Melihat anak-anak saling beradu argumen, berebut mainan, hingga terlibat pertengkaran fisik di rumah sering kali menjadi salah satu pemicu stres terbesar yang menguras energi ya, Ma.
Fenomena persaingan saudara kandung atau sibling rivalry ini sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar terjadi karena setiap anak sedang belajar mempertahankan teritorinya.
Namun, jika dibiarkan tanpa adanya penanganan yang tepat, konflik yang berulang ini bisa merusak hubungan emosional antar saudara hingga dewasa.
Berikut Popmama.com rangkum 7 langkah cerdas yang harus dilakukan ketika anak-anak tidak mau berhenti bertengkar!
