Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral! Orangtua Tega Aniaya Anak di Lift Karena Rebutan Stroller
Instagram.com/ayahersu
  • Rekaman CCTV di lift hotel Alor Setar, Malaysia, memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anak setelah perselisihan soal stroller antaranak.

  • Dalam video, ibu terlihat memarahi, memukul, dan menarik anak secara kasar, sementara ayah diduga menendang stroller; keduanya berhenti saat orang lain masuk lift.

  • Warganet menelusuri identitas terduga pelaku yang disebut WNI dan mendesak penyelidikan, sementara kasus ini menyoroti risiko trauma akibat kekerasan fisik pada anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia sosial media kembali dihebohkan dengan aksi kekerasan pada anak di bawah umur.

Rekaman CCTV memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap anak kecil di dalam sebuah lift. 

Peristiwa ini dikabarkan terjadi di kawasan Alor Setar, Malaysia saat korban bersama orangtuanya. 

Video berdurasi singkat tersebut langsung menuai kecaman keras dari warganet setelah tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Sebagai orangtua, menyaksikan tayangan kekerasan terhadap anak tentu mengundang rasa iba sekaligus amarah yang mendalam. 

Terlebih lagi, tindakan tidak terpuji tersebut justru dilakukan oleh orang dewasa yang seharusnya menjadi pelindung utama bagi anak  mereka. 

Kasus ini pun dengan cepat menjadi perbincangan di kalangan masyarakat luas yang menuntut adanya keadilan bagi sang anak.

Berikut Popmama.com rangkum fakta kejadian viral orangtua tega aniaya anak di lift karena rebutan stroller.

1. Kronologi dan fakta peristiwa kekerasan di dalam lift

Instagram.com/ayahersu

Peristiwa ini bermula dari perselisihan antar-anak mengenai kepemilikan dan perebutan stroller.

Anak yang lebih kecil berbaju putih sempat terjatuh ketika strollernya dinaiki oleh anak yang lebih besar berbaju hitam.

Sesampainya di dalam lift hotel, suasana berubah menjadi tegang ketika kedua orangtua tersebut meluapkan emosi mereka.

Sang Mama terlihat memarahi, memukul, hingga menarik tubuh anak tersebut secara kasar tanpa ampun.

Tidak hanya itu, sang Papa yang berada di dekatnya juga terekam menendang stroller dengan kencang hingga membuat anak ketakutan.

Kedua pelaku mendadak berhenti dan bersikap normal ketika ada orang lain yang ikut masuk ke dalam lift.

2. Identitas pelaku dan reaksi netizen

Instagram.com/ayahersu

Netizen yang geram akan peristiwa tersebut langsung bergerak cepat.

Banyak yang melakukan penelusuran mendalam untuk membongkar identitas kedua orangtua dalam video tersebut.

Berdasarkan penelusuran netizen, kedua pelaku diduga merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berlibur ke Malaysia.

Identitas yang diduga berinisial AVSP asal Bandung dan MN asal Cirebon kini ramai dikuliti oleh warganet di media sosial.

Akun media sosial milik terduga pelaku dilaporkan mendadak hilang atau menutup kolom komentar akibat diserbu oleh kemarahan publik.

Pihak keluarga terduga pelaku dikabarkan sempat bereaksi dan mengancam akan menyeret para penyebar identitas ke jalur hukum.

Namun demikian, publik tetap mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini demi memastikan keselamatan sang anak.

3. Pentingnya kontrol emosi dalam pola asuh anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Kasus ini memberikan pelajaran berharga bagi orangtua tentang pentingnya manajemen emosi saat menghadapi anak yang sedang tantrum.

Melakukan tindakan kekerasan fisik seperti memukul atau menendang tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah perilaku pada anak.

Reaksi impulsif dari orangtua justru berisiko memberikan trauma mendalam secara psikologis bagi tumbuh kembang si Kecil di masa depan.

Ruang publik seperti lift seharusnya tetap menjadi tempat yang aman bagi anak-anak tanpa harus merasakan ketakutan dari orang terdekatnya.

Edukasi mengenai positive parenting sangat diperlukan agar para orangtua mampu mengontrol diri di situasi yang melelahkan.

Mari jadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk senantiasa mendidik anak dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan komunikasi yang sehat.

Kasus yang menimpa anak di dalam lift ini tentu menjadi tamparan keras bagi dunia pengasuhan anak. 

Emosi sesaat yang dilampiaskan secara fisik tidak hanya merusak mental anak, tetapi juga mencederai rasa perlindungan keluarga yang seharusnya hangat dan penuh cinta.

Itu dia rangkuman fakta kejadian viral orangtua tega aniaya anak di lift karena rebutan stroller.

Semoga pihak berwenang dan lembaga perlindungan anak dapat segera mengambil langkah tegas untuk memastikan kondisi psikologis serta keselamatan korban terjaga dengan baik.

Mari kita jadikan kejadian ini sebagai refleksi bersama untuk selalu menjadi orangtua yang bijak dan sabar dalam membersamai tumbuh kembang anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article