Sebagai orangtua, Mama tentu ingin mengajarkan anak untuk selalu berkata jujur. Nilai kejujuran memang menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Namun, seiring bertambahnya usia, anak juga perlu memahami bahwa jujur bukan berarti menceritakan semua hal kepada semua orang.
Ada informasi tertentu yang bersifat pribadi dan hanya boleh diketahui oleh keluarga atau orang-orang yang memang dipercaya.
Hal tersebut disampaikan oleh Heri Susilo, seorang konselor keluarga melalui akun Instagram @ayahersu. Menurutnya, mengajarkan anak menjaga privasi keluarga bukan berarti melatih mereka untuk berbohong.
Justru, ini merupakan bagian dari pendidikan tentang boundaries atau batasan diri.
Anak perlu memahami informasi mana yang aman dibagikan kepada orang lain dan mana yang sebaiknya disimpan demi keamanan serta kehormatan keluarga.
Jawaban polos dari anak bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang memiliki niat buruk.
Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak agar tetap jujur tanpa mengabaikan privasi keluarga? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!
