Stop! 6 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan pada Anak

Beberapa diantaranya adalah kalimat yang umum disampaikan lho!

9 Mei 2021

Stop 6 Kalimat Tidak Boleh Diucapkan Anak
Freepik/Gelpi

Bukan rahasia umum lagi jika setiap anak dipengaruhi oleh apa yang orangtuanya katakan, lebih dari yang ditunjukkan.

Kata-kata dari Mama dapat membentuk perkembangan kepribadian anak, sehingga beberapa ucapan yang salah dapat merusak harga diri anak hingga memberikan contoh yang negatif untuk ditiru anak di kemudian hari.

Ucapan-ucapan tersebut mungkin tampak umum digunakan oleh beberapa orangtua dengan maksud mendisiplinkan anak. Namun, terdapat beberapa kalimat yang sebaiknya benar-benar diberhentikan agar tidak memengaruhi harga diri anak dan perilakunya.

Berikut Popmama.com akan membahas 6 kalimat umum yang sebaiknya tidak diucapkan pada anak. Simak di bawah ini!

1. “Berhenti menangis!”

1. “Berhenti menangis”
Freepik/Alf061

Dengan memberi tahu anak untuk berhenti menangis, Mama membuatnya merasa bahwa ia tidak boleh mengekspresikan diri.

Daripada menyuruh anak berhenti menangis, sebaiknya cari tahu mengapa ia menangis. Meskipun mungkin alasannya tampak sepele bagi Mama, jangan katakan demikian. Beri tahu anak bahwa menangis adalah hal yang wajar.

Beri anak hiburan dan biarkan ia tahu bahwa Mama selalu ada untuk menawarkan cinta, dukungan, dan perhatian.

2. “Kenapa kamu tidah bisa seperti ___?”

2. “Kenapa kamu tidah bisa seperti ___”
Freepik/Vgstockstudio

Membandingkan anak dengan siapa pun adalah salah satu hal cara untuk membunuh harga dirinya. Misalnya, jika anak tidak berprestasi baik di sekolah, membandingkan nilai dengan teman atau saudara hanya akan membuatnya merasa tidak mampu.

Setiap anak memiliki kekuatan dan minat yang berbeda. Mengapa fokus pada kelemahan anak saat Mama bisa melatih kekuatannya?

Perbandingan juga mengarah pada ketidakpedulian, kebencian, dan harga diri yang rendah.

Apakah Mama benar-benar ingin anak melalui semua itu?

Editors' Picks

3. “Kan Mama sudah bilang”

3. “Kan Mama sudah bilang”
Freepik/9nong

Meskipun frasa ini sangat menggoda untuk digunakan ketika anak sedang kesulitan, sebaiknya hindari dengan cara apa pun. Meskipun anak mungkin tidak memahami alasannya dalam melakukan sesuatu, cobalah sebisa mungkin untuk menjelaskannya kepada anak.

Walaupun kalimat ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, ketahuilah bahwa jika Mama terlalu sering menggunakan frasa ini, mungkin tak lama lagi anak juga akan mengatakan hal yang sama pada Mama. Karena anak dapat mempelajari apa yang orangtuanya katakan dan lakukan.

Sebaiknya cobalah untuk mengerti proses belajar anak, tidak peduli seberapa sulitnya.

4. “Tidak boleh__ sampai kamu__”

4. “Tidak boleh__ sampai kamu__”
Freepik/Etonastenka

“Tidak boleh menonton TV sampai kamu menyelesaikan pekerjaan rumahmu!” atau “Tidak boleh makanan penutup sampai kamu menghabiskan sayurannya!" Siapa yang tidak pernah menggunakan kalimat ini untuk membuat anak melakukan sesuatu?

Meskipun seringkali teknik ini berhasil, kalimat ini justru membuat anak terbiasa dengan pemaksaan. Sebagai penggantinya, cobalah untuk lebih berfokus pada manfaat mengerjakan pekerjaan rumah atau makan sayur sebagai gantinya.

5. “Tidak ada alasan untuk takut”

5. “Tidak ada alasan takut”
Freepik/Etonastenka

Tentu, setiap anak memiliki ketakutan yang tidak berdasar, seperti monster di bawah tempat tidur, atau anjing lingkungan yang ramah dan hanya terlalu antusias.

Tetapi memberi tahu anak bahwa ia tidak memiliki alasan untuk merasa takut setelah mengekspresikan diri, hanya akan menyakitinya. Jangan mengabaikan ketakutannya, dan jangan bermain-main dengan ketakutannya sehingga anak merasa itu benar untuk ditakuti.

Cobalah pendekatan yang lebih lembut, seperti menjelaskan kepadanya bahwa monster tidak ada, atau anjing tidak berbahaya jika tidak diganggu.

6. “Kamu adalah anak perempuan/laki-laki yang baik”

6. “Kamu adalah anak perempuan/laki-laki baik”
Freepik/User10752789

Pernyataan ini diucapkan oleh banyak orang tua untuk meningkatkan harga diri anaknya. Sayangnya, yang sering terjadi justru sebaliknya.

Begitu menyampaikannya pada anak, setelah ia melakukan beberapa tugas atau aktivitas dengan baik, anak justru akan merasa bahwa ia baik hanya ketika melakukan sesuatu dengan baik.

Ini akan membuatnya tidak mencoba hal baru karena takut gagal.

Untuk mengajari anak nilai-nilai yang ingin Mama berikan, fokuslah pada bagaimana anak mencapai sesuatu, bukan pada apa yang ia capai.

Nah itulah beberapa kalimat yang harus segera dihentikan. Pendekatan komunikasi yang tepat, dapat membuat perbedaan besar ketika anak bertumbuh. Ingatlah untuk selalu bersikap lembut namun tegas dan penuh kasih sayang tetapi tetap logis.

Yuk lebih sering ucapkan kalimat yang membangun dan positif untuk anak!

Baca  juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.