Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dampak Jadwal Tidur Tidak Teratur pada Anak, Ganggu Tumbuh Kembang
Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI
  • Jadwal tidur tidak teratur dapat mengganggu pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta hormon lapar dan kenyang anak, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kenaikan berat badan berlebih.

  • Kurang atau tidak teraturnya tidur menghambat penyimpanan memori, konsentrasi, kemampuan berpikir, dan penyerapan materi di sekolah, yang berpotensi menurunkan prestasi belajar.

  • Anak yang kurang tidur lebih mudah rewel, impulsif, dan lelah. Pada usia dini, kondisi ini juga dapat mengurangi optimalisasi perkembangan motorik dan bahasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jadwal tidur yang teratur berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sayangnya, kebiasaan tidur terlalu larut atau waktu tidur yang berubah-ubah setiap hari bisa membuat anak tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

Jika berlangsung terus-menerus, pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan fisik, konsentrasi, hingga kestabilan emosi anak. Anak juga bisa lebih mudah mengantuk saat beraktivitas, sehingga kegiatan belajar dan kesehariannya menjadi kurang optimal.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk membantu anak membangun rutinitas tidur yang konsisten sesuai usianya. Lantas, apa saja dampak jadwal tidur tidak teratur pada anak yang perlu diperhatikan? Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa dampak Jadwal tidur tidak teratur pada anak.

Yuk, disimak!

Deretan Dampak Jadwal Tidur Tidak Teratur pada Anak

1. Mengganggu pertumbuhan dan kesehatan fisik

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat anak kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Padahal, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (growth hormone) selama tidur, sehingga kualitas istirahat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik anak.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, pola tidur yang berantakan dapat mengganggu hormon pengatur rasa lapar dan kenyang, yang berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih.

Untuk mendukung pertumbuhan anak, orangtua perlu memastikan waktu tidur dan bangunnya konsisten setiap hari. Pastikan juga anak mendapatkan durasi tidur yang sesuai dengan usianya agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.

2. Menurunkan konsentrasi dan kemampuan mengingat

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Tidur berperan penting dalam membantu otak memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh sepanjang hari. Jika jadwal tidur anak tidak teratur atau durasi tidurnya kurang, proses penyimpanan memori tersebut dapat terganggu.

Akibatnya, anak mungkin lebih sulit mengingat materi pelajaran, memahami informasi baru, dan mempertahankan konsentrasi saat beraktivitas. Kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berpikir dan menyelesaikan masalah.

Agar fungsi otak anak tetap optimal, orangtua dapat membangun rutinitas sebelum tidur yang menenangkan. Mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur juga dapat membantu anak lebih mudah beristirahat.

3. Membuat emosi anak lebih sulit dikendalikan

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Anak yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup bisa menjadi lebih mudah rewel, marah, atau frustrasi. Perubahan suasana hati ini dapat terjadi karena kurang tidur memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur emosi dan merespons situasi sehari-hari.

Selain itu, anak mungkin menjadi lebih impulsif atau kesulitan mengendalikan perilakunya ketika merasa lelah. Jika masalah tidur berlangsung dalam waktu lama, kesehatan emosional anak juga perlu diperhatikan, meskipun gangguan tidur bukan satu-satunya penyebab masalah tersebut.

Untuk membantu menjaga kestabilan emosi anak, orangtua dapat menetapkan waktu tidur yang konsisten dan menciptakan suasana kamar yang nyaman. Jika perubahan perilaku berlangsung terus-menerus atau disertai masalah tidur yang berat, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

4. Menurunkan prestasi belajar

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat anak mengantuk saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Kondisi ini bisa membuat mereka kesulitan berkonsentrasi dan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru.

Ketika anak sulit fokus, mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi atau menyelesaikan tugas. Jika kebiasaan tidur yang buruk terus berlanjut, kemampuan belajar dan prestasi akademiknya pun berisiko ikut terdampak.

Orangtua dapat membantu dengan menyesuaikan rutinitas malam agar anak memiliki waktu tidur yang cukup sebelum berangkat sekolah. Hindari kegiatan yang membuat anak tidur terlalu larut, seperti bermain gawai atau menonton televisi hingga malam.

5. Menghambat perkembangan motorik dan bahasa

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Pada anak usia dini, tidur yang cukup dan berkualitas mendukung proses perkembangan otak. Proses ini penting untuk membantu anak mempelajari keterampilan baru, termasuk kemampuan bergerak, berkoordinasi, dan berkomunikasi.

Jika waktu tidur anak sering berubah-ubah atau tidak mencukupi kebutuhannya, anak bisa lebih mudah lelah dan kurang optimal saat melakukan aktivitas yang mendukung perkembangannya. Namun, jadwal tidur tidak teratur tidak selalu menyebabkan keterlambatan motorik atau bahasa secara langsung karena perkembangan anak juga dipengaruhi berbagai faktor lain.

Orangtua dapat mendukung perkembangan anak dengan menerapkan rutinitas tidur yang konsisten serta menyediakan waktu bermain dan berinteraksi setiap hari. Jika anak menunjukkan keterlambatan dalam berbicara atau menguasai keterampilan motorik sesuai tahap usianya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

Itu dia lima dampak jadwal tidur tidak teratur pada anak. Membiasakan waktu tidur dan bangun yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta membatasi penggunaan gawai menjelang tidur dapat membantu anak mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Dengan pola tidur yang baik, anak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal sekaligus mendukung proses tumbuh kembangnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article