Tak semua prestasi besar berawal dari fasilitas yang lengkap atau perlengkapan yang mahal. Ada kalanya, mimpi seorang anak tumbuh dari hal-hal sederhana yang ditemui dalam kesehariannya.
Seperti yang dialami Muhammad Kevin Furqoni atau yang akrab dikenal sebagai Kevin Sigma Boy, anak asal Sleman, Yogyakarta yang kini berusia 5 tahun.
Sebelum dikenal sebagai atlet pushbike cilik berprestasi, Kevin hanya bermain menggunakan sepeda bekas milik kakaknya di gang kompleks rumah. Dari kebiasaan sederhana itulah orangtuanya melihat keberanian, semangat, dan ketertarikan Kevin terhadap olahraga.
Dukungan keluarga yang konsisten kemudian mengantarkannya mengikuti berbagai kompetisi hingga berhasil meraih juara di tingkat internasional.
Kini, Kevin bahkan tengah mempersiapkan diri untuk kembali membawa nama Indonesia di ajang dunia yang akan digelar di Thailand.
Lantas, bagaimana perjalanan Kevin dari sepeda bekas hingga menjadi juara pushbike internasional?
Berikut Popmama.com telah merangkum kisahnya. Yuk, simak!
