Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Membedakan Kebutuhan Gaya Bertahan Lama vs Impulsivitas Tren
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Belanja impulsif sering dipicu stres, kepuasan instan, atau FOMO, sedangkan kebutuhan jangka panjang lahir dari pertimbangan tenang tentang fungsi dan manfaatnya.
  • Memberi jeda minimal 24 jam sebelum membeli membantu meredakan pengaruh iklan dan tren; kebutuhan nyata tetap relevan setelah dipertimbangkan beberapa hari.
  • Pembelian bijak perlu menilai kualitas, daya pakai, fungsi, serta kemampuan finansial, sambil mencatat pengeluaran dan memastikan barang bukan sekadar terlihat menarik atau murah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama pasti pernah tiba-tiba membeli barang yang ada di media sosial, namun beberapa minggu kemudian justru dibiarkan menumpuk.

Kejadian asal beli, ternyata sering terjadi tanpa disadari dalam kehidupan karena kesulitan membedakan belanjaan yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sekadar impulsivitas tren.

Ketika terbiasa belanja secara impulsif, emosi sesaat sering menguasai logika sehingga barang-barang yang dibeli kurang memiliki nilai guna jangka panjang. Sebaliknya, dengan menerapkan mindful buying Mama memahami alasan di balik setiap pengeluaran.

Untuk memahami perbedaan antara gaya yang tahan lama dan impulsivitas tren, berikut Popmama.com telah rangkum selengkapnya agar pembelian lebih bijak. 

1. Kenali alasan membeli barang

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Cara membedakan paling mudah ialah dengan mengenali kondisi emosi sebelum membayar, pembelian impulsif umumnya didorong oleh emosi mendadak seperti stres, kepuasan instan, atau agar tidak tertinggal tren yang sedang populer (FOMO). 

Sedangkan, gaya yang bertahan lama akan memiliki pertimbangan yang tenang dan rasional tanpa dipengaruhi oleh emosi sesaat. Mama bisa menyadari manfaat barang tersebut untuk apa dalam jangka panjang, bukan sekadar pelampiasan rasa bosan. 

Maka, cobalah untuk selalu kenali emosi sebelum melakukan pembayaran dan jika Mama merasa ingin membeli sesuatu karena suasana hati tidak stabil, sebaiknya tunda dulu keinginannya sampai pikiran benar-benar jernih.

2. Terapkan jeda waktu saat berbelanja

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Lakukan pemberian jeda waktu sebelum membeli barang, saat Mama tergiur barang tren cobalah beri jeda waktu setidaknya 24 jam sebelum membelinya. Jeda waktu ini berfungsi untuk menetralisir pikiran dari iklan yang dilihat.

Dalam rentang waktu tunggu tersebut, dorongan impulsif biasanya akan memudar perlahan seiring berjalannya waktu. Jika setelah beberapa hari Mama tidak lagi memikirkan barang tersebut, itu tandanya produk tersebut hanyalah impulsivitas semata.

Namun jika barang tersebut merupakan kebutuhan gaya bertahan lama, Mama akan tetap konsisten memikirkannya dengan pertimbangan fungsi yang jelas. 

3. Pastikan ketahanan barang

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Membedakan produk juga bisa dilakukan dengan melihat kualitas bahan dari pakaian yang ingin dibeli, produk yang bertahan lama umumnya diproduksi dengan berkualitas tinggi, desain timeless, serta fungsinya. 

Berbeda dengan produk yang sekadar mengikuti tren harian yang cepat sekali memudar karena dibuat secara massal dengan kualitas sekedarnya. Sehingga, barang tersebut cepat rusak hanya dalam hitungan bulan ketika trennya sudah berganti.

Penting bagi Mama untuk selalu memeriksa detail ketahanan bahan dan daya pakai jangka panjang sebelum membeli, jangan mudah tergiur oleh tampilan luar yang menggemaskan jika kualitas barangnya tidak terjamin.

4. Sesuaikan belanja dengan kondisi finansial

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Kebutuhan pakaian yang bertahan lama selalu disesuaikan secara realistis dengan kondisi finansial yang sedang berjalan, menerapkan mindful buying berarti Mama selalu memperhitungkan prioritas kebutuhan pokok sebelum menyisihkan dana untuk barang gaya hidup. 

Sebaliknya, impulsivitas tren sering membuat orang mengabaikan batas kemampuan finansial dan memaksakan diri demi gaya. Dorongan untuk membeli barang dipicu oleh perilaku konsumtif, dengan penggunaan kartu kredit atau utang berlebihan. 

Untuk menghindarinya, Mama perlu disiplin mencatat setiap pengeluaran dan menetapkan batas anggaran belanja pribadi yang ketat. 

5. Tanyakan kembali terkait alasan membeli barang

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Untuk melatih mindful shopping ialah dengan mengajukan pertanyaan pada diri Mama. Sebelum membayar, tanyakan alasan membeli barang ini sesuai fungsi dan penggunaan ke depannya.

Barang kebutuhan yang bertahan lama akan memiliki jawaban yang jelas mengenai fungsi, pemakaian, dan nilai manfaatnya. 

Jika Mama kesulitan menjawab fungsinya dan hanya tergiur karena barangnya bagus atau murah, maka itu merupakan indikator impulsivitas tren.

Nah, sekarang Mama jadi tahu kan cara membedakan kebutuhan gaya bertahan lama dengan impulsivitas tren sesaat, jadi jangan sampai salah beli lagi ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article