Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Daripada Memaksa Anak untuk Sharing, Coba Lakukan 5 Cara efektif ini
Pexels/Cottonbrostudio
  • Memaksa anak balita untuk berbagi bukan solusi terbaik karena mereka masih belajar memahami kepemilikan dan emosi.

  • Dengan pendekatan bertahap seperti mengajarkan komunikasi sopan, validasi perasaan, dan memberi alternatif kegiatan, anak dapat belajar berbagi tanpa tekanan.

  • Lima cara efektif yang disarankan membantu anak memahami konsep bergantian, bersabar menunggu giliran, serta berani menyampaikan kebutuhan dengan sopan dan percaya diri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan anak untuk berbagi memang penting, tetapi memaksa mereka untuk langsung sharing tidak selalu menjadi solusi terbaik. Terutama pada usia 4-5 tahun, secara perkembangan sosial anak sedang belajar bermain dengan teman sebayanya. Karena itu, penting untuk mama supaya tidak memaksa anak berbagi yang justru bisa membuat mereka merasa tertekan dan semakin sulit bekerja sama.

Alih-alih memaksa, Mama bisa membantu anak memahami konsep bergantian secara bertahap. Pendekatan ini membuat anak merasa lebih dihargai sekaligus belajar berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan begitu, proses belajar berbagi pun menjadi lebih efektif.

Berikut Popmama.com rangkum 5 cara yang bisa Mama lakukan.

1. Ajarkan anak untuk mengatakan “Boleh gantian kalau kamu sudah selesai?”

Pexels/Cottonbrostudio

Daripada langsung mengambil mainan, Mama bisa mengajarkan anak untuk meminta dengan sopan. Kalimat sederhana seperti “Boleh gantian kalau kamu sudah selesai?” membantu anak belajar berkomunikasi dengan baik.

Selain itu, anak juga belajar menghargai giliran orang lain tanpa harus memaksakan keinginannya.

2. Beri validasi bahwa menunggu bukan hal yang mudah

pexels/Jepgambardella

Menunggu giliran bisa terasa sulit bagi anak, terutama saat mereka sangat ingin bermain. Mama bisa memvalidasi perasaan tersebut dengan mengatakan bahwa menunggu memang tidak mudah.

Dengan begitu, anak merasa dipahami dan lebih siap untuk belajar bersabar.

3. Berikan opsi kegiatan lain saat menunggu

Pexels/Polesietoys

Agar anak tidak semakin frustrasi, Mama bisa menawarkan pilihan lain. Misalnya dengan bertanya, “Kamu mau main dengan mainan lain sambil menunggu, nggak?”

Memberikan alternatif membantu mengalihkan perhatian anak sekaligus mengurangi emosi saat menunggu giliran.

Untuk itu penting membawakan mainan dan buku bacaan untuk si Kecil ketika pergi ke luar, terlebih jika ada aktivitas yang disela dengan mengantri dan menunggu dalam waktu yang lumayan lama.

4. Buat sistem antrean dengan kegiatan berbeda

pexels/Polesietoys

Mama juga bisa membuat antrean sederhana agar anak memahami konsep bergantian. Misalnya, setelah satu anak selesai bermain, giliran berikutnya bisa langsung diberikan kepada anak lain.

Cara ini membantu anak belajar bahwa setiap orang akan mendapatkan kesempatan yang sama.

5. Ajarkan anak memahami kapan waktunya bergantian

pexels/Polesietoys

Selain belajar menunggu, anak juga perlu memahami kapan waktunya mereka mendapat giliran. Mama bisa mengajarkan anak untuk menyampaikan dengan sopan, seperti mengatakan, “Sekarang sudah giliranku, ya.”

Kalimat ini membantu anak belajar menyampaikan kebutuhan mereka dengan percaya diri tanpa harus merebut mainan.

Mengajarkan anak untuk berbagi memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, dengan pendekatan yang tepat, anak akan belajar bahwa bergantian adalah hal yang adil dan menyenangkan. Ketika anak merasa dihargai, mereka juga akan lebih mudah bekerja sama dengan orang lain.

Editorial Team