Istilah gentle parenting kerap disalahartikan sebagai pola asuh yang membebaskan anak tanpa aturan maupun batasan. Padahal, pola asuh ini tetap membutuhkan ketegasan orangtua, tetapi dengan cara penyampaian yang lebih mengedepankan komunikasi dan pemahaman.
Psikolog Saskhya Aulia Prima turut meluruskan pemahaman tersebut saat menjadi narasumber dalam sesi talkshow Family Happy Day di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (27/9/2026). Saskhya menjelaskan bahwa perbedaan gentle parenting dengan pola asuh konvensional bukan terletak pada ada atau tidaknya aturan, melainkan bagaimana orangtua menerapkan aturan tersebut kepada anak.
Menurut Saskhya, memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat bukan berarti orangtua kehilangan kendali dalam menentukan batasan. Justru, komunikasi yang terbuka dapat membantu anak memahami alasan di balik aturan yang diberikan.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan psikolog Saskhya Aulia Prima soal gentle parenting yang tetap memiliki aturan dan batasan.
