proses mielinasi; karena itu, stimulasi sesuai tahap usia perlu dipadukan dengan pemenuhan gizi untuk mendukung proses belajar anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan otak menjadi salah satu bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Seiring bertambahnya usia, si Kecil terus belajar memahami lingkungan, memproses informasi, hingga mengembangkan berbagai kemampuan melalui pengalaman sehari-hari.

Proses tersebut tidak hanya membutuhkan kesempatan untuk belajar, tetapi juga dukungan gizi dan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Ketika keduanya diberikan secara seimbang, anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai hal baru sekaligus mengasah kemampuan kognitifnya.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Momfluencers Gathering “S-26 Exceptional Day" yang digelar di Buumi Playscape Pacific Place, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara yang mengajak Mama dan si Kecil memahami lebih jauh mengenai perkembangan otak serta pentingnya memberikan stimulasi yang tepat selama proses belajar.

Lantas, bagaimana cara dukung anak jadi lebih cepat tanggap dan fokus belajar? Berikut Popmama.com telah merangkum 5 cara dukung anak jadi lebih cepat tanggap dan fokus belajar.

Yuk, simak!

  1. 1. Berikan stimulasi melalui aktivitas yang menyenangkan

    Stimulasi tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas belajar yang formal
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Anak belajar dari berbagai pengalaman yang mereka temui setiap hari. Karena itu, stimulasi tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas belajar yang formal.

    Permainan sederhana, eksplorasi lingkungan, hingga kegiatan interaktif dapat menjadi kesempatan bagi si Kecil untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Aktivitas tersebut juga memungkinkan anak belajar sambil bergerak, mencoba, mengamati, dan menemukan hal baru.

    Dalam kegiatan ini, Mama dan si Kecil diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk menstimulasi perkembangan otak. Suasana bermain yang menyenangkan membuat anak dapat mengeksplorasi hal baru tanpa merasa sedang menjalani proses belajar yang kaku.

  2. 2. Dukung kemampuan fokus dan daya ingat anak

    Mama dapat memberikan stimulasi melalui permainan anak
    Pexels/Yan Krukau

    Fokus dan daya ingat menjadi bagian penting ketika anak mempelajari sesuatu yang baru. Kemampuan tersebut membantu si Kecil menerima informasi, mengingat pengalaman, serta menggunakannya kembali ketika menghadapi situasi lain.

    Orangtua dapat memberikan stimulasi melalui permainan yang mengajak anak memperhatikan sesuatu, mengingat urutan, mencocokkan gambar, atau menyelesaikan tantangan sederhana.

    Salah satu bagian menarik dalam kegiatan ini adalah penggunaan teknologi yang membantu melihat aktivitas lima area penting pada otak anak secara real-time. Area tersebut meliputi fokus, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, bahasa, hingga daya ingat.

  3. 3. Beri ruang untuk anak bereksperimen dan memecahkan masalah

    Anak akan belajar memahami hubungan antara tindakan dan hasil
    Pexels/Antoni Shkraba

    Rasa ingin tahu membuat anak senang mencoba berbagai hal. Ketika si Kecil diberi kesempatan untuk bereksperimen, ia tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga belajar memahami hubungan antara tindakan dan hasil.

    Aktivitas seperti:

    • menyusun benda,
    • mencoba percobaan sederhana,
    • mencari solusi dari sebuah permainan,
    • membuat sesuatu dengan tangannya sendiri dapat menjadi stimulasi yang menarik.

    Kesempatan untuk mencoba dan melakukan kesalahan juga penting. Dari proses tersebut, anak belajar mencari cara lain ketika sesuatu belum berhasil sehingga kemampuan memecahkan masalahnya dapat terus terasah.

    Antusiasme si Kecil saat mengikuti berbagai aktivitas interaktif dalam acara ini memperlihatkan bagaimana proses belajar dapat dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, yakni bermain dan bereksplorasi.

  4. 4. Pahami bahwa perkembangan otak berlangsung secara bertahap

     Setiap kemampuan anak pasti membutuhkan proses belajar
    Pexels/Yan Krukau

    Perkembangan otak anak merupakan proses yang berlangsung secara bertahap. Salah satu proses yang dibahas dalam talk show adalah mielinasi, yaitu proses terbentuknya lapisan mielin yang membantu mendukung penghantaran sinyal pada sistem saraf.

    Pakar Neurologi Anak dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp. A, Subsp. Neuro(K), turut menjelaskan mengenai perkembangan otak dan peranan proses mielinasi dalam mendukung Faster Connection.

    Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi orangtua untuk melihat proses belajar anak secara lebih menyeluruh. Setiap kemampuan membutuhkan proses, sehingga si Kecil perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar, mencoba, dan berkembang sesuai tahapannya.

  5. 5. Padukan gizi dan stimulasi untuk mendukung proses belajar anak

    Stimulasi yang tepat perlu beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gizi
    Dok. S-26 Procal Gold

    Stimulasi yang tepat perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Keduanya menjadi bagian dari dukungan yang dapat diberikan orangtua selama si Kecil melewati berbagai tahap perkembangan.

    Hal tersebut juga menjadi fokus dalam rangkaian S-26 Exceptional Day yang mengajak Mama dan si Kecil mengeksplorasi berbagai aktivitas untuk menstimulasi perkembangan otak.

    Momfluencer Acha Sinaga bersama Jemima turut hadir pada Momfluencers Gathering untuk berbagi pengalaman bagaimana S-26 Procal Gold telah membantu si Kecil jadi lebih cepat tanggap dan lebih fokus saat belajar.

    Multi-Talented Exceptional Child S-26 Ashton Alexander turut mengikuti berbagai kegiatan interaktif dan mencoba teknologi S-26 Exceptional Brain Visualizer yang menunjukkan aktivitas lima area penting di otaknya secara real-time saat bermain dan belajar.

    Antusiasme Mama dan si Kecil dalam mengikuti berbagai aktivitas tersebut sekaligus memperkenalkan S-26 Procal Gold Multilearn Connect dengan Advanced Formulation sebagai dukungan gizi dalam proses belajar berbagai hal baru dengan cepat atau Multi Learning.

    Itulah 5 cara dukung anak jadi lebih cepat tanggap dan fokus belajar. Semoga setiap proses belajar si Kecil menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membantu mereka tumbuh semakin percaya diri serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More