Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips agar Anak Tidak Menangis saat Ditinggal di Sekolah
Pinterest.com/5minutecraftsfamily
  • Anak yang baru masuk sekolah wajar menangis karena berada di lingkungan baru dan berpisah dari orangtua; kuncinya membangun rasa percaya secara konsisten.

  • Orangtua dapat memberi kepastian akan menjemput, menjelaskan guru akan menemani, memvalidasi kesedihan anak, serta mengajak anak menantikan cerita positif sepulang sekolah.

  • Rutinitas perpisahan seperti pelukan atau high five, afirmasi positif, serta sikap tenang dan percaya dari orangtua membantu membangun rasa aman emosional anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap Mama Papa pasti akan mengalami fenomena saat si Kecil pertama kali masuk sekolah. Sudah dipastikan si Kecil akan menangis karena takut ditinggal oleh Mama Papa. Hal tersebut wajar sekali Mama! Karena si Kecil sebenarnya tahu bahwa ia berada di lingkungan dan bertemu orang-orang baru. 

Sudah ditenangin, diberi makan, diajak jalan-jalan tapi si Kecil masih saja menangis bahkan semakin meraung. Mama Papa semakin bingung bagaimana cara menenangkan si Kecil. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan membangun rasa percaya si Kecil.

Popmama.com punya 7 tips agar anak tidak menangis saat ditinggal di sekolah loh! Perlu diingat nih Mama, anak akan mendapatkan rasa percaya apabila Mama konsisten. Yuk disimak bagaimana cara Mama membangun rasa percaya si Kecil dengan beberapa kalimat.

1. "Nanti mama jemput, ya!"

Magnific/prostooleh

Si Kecil pasti sadar bahwa dirinya akan ‘sendiri’ di sekolahnya tersebut, lalu apa yang perlu dilakukan oleh Mama? Menjanjikan si Kecil bahwa Mama akan berada di sekolahnya saat si Kecil pulang. Dengan begitu, si Kecil akan menantikan keberadaan Mama ketika ia pulang sekolah.

2. “Adik gapapa ya di sini? Nanti ibu guru yang menemani Adik”

Pinterest/envatoelements

Si Kecil yang merasa ‘sendiri’ perlu diberi tahu bahwa akan ada yang menemaninya, yaitu guru. Dengan menyebutkan salah satu nama atau orang tertentu dapat memberikan rasa aman terhadap si Kecil.

3. “Adik sedih ya berpisah sama Mama? Mama juga sedih kok!”

Magnific/pch.vector

Ketika si Kecil bersedih, validasi perasaannya tanpa perlu menyuruhnya untuk berhenti.

Mama juga perlu terbuka kepada anak agar ia mengetahui bahwa Mama juga merasa sedih karena berpisah sementara.

4. “Nanti kita cerita di rumah ya, apa saja yang Adik lakukan hari ini.”

Magnific/tirachardz

Mama perlu membantu si Kecil untuk melihat hal positif atau hal yang menyenangkan, misalnya bertemu dengan gurunya atau teman-temannya. Pancing anak mama untuk menceritakan apa saja yang ia lakukan saat di sekolah.

5. “Peluk Mama dulu yuk?” “Mana high five nya Adik?”

Magnific/prostooleh

Nah, selain konsisten dalam membangun rasa kepercayaan si Kecil, Mama juga perlu membangun rutinitas setiap kali akan berpisah, misalnya berpelukan, mencium pipi, hingga high five yang tujuannya untuk memberikan rasa aman secara emosional.

6. “I am so proud of you, Adik!”

Pinterst/everydayhealth

Afirmasi seperti “Adik keren banget! Mama Papa bangga tau” dan semacamnya perlu didengar oleh si Kecil agar ia mengetahui bahwa aktivitas yang ia lakukan membuat Mama dan Papa bangga.

7. Tetap tenang dan percaya kepada si Kecil

Magnific/Senivpetro

Untuk melakukan itu semua, diperlukannya rasa tenang dan percaya Mama Papa kepada si Kecil. Mama bisa mencoba menghubungi gurunya untuk mengetahui kondisi si Kecil tanpa khawatir berlebihan. Rasa aman yang didapatkan oleh si Kecil juga didukung dengan rasa percaya Mama dan Papa.

Nah, itu dia 7 tips agar anak tidak menangis saat ditinggal di sekolah! Mama Papa perlu mengingat bahwa anak tidak hanya membutuhkan perlakuan fisik, melainkan juga membangun keamanan emosional si Kecil.


Curated For You

Editorial Team

Related Article