- Usia 1–2 tahun: 11–14 jam per hari
- Usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari
- Usia 6–13 tahun: 9–11 jam per hari
7 Penyebab Daya Tahan Tubuh Anak Menurun

- Kurang tidur, nutrisi tidak seimbang, dan minim aktivitas fisik dapat menurunkan daya tahan tubuh anak sehingga lebih mudah terserang penyakit.
- Paparan polusi udara serta kurangnya asupan serat dan air putih membuat sistem imun anak bekerja kurang optimal dalam melawan infeksi.
- Kebiasaan tidak menjaga kebersihan seperti jarang mencuci tangan meningkatkan risiko paparan kuman, sehingga penting membangun pola hidup sehat sejak dini.
Sistem imun berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit. Namun, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat membuat daya tahan tubuh anak menurun dan membuatnya lebih mudah sakit.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa penyebab yang perlu diperhatikan orangtua.
1. Waktu Tidur yang Tidak Cukup

Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaiki sel dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ketika anak kurang tidur, tubuh akan lebih sulit melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.
Dilansir dari alodokter.com kebutuhan tidur anak berbeda-beda sesuai usia:
Jika anak sering tidur larut atau kualitas tidurnya kurang baik, daya tahan tubuhnya bisa ikut menurun.
2. Nutrisi yang Tidak Seimbang

Sistem imun membutuhkan berbagai vitamin, mineral, protein, dan lemak sehat agar dapat bekerja secara optimal.
Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, camilan tinggi gula, atau kurang makan buah dan sayur dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk melawan infeksi.
3. Kurangnya Aktivitas di Luar Ruangan

Di era digital, banyak anak lebih sering menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan bermain di luar rumah.
Padahal aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kebugaran, serta mendukung kerja sistem imun. Bermain di luar juga memberi kesempatan anak mendapatkan paparan sinar matahari yang membantu pembentukan vitamin D.
4. Terlalu Sering Terpapar Polusi

Polusi udara dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi pada anak.
Paparan asap kendaraan, asap rokok, debu, maupun polusi dalam ruangan dapat membuat tubuh bekerja lebih keras sehingga daya tahan tubuh anak menjadi lebih rentan.
5. Asupan Serat yang Tidak Terpenuhi

Banyak orangtua fokus pada protein dan vitamin, tetapi lupa bahwa serat juga penting untuk kesehatan imun.
Serat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Padahal sebagian besar sistem kekebalan tubuh berkaitan dengan kesehatan saluran pencernaan. Anak yang kurang mengonsumsi buah, sayur, dan sumber serat lainnya berisiko memiliki sistem imun yang kurang optimal.
6. Kurang Minum Air Putih

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar seluruh fungsi organ dapat bekerja dengan baik, termasuk sistem kekebalan tubuh.
Ketika anak kurang minum, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan yang membuatnya lebih mudah lelah dan kurang efektif dalam melawan kuman penyebab penyakit.
7. Kebiasaan Kurang Menjaga Kebersihan

Kebiasaan sederhana seperti tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah bermain dapat meningkatkan risiko paparan virus dan bakteri.
Anak-anak sering menyentuh berbagai benda di sekolah maupun tempat bermain. Jika kebersihan tidak dijaga, kuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.
Menjaga daya tahan tubuh anak tidak cukup hanya dengan memberikan vitamin. Pola makan seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik, asupan cairan yang memadai, serta kebiasaan hidup bersih merupakan fondasi utama agar sistem imun anak tetap kuat dan siap melawan berbagai penyakit.jk.sduc jk






















