TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Mengajarkan Anak Menghadapi Kesulitan

Ajarkan anak menghadapi masa-masa sulit dengan menanamkan pikiran yang positif ya, Ma

19 Juli 2022

Cara Mengajarkan Anak Menghadapi Kesulitan
Freepik/freepic.diller

Peran Mama dan Papa sebagai orangtua tidak hanya memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal, tetapi juga berperan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang baik. Selain tumbuh menjadi anak yang baik, setiap orangtua pasti juga menginginkan anaknya memiliki mental yang kuat. 

Seperti yang kita tahu, kehidupan tidak selalu berjalan lurus dan menyenangkan. Pasti ada saja masalah dan kesulitan yang mungkin akan dihadapi kedepannya. Oleh karena itu, salah satu pelajaran penting yang harus orangtua berikan pada anak adalah bekal dalam menghadapi masa-masa sulit di hidupnya kelak.

Hal ini diterapkan oleh Kristen Glosserman, seorang life coach (profesional yang membantu seseorang mencapai tujuan pribadi), yang juga seorang penulis buku If it is Not Right, Go Left. Ia membagikan informasi seputar parenting dan tips bagaimana untuk bisa menjadi orangtua yang tetap positif di masa-masa sulit, seperti yang ia alami dalam menjalani peran sebagai orangtua di masa pandemi saat ini.

Nah kali ini Popmama.com telah merangkum tipsnya untuk Mama, dilansir dari Parents. Langsung saja disimak yuk, Ma!

1. Menghormati tradisi dan rutinitas

1. Menghormati tradisi rutinitas
Freepik/senivpetro

Setiap keluarga biasanya memiliki tradisi atau kegiatan yang telah melekat dan menjadi rutinitas untuk dilakukan atau dirayakan. Sebagai contoh, beberapa keluarga memiliki tradisi minum teh bersama di akhir pekan, merayakan ulang tahun bersama, atau merayakan tahun baru dengan kembang api. 

Jika Mama dan keluarga memiliki rutinitas yang sudah melekat, jangan lewatkan kesempatan untuk menghadirinya. Jika belum memiliki tradisi atau rutinitas bersama, buatlah rutinitas baru yang bisa dilakukan seluruh anggota keluarga. Cukup buat rutinitas yang sederhana, karena yang terpenting adalah kebersamaan dan kehangatan di dalam keluarga. Cara ini bisa tetap mempererat hubungan keluarga meski sedang diadapi dengan masa-masa sulit.

Editors' Picks

2. Temukan aktivitas yang bisa dilakukan bersama

2. Temukan aktivitas bisa dilakukan bersama
Freepik/bearfotos

Meskipun sedang dihadapi dengan masa-masa yang sulit, sangat penting untuk tetap meluangkan waktu berkualitas dengan keluarga, termasuk dengan si Kecil. Mama bisa menemukan kegiatan yang bisa dilakukan semua anggota keluarga seperti bermain permainan seru di rumah atau berolahraga bersama.

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan bersama anggota keluarga adalah belorahraga, seperti bersepeda atau bisa juga olahraga ringan di dalam rumah. Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik seperti berolahraga bersama juga dapat mengajarkan anak bersosialisasi. 

Cara ini bisa memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh sekaligus membuat keluarga lebih harmonis. Selain itu, anak juga bisa menikmati interaksi sosial yang positif yang dapat mengurangi hormon stres dan membantu pikiran menjadi lebih tenang.

3. Membuat suasana yang menyenangkan

3. Membuat suasana menyenangkan
Freepik/freepik

Setiap orangtua pasti memiliki kebijakan atau peraturan yang dibuat untuk mendisiplinkan anak. Peraturan-peraturan yang diterapkan pada anak memang dapat membuat mereka menjadi lebih disiplin. Namun, jangan sampai peraturan tersebut justru membuat anak jenuh dan kehilangan suasana yang menyenangkan di rumah.

"Di satu malam, aku melihat anak-anakku sedang menari di kursi dapur. Alih-alih menegur mereka, aku justru melompat ke kursi dan menari bersama mereka," kata Kristen Glosserman. 

Cara ini bukan berarti mengajarkan anak untuk tidak disiplin, tetapi ada saat-saat tertentu yang perlu dilakukan orangtua untuk membuat suasana rumah menjadi menyenangkan. Oleh karena itu, sesekali izinkan anak untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan yang mereka sukai. Mama dapat melonggarkan peraturan tertentu di rumah dan menikmati saat-saat menyenangkan tanpa beban. Dengan begitu, anak tidak akan merasa jenuh dan menjadi lebih betah di rumah.

4. Berbagi cerita dengan keluarga

4. Berbagi cerita keluarga
Freepik/gpointstudio

"Setidaknya sekali setiap minggu, keluargaku berkumpul dan duduk membentuk lingkaran untuk saling berbagi cerita tentang diri masing-masing dan berdiskusi jika ada yang memiliki masalah untuk menemukan jalan keluar" ujar Kristen Glosserman.

Mama juga bisa menerapkan cara ini untuk membuat keluarga saling terhubung satu sama lain. Cara ini juga membantu keluarga memanfaatkan momen-momen kebersamaan, karena momen ini cenderung sulit ditemukan, terutama ketika keluarga sedang sihadapi dengan masa-masa sulit.

5. Bantu anak menanamkan pikiran positif

5. Bantu anak menanamkan pikiran positif
Freepik/senivpetro

Di masa-masa sulit, anak bisa menanamkan hal negatif di pikirannya dan dapat membuatnya jenuh, bahkan stres. Sebagai contoh, di masa pandemi saat ini, anak-anak lebih sering menghabiskan waktu belajar di rumah sehingga tidak bisa berinteraksi langsung dengan teman-temannya.

Untuk mengatasinya, Mama bisa menghiburnya dengan cara mengajak pergi berlibur atau sekadar berjalan-jalan mencari suasana baru untuk membangkitkan lagi semangat mereka. Cara ini juga bisa menjadi sarana untuk mempererat bonding antar keluarga.

Nah, itulah tips untuk membantu anak menghadapi masa-masa sulit. Sesulit apapun situasi yang sedang dihadapi, kebersamaan dan kehangatan keluarga harus tetap dibangun. Dengan begitu, Mama, Papa dan anak akan merasakan suasana hati yang lebih damai dan positif. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Membuat Merasa Disayang, Ini 5 Manfaat Meluangkan Waktu Bersama Anak

Mengisi Waktu Liburan yang Bisa Meningkatkan Bonding Mama dan Anak

7 Kegiatan Seru untuk Mengenalkan Konsep Waktu pada Anak

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk