Mengajari anak untuk menguasai bahasa kedua atau bahasa asing sejak dini mungkin terlihat keren.
Namun, memaksa anak untuk mempelajarinya disaat kemampuan bahasa pertamanya (dalam hal ini Bahasa Indonesia) belum lancar akan menimbulkan efek negatif bagi perkembangan bahasanya.
Sejumlah pakar dan psikolog mengemukakan bahwa bilingual menjadi salah satu indikator terjadinya keterlambatan bicara (speech delay) pada anak.
Hal ini dikarenakan penetrasi dua bahasa sekaligus membuat anak menjadi bingung, terlebih jika kemampuan bahasa yang ia miliki tidak sama atau tidak digunakan oleh orang-orang disekitarnya.
Misalnya, anak terbiasa berbicara bahasa Inggris di rumah, sementara di lingkungan pertemanan atau lingkungan sekolahnya menggunakan bahasa Indonesia.
Kondisi inilah yang menyebabkan anak mengalami kemunduran bahasa.
Selain keterlambatan bicara, berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang mungkin akan dialami oleh si Kecil yang mempelajari bahasa kedua sejak dini.
