fashionhistory.fitnyc.edu
Jumbai telah menjadi bagian dari dunia fashion selama berabad-abad. Untuk memahami asal-usulnya, kita perlu mengenal istilah passementerie, yaitu hiasan dekoratif yang dibuat dari berbagai bahan, seperti benang emas, perak, sutra, dan katun.
Menurut The Dictionary of Fashion History (2010), ornamen ini populer pada abad ke-16 dan ke-17, dan merujuk pada hiasan dekoratif yang terbuat dari benang emas dan perak, sutra, atau katun. Saat itu, berbagai detail dekoratif tersebut digunakan untuk mempercantik beragam aksesori dan pakaian, mulai dari tas hingga kerah. Memasuki abad ke-19, passementerie berkembang dengan desain yang lebih berwarna dan dihiasi manik-manik, benang sutra, serta benang metalik.
Rumbai, manik-manik, dan jumbai kembali populer pada era 1920-an, seiring dengan berkembangnya gaya Art Deco dan fashion flapper. Detail dekoratif ini memberikan sentuhan dinamis pada siluet pakaian yang longgar dan lurus, terutama gaun malam yang dirancang untuk dikenakan saat berdansa.
Jumbai juga menghiasi tas malam berukuran kecil sebagai aksen yang mempercantik tampilannya. Selain itu, kalung sautoir, yaitu kalung panjang yang biasanya dilengkapi rumbai atau liontin, menjadi salah satu aksesori populer pada masa tersebut. Rumah mode mewah seperti Cartier dan Chanel turut mengadopsi desain ini, yang terlihat serasi dengan gaun flapper yang glamor.
Memasuki era 1930-an, ketika pesona Hollywood mulai memengaruhi dunia fashion, rumbai tetap menjadi detail dekoratif yang digemari. Aksen ini menghiasi gaun malam dan berbagai aksesori, melengkapi gaun berpotongan bias yang menjuntai serta detail mewah yang populer pada masa itu.
Popularitasnya juga merambah ke dunia alas kaki. Pada 1950, produsen sepatu asal Amerika Serikat, Alden, memperkenalkan sepatu loafer berjumbai, model sepatu dengan aksen rumbai yang masih populer hingga saat ini.
Pada era 1960-an dan 1970-an, jumbai semakin identik dengan gaya bohemian. Tren ini mengedepankan detail buatan tangan serta gaya berpakaian yang santai dan bebas, sehingga jumbai menjadi elemen yang cocok untuk melengkapinya. Aksen tersebut hadir pada berbagai item fashion, mulai dari tas suede dan ikat pinggang hingga perhiasan berhias manik-manik. Jumbai juga kerap dipadukan dengan rumbai dan bordir untuk memberikan kesan yang lebih artistik.