5 Langkah Mengatasi Karang Gigi pada Anak

Karang gigi bisa jadi penyakit jika dibiarkan

26 Maret 2021

5 Langkah Mengatasi Karang Gigi Anak
Pexels/Alexander Dummer

Melansir dari laman mchoralhealth.org, karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk dan mengeras di gigi dan gusi. Plak gigi sendiri muncul karena bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan. Karang gigi tampak seperti batu karang yang menempel di permukaan depan atau belakang gigi, sela-sela gigi, maupun bawah garis gusi. Semakin gelap warnanya, semakin banyak plak yang menumpuk. Karang gigi juga dapat dikenali dari teksturnya yang kasar ketika disentuh dengan lidah.

Permasalahan gigi ini rentan dialami balita karena belum bisa menyikat gigi dengan bersih sehingga masih ada sisa-sisa makanan yang tertinggal. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh makanan manis dan kurangnya asupan air mineral. Jika tubuh anak terhidrasi dengan baik, tubuhnya akan mampu menghasilkan air liur yang cukup untuk membersihkan sisa makanan dan plak dalam rongga mulut.

Karang gigi bisa menjadi masalah yang lebih serius jika dibiarkan. Salah satunya, memicu radang gusi. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Di bawah ini, Popmama.com telah merangkum cara mengatasi karang gigi pada anak usia 4-5 tahun.

1. Ajari gosok gigi dan kebiasaan berkumur

1. Ajari gosok gigi kebiasaan berkumur
Freepik/Nensuria
Anak menggosok gigi bersama mamanya.

Menggosokkan gigi anak memang lebih disarankan agar lebih bersih. Namun, anak pun perlu berlatih menggosok gigi sendiri dengan benar.

Dengan menggosok gigi sendiri, anak dapat merasakan bagian mana yang belum tersikat sehingga dapat merawat kesehatan giginya. Jangan lupa gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk melindungi gigi dari kerusakan dan mencegah pengeroposan.

Untuk anak usia 4-5 tahun, berikanlah satu olesan kecil seukuran kacang polong setiap menggosok gigi.

Selain menggosok gigi, anak juga perlu diajarkan kebiasaan berkumur setelah mengonsumsi minuman atau makanan manis.

Proses mengubah gula menjadi asam di dalam mulut hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Berkumur setelah mengonsumsi gula akan membantu menghilangkan sisa makanan dan mengurangi asam pada mulut serta mencegah terjadinya kerusakan gigi lain.

Editors' Picks

2. Cegah bertambahnya karang gigi

2. Cegah bertambah karang gigi
Pexels/Samer Daboul
Anak minum susu menggunakan gelas.

Mama bisa membantu mencegah bertambahnya karang gigi pada anak dengan cara menggosok gigi dan gusinya menggunakan kain basah yang lembut.

Gunakan air hangat untuk membasahinya. Lakukanlah setelah anak makan. Lalu, mintalah anak untuk berkumur sesudahnya.

Selain itu, hindarilah memberikan anak susu atau minuman manis lainnya sebelum maupun ketika tidur. Mengonsumsi minuman manis sebelum dan ketika tidur hanya akan membuat asam mengendap lama di mulut. Lebih baik berikan air mineral karena tidak mengandung gula.

3. Berikan sayuran mentah atau keju

3. Berikan sayuran mentah atau keju
Freepik/Jcomp
Camilan keju baik untuk mengurangi asam pada gigi.

Jika anak makan camilan manis atau bertepung, Mama bisa memberikan sayuran mentah setelahnya; seperti seledri, timun, dan brokoli.

Cukup rendam sebentar dan siram sayuran mentah menggunakan air panas agar lebih bersih. 

Sayuran mentah seperti ini bisa mengurangi asam pada gigi. Keju juga bisa menjadi pilihan agar anak tidak bosan dengan sayuran.

Selain itu, ajarilah pula anak untuk minum air mineral setiap kali selesai mengonsumsi makanan manis atau bertepung.

Minum air mineral setelah makan dapat mengurangi endapan sisa makanan dan asam dalam mulut sekaligus menghidrasi tubuh.

4. Konsultasikan dengan dokter gigi anak

4. Konsultasikan dokter gigi anak
Pexels/Pixabay
Dokter gigi memeriksa kesehatan mulut anak.

Jika anak sudah memiliki karang gigi, sangat dianjurkan untuk mengonsultasikannya dengan dokter gigi anak agar langsung mendapat penanganan yang tepat. Ini pun perlu dilakukan secara rutin setiap 6 bulan agar gigi benar-benar bersih.

Dalam proses pengobatannya, dokter akan memecah dan melepaskan karang gigi menggunakan alat khusus. Anak-anak biasanya ketakutan dengan proses ini.

Maka dari itu, berikanlah pengertian bahwa proses pengobatan ini diperlukan agar anak bisa makan dan minum dengan nyaman lagi. Keberadaan Mama di sampingnya selama pengobatan juga penting agar anak tidak merasa sendirian.

5. Gunakan sikat gigi khusus

5. Gunakan sikat gigi khusus
Pixabay/Andreas160578
Bentuk sikat gigi elektrik berbeda dengan sikat gigi biasa.

Mama bisa mengganti sikat giginya dengan sikat gigi elektrik yang dikhususkan untuk anak-anak. Sikat gigi elektrik dapat menjangkau bagian gigi yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa.

Biasanya, gigi tidak perlu digosok secara memutar jika menggunakan sikat gigi elektrik. Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak ketika menggunakannya, ya!

Itulah 5 langkah mengatasi karang gigi pada anak usia 4-5 tahun. Langkah-langkah di atas juga dapat dilakukan sebelum anak memiliki karang gigi, lho! Lebih baik mencegah daripada mengobati. Selamat mencoba, Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.