- Kebutuhan (50%)
Alokasikan 50% penghasilan untuk kebutuhan utama keluarga, seperti biaya rumah, tagihan listrik dan air, belanja bulanan, transportasi, hingga kebutuhan anak. Pastikan pos ini mencakup pengeluaran wajib yang harus dipenuhi setiap bulan. - Keinginan (30%)
Sisihkan 30% penghasilan untuk hal-hal yang sifatnya hiburan atau tambahan, seperti makan di luar, family time, liburan, hingga belanja barang yang diinginkan. Jadi, kamu bisa tetap bersenang-senang tanpa mengganggu anggaran kebutuhan pokok. - Tabungan (20%)
Gunakan 20% penghasilan untuk membuat dana darurat, tabungan pendidikan anak, atau menyisihkan uang untuk dana pensiun.
7 Pos Keuangan Keluarga yang Harus Disiapkan agar Finansial Lebih Sehat

Keuangan keluarga perlu dibagi ke tujuh pos: biaya hidup, pendidikan anak, kesehatan dan asuransi, dana darurat, cicilan, rekreasi, serta investasi.
Dana darurat disiapkan untuk pengeluaran tak terencana dan sebaiknya disimpan terpisah, sementara cicilan perlu dicatat beserta jatuh tempo dan bunganya.
Metode 50/30/20 membagi penghasilan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan; persentasenya dapat disesuaikan dengan biaya hidup serta cicilan keluarga.
Mengatur keuangan keluarga bukan sekadar memastikan gaji cukup sampai akhir bulan. Sebab, ada banyak kebutuhan yang perlu diperhatikan, mulai dari biaya makan sehari-hari, pendidikan anak, tagihan rumah, hingga tabungan untuk masa depan. Jika tidak direncanakan dengan baik, uangmu bisa ludes begitu saja, lho.
Solusinya, kamu bisa membagi penghasilan ke dalam beberapa pos keuangan keluarga agar pengeluaran tetap terkontrol. Lantas, apa saja pos keuangan keluarga yang sebaiknya dipersiapkan? Yuk, simak daftarnya!
Table of Content
1. Pos biaya hidup

pexels.com/Sirli Jung Pos keuangan keluarga yang pertama adalah biaya hidup berkaitan dengan kebutuhan pokok. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi setiap bulannya. Misalnya belanja bahan-bahan dapur, kebutuhan mandi, atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Jangan lupa masukkan tagihan listrik, air, internet, dan iuran lingkungan jika ada.
Selain itu, kamu juga bisa memasukkan biaya transportasi ke dalam kategori ini. Catat pengeluaran rutin setiap bulan agar kamu mengetahui berapa jumlah uang yang harus disiapkan sebelum mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan lainnya.
2. Pos pendidikan dan kebutuhan anak
Buat kamu yang sudah menjadi orang tua, pasti relate jika pengeluaran keluarga meningkat semenjak punya anak. Mulai dari kebutuhan pribadi anak seperti susu, popok, mainan, biaya daycare, sampai kebutuhan sekolah semuanya masuk hitungan.
Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan pos pos keuangan keluarga khusus untuk keperluan anak-anak sejak awal. Jangan lupa juga siapkan tabungan pendidikan sedini mungkin, mengingat biaya sekolah cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
3. Pos kesehatan dan asuransi

pexels.com/Gustavo Fring Kesehatan juga perlu mendapat tempat dalam perencanaan keuangan keluarga, ya. Pos ini bisa meliputi pembelian obat resep maupun bebas, vitamin yang dibutuhkan, perawatan gigi, perawatan spesialis, hingga pembayaran premi asuransi.
Meskipun seluruh anggota keluarga saat ini sehat, bukan berarti pengeluaran medis tidak perlu diperhitungkan. Pasalnya, kebutuhan perawatan tersebut terkadang tidak terduga (bisa muncul kapan saja).
4. Pos dana darurat
Jangan sampai seluruh penghasilanmu habis untuk kebutuhan saat ini saja, ya. Kamu juga perlu menyisihkan sebagian uang untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
Menurut Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), dana darurat merupakan simpanan khusus untuk pengeluaran yang tidak direncanakan, seperti kerusakan kendaraan, kerusakan elektronik, tagihan medis, perbaikan rumah, atau kehilangan penghasilan.
Coba mulai menabung sesuai kemampuanmu, tidak harus langsung dalam nominal besar. Selain itu, jangan lupa buat rekening atau tempat penyimpanan terpisah agar dana tersebut tidak tercampur dengan uang belanja lainnya. Sebab, dana darurat digunakan untuk kebutuhan mendesak, bukan membiayai keinginan sesaat.
5. Pos cicilan dan kewajiban finansial seperti utang

pexels.com/Max Vakhtbovych Jika kamu memiliki cicilan rumah, kendaraan, paylater, atau tagihan kartu kredit, masukkan semuanya ke dalam pos cicilan dan kewajiban finansial. Catat jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan bunganya.
Cara ini tentunya akan membantu kamu terhindar dari keterlambatan pembayaran yang bisa menambah beban keuangan.
Apabila pengeluaran untuk membayar utang mulai mengganggu kebutuhan pokok atau membuat kamu kesulitan menabung, coba evaluasi kembali kondisi keuangan dan prioritaskan kewajiban yang paling mendesak.
6. Pos rekreasi
Pos keuangan keluarga juga bisa dialokasikan untuk rekreasi, mulai dari makan bersama di luar, nonton film di bioskop, staycation, hingga liburan ke luar kota. Meskipun bukan kebutuhan pokok, family time tetap dibutuhkan untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus recharge energi agar bisa menikmati work life balance.
Kamu dapat menggunakan 10% penghasilan untuk hiburan. Pastikan jumlahnya bisa disesuaikan dengan penghasilan setelah kebutuhan pokok dan kewajiban finansial terpenuhi.
7. Pos investasi

pexels.com/Leeloo The First Terakhir, yang tidak kalah penting ialah menyiapkan passive income, salah satunya dengan melakukan investasi. Pastikan sebagian kecil penghasilanmu bisa disisihkan untuk investasi.
Adapun tujuan investasinya bisa bermacam-macam, mulai dari tambahan dana pendidikan, membeli kendaraan baru, membeli properti, atau lainnya.
Cara mengatur pos keuangan keluarga
Setelah mengetahui apa saja pos keuangan keluarga, kamu juga perlu tahu bagaimana cara mengaturnya. Kamu bisa menggunakan metode anggaran 50/30/20, di mana pendapatan dibagi dalam tiga kategori, yakni kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Berikut cara menerapkannya untuk keuangan keluarga:
Pembagian di atas bukan aturan mutlak, ya. Jika biaya hidup atau cicilan keluarga cukup besar, kamu boleh menyesuaikan persentasenya dengan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Itu dia beberapa pos keuangan keluarga yang perlu kamu susun sejak awal agar kondisi keuanganmu lebih stabil. Semoga bermanfaat, ya!
Referensi:
- Creating a Family Budget: What You Need to Know. City National Bank (CNB). Diakses pada Oktober 2026.
- 10 Types of Budget & Personal Expense Categories. Intuit. Diakses pada Oktober 2026.
- 23 Budget Categories You Need in Your Budget. Monarch. Diakses pada Oktober 2026.






















