- Jaga ikan tetap dingin
Menurut Live Science, waktu dan suhu adalah dua faktor utama yang memengaruhi bau amis. Kamu bisa meniru penjual ikan dengan menaruh ikan di atas es dalam mangkuk, lalu memasukkannya ke kulkas. - Bersihkan isi perut secepatnya
Melansir Saving Seafood, isi perut ikan mengandung zat yang mempercepat penguraian sehingga bau amis lebih cepat muncul. Jadi, buang jeroan segera setelah ikan dibeli. - Cuci dengan air bersih
Mengutip laman DKP Jawa Timur, mencuci ikan dengan air bersih untuk mengurangi bau amis merupakan cara yang sederhana sebelum ikan diolah. - Olah dengan rempah
Melansir laman DKP Jawa Timur, masak ikan dengan rempah untuk menutupi bau amis. Pilih rempah favorit keluarga, lalu biarkan aromanya menyatu. - Habiskan olahan ikan dalam waktu singkat
Sisa ikan matang bisa kembali berbau karena oksidasi berjalan lebih cepat saat dimasak. Rasanya pun biasanya berubah setelah satu atau dua hari di kulkas, meski belum tentu ikannya rusak.
Kenapa Ikan Baunya Amis? Ini Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Bau amis tajam muncul setelah ikan mati akibat aktivitas mikroba dan enzim, oksidasi lemak, serta pelepasan senyawa amina.
TMAO pada ikan terurai menjadi TMA oleh bakteri, sementara kadaverin dan oksidasi omega-3 turut memperkuat aroma amis.
Bau amis dapat dikurangi dengan menjaga ikan tetap dingin, segera membuang jeroan, mencuci bersih, memakai rempah, dan menghabiskan ikan matang lebih cepat.
Pernahkah ketika selesai menggoreng ikan untuk keluarga, dapur masih beraroma amis dan tangan pun tak kunjung wangi walau sudah dicuci berkali-kali?
Ternyata, bau amis yang menyengat itu punya penjelasan ilmiah. Mengutip Live Science, ikan segar sebenarnya hanya beraroma ringan seperti aroma laut, sedangkan bau tajam muncul seiring waktu saat ikannya mati.
Penasaran kenapa ikan bisa jadi bau amis? Berikut Popmama.com mengulas kenapa ikan baunya amis? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Kenapa Ikan Berbau Amis?

Pexels/Nothing Ahead Jawabannya, ialah bau amis yang tajam umumnya muncul setelah ikan mati. Menurut laman DKP Jawa Timur, ikan segar justru memiliki aroma alami yang ringan dan tidak terlalu menyengat.
Nah, bau itu muncul karena aktivitas mikroba dan enzim, oksidasi lemak, serta kondisi lingkungan yang mulai berperan setelah ikan mati.
Menurut Saving Seafood, saat ikan membusuk, senyawa amina yang mengandung nitrogen ikut terlepas. Semakin lama ikan dibiarkan, semakin kuat pula baunya.
Dari Mana Sebenarnya Bau Amis pada Ikan Berasal?

Pexels/Kindel Media Penyebabnya bernama trimethylamine N-oxide atau TMAO. Menurut Magnolia Tribune, saat ikan masih hidup, senyawa ini berfungsi menstabilkan protein dan menjaga struktur sel.
Setelah ikan mati, TMAO bisa terurai menjadi trimethylamine atau TMA yang baunya jauh lebih kuat. Menurut Live Science, bakteri yang tumbuh secara alami di ikan memakan TMAO lalu mengubahnya menjadi TMA, molekul penyebab bau amis yang mirip amonia.
Ikan air dingin seperti kod dan haddock bisa lebih cepat berbau karena TMA. Selain itu, bakteri mengubah asam amino lisin menjadi kadaverin, dan lemak omega-3 yang teroksidasi pecah menjadi molekul kecil yang mudah tercium.
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan?

Pexels/Kindel Media Kabar baiknya, bau amis bisa diredam. Berikut lima cara yang bisa kamu coba:
Apakah Bau Amis Menandakan Ikan Sudah Tidak Segar?

Pexels/Kindel Media Tidak selalu, tetapi bau yang tajam patut diwaspadai. Menurut Live Science, ikan segar seharusnya beraroma ringan seperti rumput laut, dan bau amis yang kuat adalah tanda awal pembusukan.
Mengutip laman DKP Jawa Timur, bau amis memang bisa ditutupi, tetapi kamu tetap perlu memilih ikan yang segar sejak awal.
Ciri ikan segar antara lain matanya utuh, bening, dan cembung, daging padat dan kenyal, insang merah segar, lendir masih bening, serta sisik menempel kuat.
Meski begitu, bau tidak selalu menjadi penanda keamanan, terutama pada produk olahan seperti ikan fermentasi yang aromanya justru dianggap lezat di budaya lain.
Mengapa Ikan Laut dan Ikan Air Tawar Sama-Sama Bisa Berbau Amis?

Pexels/Kindel Media Sama-sama bisa, hanya karakternya berbeda. Menurut Magnolia Tribune, ikan air asin dan air tawar bisa berbau berbeda karena minyak dan senyawa dari lingkungan mereka tidak sama.
Makanan ikan turut memengaruhi baunya, bahkan saat ikan masih hidup. Melansir laman DKP Jawa Timur, ikan air tawar cenderung tidak terlalu amis karena kadar garam di lingkungannya tidak setinggi di laut.
Jadi, cenderung kurang amis bukan berarti bebas bau, ya. Apa pun jenisnya, bau amis yang khas tetap muncul setelah ikan mati, sehingga menjaga kesegaran itu penting.
Bau amis bukan sekadar bau tak sedap, melainkan hasil kerja bakteri, enzim, dan oksidasi lemak setelah ikan mati. Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa ikan baunya amis? Semoga informatif dan bermanfaat!






















