5 Ciri Orangtua yang Salah dalam Mendidik Anak, Penting Diketahui!

Jangans ampai salah dan memengaruhi tumbuh kembang anak ya, Ma

7 Oktober 2021

5 Ciri Orangtua Salah dalam Mendidik Anak, Penting Diketahui
Freepik/master1305

Orangtua mana yang tidak menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan hebat. Setiap orangtua tentu menginingkan hal demikian.

Namun dalam perjalannya, tak selamanya pola asuh yang diterapkan orangtua dapat berjalan dengan baik untuk anak-anak mereka. Bahkan, tanpa disadari Mama dan Papa sering kali memberikan didikan yang salah pada buah hati.

Sebelum terlambat dan memengaruhi tumbuh kembang anak mama, kali ini Popmama.com telah merangkum 5 ciri orangtua yang salah dalam mendidik anak. Simak dengan baik yuk, Ma!

1. Selalu mengeluarkan kutukan

1. Selalu mengeluarkan kutukan
Freepik/Bearfotos

Saat anak melakukan kesalahan dan membuat kesal, sering kali otangtua tanpa sadar mengeluarkan kata sumpah serapah, makian, dan kutukan pada anak. Didikan seperti inilah yang sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak ke depannya.

Anak yang hidup dengan penuh kata makian atau kutukan, akan terekam jelas dalam pikirannya dan membuat anak takut dalam bertindak nantinya. Jadi, alih-alih memaki anak, sebaiknya berikan kata-kata positif yang membangun yuk!

Editors' Picks

2. Suka membandingkan anak

2. Suka membandingkan anak
Freepik/Yanalya

Salah satu hal yang sangat tidak disukai anak adalah ketika orangtuanya membandingkan kemampuan yang ia miliki, dengan kemampuan orang lain atau bahkan sauara kandungnya sendiri.

Sama seperti kita orang dewasa, anak juga memiliki perasaan, Ma. Ketika Mama atau Papa membandingkannya dengan orang lain, ini tentu menyakitkan perasaan mereka dan membuat mereka merasa tidak dihargai oleh orangtuanya sendiri.

Jadi, cobalah untuk menerima apa adanya anak mama. Alih-alih membandingkan, Mama bisa memberikan dukungan padanya untuk bisa bangkit dan berusaha lebih keras dari yang ia lakukan sekarang,

3. Menasihati anak di tempat umum

3. Menasihati anak tempat umum
Pixabay/publicdomainpictures

Memberikan nasihat atau memarahi anak sesekali itu wajar saja dilakukan, Ma. Namun, perhatikan kondisi tempat saat akan memberikan nasihat padanya ya!

Hindari memarahi mereka di tempat umum atau di hadapan orang lain. Ketika anak dimarahi di depan orang lain, ini akan membuat anak merasa malu dan dihancurkan perasaannya. Cobalah untuk memberi tahu anak dengan lebih bijak dan menggunakan bahasa yang lebih halus ya, Ma.

4. Tidak mau menerima kegagalan anak

4. Tidak mau menerima kegagalan anak
Freepik/Racool-studio

Melanjutkan poin-poin sebelumnya, orangtua sering kali merasa kesal saat anaknya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk orangtuanya. Alhasil, anak pun akan mendapat imbas berupa cacian atau dimarahi habis-habisan.

Pola asuh yang tidak mau menerima kegagalan anak seperti inilah yang sebaiknya lebih diperhatikan dan dihindari. Tak ada salahnya kok anak gagal, justru kegagalan ini yang bisa dijadikan pelajaran bagi anak untuk bangkit dan berusaha kembali.

5. Jarang berkomunikasi dengan anak

5. Jarang berkomunikasi anak
Freepik/Racool-studio

Seperti yang diketahui bersama bahwa komunikasi adalah kunci penting dalam menjalani hubungan yang baik dengan setiap orang. Begitu pula komunikasi antara orangtua dengan anak.

Minimnya komunikasi yang Mama lakukan pada anak juga menjadi salah satu pola asuh yang salah dalam mendidik mereka. Orangtua sering kali merasa anak mereka baik-baik saja. Padahal, bisa jadi mereka juga membutuhkan perhatian dari orangtuanya, baik sekadar bertukar cerita maupun bercanda.

Cara yang bisa Mama lakukan adalah, cobalah untuk menyempatkan diri mengajak anak mengobrol atau bercanda setiap harinya. Dengan membangun hubungan seperti ini, maka anak akan menjadi pribadi yang lebih terbuka dan lebih mudah mengenali perasaannya.

Itulah 5 ciri orangtua yang salah dalam mendidik anak. Jika ciri di atas mulai dirasakan Mama atau Papa, yuk coba benahi diri sebelum nantinya memengaruhi tumbuh kembang buah hati tercinta.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.