Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Sering Sakit Perut? Kenali Kapan Harus ke Dokter Gastro Anak

Anak Sering Sakit Perut? Kenali Kapan Harus ke Dokter Gastro Anak
Magnific/magnific
Intinya Sih
  • dr. Eva Jeumpa Soelaeman menekankan pentingnya mengenali gejala gangguan pencernaan anak seperti GERD yang sering disebabkan pola makan dan gaya hidup kurang tepat.
  • Tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, BAB berdarah, muntah kronis, atau pertumbuhan terganggu perlu segera diperiksakan ke dokter spesialis gastro anak.
  • Prosedur endoskopi anak dijelaskan aman karena menggunakan alat berukuran kecil dan sedasi khusus agar anak tidak merasa nyeri selama pemeriksaan berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mama mana yang tidak merasa cemas saat melihat si Kecil sering mengeluh sakit perut?

Banyak Mama mengira sakit perut pada anak hanya disebabkan oleh masuk angin atau telat makan.

Padahal, keluhan yang muncul berulang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran cerna yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk membantu para Mama memahami kesehatan pencernaan si Kecil, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterohepatologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), memaparkan pentingnya peran dokter gastro anak Ma.

Mulai dari mengenali gejala, tanda bahaya, hingga prosedur penanganannya. Berikut sudah Popmama.com rangkum penjelasan lengkapnya. Disimak ya Ma!

1. Waspadai gejala dan masalah pencernaan anak

Anak perempuan berbaring di sofa memegangi perutnya sepertinya terkena gangguan pencernaan anak
Magnific/magnific

Mama, sistem pencernaan anak belum berkembang sekuat orang dewasa, sehingga sangat rentan terhadap infeksi, alergi, maupun kelainan organ.

Dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K) mengungkapkan bahwa belakangan ini dirinya banyak menangani kasus Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung pada pasien anak-anak.

Menurut dr. Eva, GERD pada anak umumnya dipicu oleh kebiasaan dan gaya hidup harian yang kurang tepat setelah mengonsumsi makanan.

"Akhir-akhir ini saya mendapatkan banyak sekali anak dengan GERD. Itu disebabkan karena pola makan atau gaya hidup yang salah. Misalnya habis makan langsung ambil tas (buru-buru aktivitas). Padahal, anak harus istirahat sekitar setengah jam setelah makan dan aktivitas fisiknya juga perlu dibatasi dulu," ujar dr. Eva.

Lebih lanjut, dr. Eva menjelaskan bahwa gejala utama GERD pada anak sering kali mirip dengan penyakit maag biasa, yaitu berupa sakit perut berulang dan muntah Ma.

Untuk itu, sebisa mungkin Mama tidak menganggap sepele keluhan sakit perut pada si Kecil.

GERD pada anak kerap tidak terdeteksi jika tidak dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter ahli.

2. Kapan harus ke dokter gastro anak?

dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K) dokter gastroenterologi anak
Popmama.com/Syiva Amalia

Tidak semua keluhan perut anak bisa ditunggu sampai sembuh sendiri dengan perawatan rumahan lho Ma.

Ada beberapa tanda bahaya yang harus segera mendapatkan penanganan dari dokter spesialis gastro anak.

dr. Eva mengimbau para Mama untuk segera menjadwalkan pemeriksaan medis jika anak menunjukkan beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri Perut Hebat
  • BAB Berdarah
  • Diare atau Muntah Kronis
  • Tumbuh Kembang Terganggu
  • Tubuh Muka atau Mata Kuning
  • Gejala Penyerta Lain, seperti mengalami bau mulut berlebih, sendawa berkepanjangan, batuk atau sesak yang sulit sembuh, hingga nyeri dada.

Gejala-gejala tersebut menjadi tanda bahwa anak sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis gastro anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut ya Ma.

3. Mengenal prosedur endoskopi anak yang aman

Tenaga medis mengenakan pakaian bedah dan masker sedang mengamati melalui mikroskop
Magnific/pressfoto

Ketika anak mengalami gangguan saluran cerna yang kompleks, dokter spesialis biasanya memerlukan tindakan endoskopi untuk melihat kondisi bagian dalam organ pencernaan secara langsung.

Prosedur ini dilakukan menggunakan alat berupa selang fleksibel tipis yang dilengkapi kamera kecil (endoskop) Ma.

Meski kerap membuat orang tua merasa khawatir, dr. Eva menjelaskan bahwa prosedur endoskopi pada anak sangat aman dan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan prosedur pada orang dewasa.

“Pada dasarnya prinsip kerja endoskopi anak sama seperti pada orang dewasa. Namun, terdapat beberapa perbedaan, mulai dari ukuran alat yang digunakan, pemberian bius atau sedasi, hingga keterlibatan tim medis yang memang khusus menangani pasien anak," jelas dr. Eva.

Berbeda dengan orang dewasa, tindakan endoskopi pada anak wajib menggunakan sedasi Ma.

Hal ini bertujuan agar anak tertidur pulas, tidak merasa cemas atau sakit, serta tidak bergerak selama prosedur demi keamanan maksimal.

Karena dilakukan dengan sedasi, anak tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung lho Ma.

Selain itu, alat endoskop pediatrik untuk anak memiliki diameter sangat kecil dan fleksibel yang disesuaikan dengan ukuran kerongkongan serta saluran cerna bayi maupun anak Ma.

Itulah penjelasan lengkap mengenai pentingnya peran dokter spesialis gastro anak dalam menangani masalah pencernaan si Kecil.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis gastro anak agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini ya Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More