Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Ciri Rambut Rontok karena Stres, Sering Tidak Disadari

7 Ciri Rambut Rontok karena Stres, Sering Tidak Disadari
Pexels/Kaboompics
Intinya Sih
  • Stres berkepanjangan dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, membuat folikel lebih cepat masuk fase istirahat dan menyebabkan kerontokan lebih banyak dari biasanya.
  • Kerontokan akibat stres muncul bertahap, sering kali terlihat dari rambut menipis merata, kulit kepala makin tampak jelas, serta tekstur rambut menjadi kusam dan mudah patah.
  • Rambut rontok karena stres bersifat sementara; saat kondisi emosional membaik dan tubuh pulih, pertumbuhan rambut akan kembali normal secara perlahan dengan perawatan dan gaya hidup sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rambut rontok memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, jika jumlah rambut yang rontok terasa lebih banyak dari biasanya, jangan langsung menganggapnya sebagai masalah perawatan rambut semata. 

Tanpa disadari, stres yang berkepanjangan juga dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan siklus pertumbuhan rambut. Saat tubuh mengalami stres fisik maupun emosional, folikel rambut dapat memasuki fase istirahat lebih cepat yang rambut lebih mudah rontok. 

Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul secara bertahap dan menyerupai kerontokan biasa. Agar dapat mengenalinya sejak dini, berikut Popmama.com siap membahas ciri-ciri rambut rontok karena stres.

1. Rambut rontok lebih banyak dari biasanya saat keramas atau menyisir

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Salah satu tanda paling umum rambut rontok akibat stres adalah jumlah rambut yang rontok meningkat secara signifikan. Jika biasanya hanya beberapa helai yang tertinggal di sisir atau lantai kamar mandi, saat mengalami stres kamu mungkin akan melihat rambut yang rontok jauh lebih banyak.

Kondisi ini terjadi karena stres dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, lebih banyak folikel rambut memasuki fase istirahat (telogen) secara bersamaan, sehingga rambut lebih mudah lepas saat keramas, menyisir, atau bahkan ketika menyentuh rambut.

2. Rambut menipis secara merata, bukan di satu area saja

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Freepik/freepik

Berbeda dengan kerontokan akibat faktor genetik yang biasanya dimulai dari bagian tertentu, rambut rontok karena stres cenderung menyebabkan rambut menipis secara merata di seluruh kepala. 

Penipisan ini sering kali berlangsung perlahan, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah beberapa minggu atau bulan.

Karena terjadi secara bertahap, volume rambut akan terasa berkurang saat diikat atau ditata. Rambut juga tampak lebih tipis meski tidak terlihat adanya area botak yang jelas pada kulit kepala.

3. Kerontokan muncul beberapa bulan setelah mengalami stres berat

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Banyak orang tidak menyadari bahwa rambut rontok akibat stres biasanya tidak terjadi secara langsung. Pada kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium, kerontokan baru muncul sekitar dua hingga tiga bulan setelah seseorang mengalami tekanan emosional atau fisik yang cukup berat.

Misalnya setelah menghadapi beban pekerjaan yang tinggi, kehilangan orang terdekat, menjalani operasi, atau mengalami sakit berkepanjangan. Karena adanya jeda waktu tersebut, penyebab kerontokan sering kali sulit dikaitkan dengan stres yang dialami sebelumnya.

4. Rambut terasa lebih tipis saat dikuncir

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Pexels/Edgar Martínez

Jika kamu memiliki rambut panjang, salah satu tanda yang cukup mudah dikenali adalah ikatan rambut terasa lebih longgar dari biasanya. Hal ini terjadi karena jumlah helaian rambut mulai berkurang sehingga volume rambut ikut menurun.

Selain itu, rambut mungkin terlihat kurang bervolume saat dibiarkan tergerai. Meskipun tidak ada bagian kulit kepala yang botak, perubahan ketebalan rambut ini dapat menjadi sinyal bahwa kerontokan sedang terjadi.

5. Kulit kepala terlihat lebih jelas

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Pexels/Kaboompics

Seiring bertambahnya jumlah rambut yang rontok, kulit kepala akan mulai terlihat lebih jelas, terutama di bagian belahan rambut. 

Banyak orang menganggap perubahan ini sebagai hal yang normal, padahal bisa menjadi salah satu tanda rambut mengalami penipisan akibat stres.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan, rasa percaya diri pun bisa ikut terpengaruh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan kecil pada tampilan rambut agar penyebabnya dapat segera diketahui.

6. Rambut tampak kusam dan mudah patah

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Freepik/stockking

Stres tidak hanya memengaruhi jumlah rambut yang rontok, tetapi juga kualitas rambut secara keseluruhan. Saat tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan, asupan nutrisi ke folikel rambut dapat terganggu sehingga rambut menjadi lebih kering, kusam, dan rapuh.

Akibatnya, rambut tidak hanya mudah rontok dari akarnya, tetapi juga lebih mudah patah saat disisir atau ditata. Perawatan rambut yang tepat dan pemenuhan nutrisi menjadi penting untuk membantu menjaga kesehatan rambut selama masa pemulihan.

7. Kerontokan berkurang ketika tingkat stres mulai membaik

Ciri Rambut Rontok karena Stres
Pexels/Element5 Digital

Kabar baiknya, rambut rontok akibat stres umumnya bersifat sementara. Setelah penyebab stres berhasil diatasi dan kondisi tubuh kembali stabil, siklus pertumbuhan rambut biasanya akan kembali normal secara bertahap.

Meski demikian, proses pemulihan rambut membutuhkan waktu. Rambut baru umumnya mulai tumbuh dalam beberapa bulan sehingga diperlukan kesabaran serta konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan merawat rambut agar pertumbuhannya kembali optimal.

Itu dia ciri-ciri rambut rontok karena stres. Apakah kamu termasuk yang mengalaminya? 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More