Akun Instagram @ana_lesha_ membagikan video edukasi bagian vital kepada anak berusia 19 bulan. Video ini menampilkan metode sederhana namun efektif untuk mengajarkan si Kecil melindungi diri sejak dini.
"Kalo ada yang pegang, kakak harus teriak," ujar sang ibu, mengajarkan respons cepat yang harus dilakukan si kecil saat menghadapi bahaya.
Bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun, yaitu kemaluan, bokong, dada, dan mulut. Tidak ada satu pun orang yang boleh menyentuh bagian-bagian tersebut, termasuk ayah, kakak, paman, tante, kakek, dan nenek.
Mengajarkan bagian vital anak memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman si Kecil. Berikut beberapa cara yang bisa Mama terapkan:
Ajarkan dengan instruksi yang mudah dipahami karena si Kecil belum memahami konsep yang rumit. Sebutkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh secara langsung dan gunakan nama anatomi yang benar, bukan nama panggilan yang membuat si Kecil bingung.
Ajari si Kecil respons sederhana seperti berteriak minta tolong, memanggil Mama, dan lari. Ulangi latihan ini sesekali agar si Kecil mengingat dan bisa melakukannya secara refleks saat dibutuhkan.
Seiring bertambahnya usia, si Kecil perlu memahami perbedaan antara sentuhan baik dan sentuhan buruk. Sentuhan baik misalnya pelukan dari Mama atau jabat tangan dengan teman, sementara sentuhan buruk adalah sentuhan yang membuat tidak nyaman atau di bagian vital.
Ajarkan si Kecil untuk selalu bilang ke Mama jika ada yang menyentuh bagian vital mereka, bahkan jika orang tersebut meminta untuk tidak memberitahu siapa pun. Tekankan bahwa tidak ada rahasia yang harus disimpan dari Mama dan Papa, terutama yang berhubungan dengan tubuh mereka.
Jelaskan kepada si Kecil bahwa mereka berhak menolak sentuhan apa pun yang membuat tidak nyaman, bahkan dari keluarga atau teman. Ajarkan cara menolak dengan tegas menggunakan kata-kata seperti "Jangan sentuh aku" atau "Stop, aku tidak suka". Berikan juga contoh situasi nyata dan bagaimana cara menghadapinya agar si Kecil lebih siap.
Gunakan bahasa yang sesuai usia dan tidak menakut-nakuti. Tujuannya adalah memberdayakan si Kecil, bukan membuat mereka takut berinteraksi dengan orang lain. Ciptakan suasana yang nyaman saat berdiskusi tentang tubuh agar si Kecil tidak merasa tabu atau malu untuk bertanya.