- Bayi dan anak-anak.
- Lansia.
- Orang yang memiliki asma.
- Orang dengan penyakit paru-paru kronis.
- Orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan pernapasan.
Apa Itu Abu Vulkanik? Kenali Bahayanya untuk Kesehatan

- Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke Banten, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, dan sebagian Jawa Barat, berpotensi mengganggu kualitas udara.
- Material ini berupa pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang kasar serta dapat mengandung silika; paparan tinggi dan berkepanjangan meningkatkan risiko silikosis.
- Paparan abu dapat mengiritasi pernapasan, memperparah asma, dan memicu gejala bronkitis; warga dianjurkan membatasi aktivitas luar ruangan serta memakai respirator N95.
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke lima provinsi di Indonesia, yaitu Banten, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, dan sebagian wilayah Jawa Barat.
Partikel abu vulkanik yang sangat halus dapat dengan mudah terbawa angin hingga berujung mengganggu kualitas udara di wilayah terdampak. Lantas, sebenarnya apa itu abu vulkanik?
Apakah materialnya berbahaya bagi kesehatan manusia? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.
Table of Content
Apa Itu Abu Vulkanik?

Pexels/Diego Girón Berdasarkan jurnal dari Universitas Banten Jaya berjudul ‘Pengaruh Debu Vulkanik pada Erupsi Gunung Berapi DIY terhadap Kesehatan Paru’ yang ditulis Tru Agus Yuarsa, abu vulkanik adalah material vulkanik yang terlempar ke udara akibat terjadinya letusan gunung api.
Material abu vulkanik terdiri dari batuan dengan berbagai ukuran, mulai dari berbentuk bongkahan hingga partikel kecil yang sangat hamil. Biasanya, partikel berukuran kecil dapat dengan mudah terbawa angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer, tergantung kondisi angin dan jenis erupsi.
Menurut Pan American Health Organization (PAHO), abu vulkanik merupakan batuan yang telah mengalami penghancuran menjadi partikel sangat kecil. Abu bersifat abrasif, kasar, dan dalam kondisi tertentu bisa bersifat asam.
Isi Kandungan Abu Vulkanik

Pexels/Diego Girón Abu vulkanik terdiri atas berbagai material berukuran sangat kecil, seperti pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik. Material ini memiliki karakteristik keras, bertekstur kasar, sedikit korosif, serta tidak mudah larut di dalam air.
Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah silika, termasuk jenis silika kristalin seperti kuarsa, cristobalite, dan tridimit. Jika seseorang terpapar silika dalam konsentrasi tinggi secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko silikosis.
Penyakit ini terjadi ketika debu silika terhirup dan menyebabkan peradangan hingga terbentuknya jaringan parut pada paru-paru. Selain menghasilkan abu, aktivitas erupsi gunung api juga dapat melepaskan sejumlah gas vulkanik ke udara.
Beberapa jenis gas yang dapat muncul di antaranya sulfur dioksida (SO₂), hidrogen sulfida (H₂S), nitrogen dioksida (NO₂), karbon monoksida (CO), dan amonia (NH₃).
Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Pexels/Kaboompics.com 1. Mengalami Iritasi Saluran Pernapasan
Menghirup partikel abu vulkanik dapat membuat saluran pernapasan mengalami iritasi. Terlebih ketika konsentrasi abu di udara cukup tinggi. Orang yang sebelumnya sehat sekalipun bisa mengalami batuk, rasa tidak nyaman di dada, hingga gangguan pada pernapasan.
Dalam jangka pendek, paparan abu juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti hidung dan tenggorokan yang terasa teriritasi, pilek, batuk kering, serta rasa kurang nyaman ketika bernapas.
2. Memicu atau Memperparah Gejala Asma
Bagi orang yang sudah memiliki asma atau masalah pernapasan lainnya, paparan abu vulkanik dapat membuat gejalanya menjadi lebih berat. Partikel abu yang berukuran kecil dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu batuk, mengi, hingga sesak napas.
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyebutkan bahwa penderita asma termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar abu maupun gas vulkanik.
3. Menyebabkan Gejala Bronkitis
Paparan abu vulkanik juga dapat berkaitan dengan munculnya gejala bronkitis akut. Beberapa tanda yang mungkin dirasakan antara lain batuk kering, munculnya dahak, mengi, dan sesak napas.
Tingkat keparahan gejala dapat berbeda pada setiap orang. Kondisi kesehatan seseorang serta lingkungan tempat tinggal selama terjadi erupsi juga dapat memengaruhi dampak paparan abu vulkanik.
4. Meningkatkan Risiko Silikosis
Silikosis merupakan penyakit paru-paru yang dapat terjadi akibat menghirup debu yang mengandung silika dalam jumlah tinggi dan dalam waktu lama. Paparan tersebut dapat memicu peradangan dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru.
Meski abu vulkanik dapat mengandung silika kristalin, bukan berarti setiap orang yang terpapar abu akan mengalami silikosis. Risiko penyakit ini lebih berkaitan dengan paparan silika dalam konsentrasi tinggi dan secara terus-menerus, terutama selama bertahun-tahun.
Kelompok yang Lebih Rentan terhadap Abu Vulkanik

Pexels/Kampus Production Dampak paparan abu vulkanik dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan, sehingga perlu memberikan perhatian ekstra ketika terjadi hujan abu.
Kelompok yang sebaiknya lebih berhati-hati meliputi:
Cara Melindungi Diri dari Paparan Abu Vulkanik

Pexels/Annushka Ahuja Mengurangi paparan abu vulkanik menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kesehatan. Jika harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu, penggunaan respirator N95 dapat membantu menyaring partikel kecil agar tidak mudah terhirup.
Selain menggunakan pelindung pernapasan, beberapa langkah berikut juga dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan:
- Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah selama penyebaran abu vulkanik berlangsung.
- Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat untuk mencegah abu vulkanik masuk.
- Gunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi pada mata.
- Kenakan pakaian yang dapat menutupi sebagian besar permukaan kulit ketika harus keluar rumah.
- Kurangi atau hindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
- Basahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya agar partikel tidak mudah beterbangan.
- Selalu ikuti informasi dan instruksi dari pemerintah maupun petugas di wilayah terdampak.
Abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama ketika seseorang menghirup partikel dalam jumlah banyak atau terpapar dalam waktu lama.
Oleh karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai untuk mengurangi paparan.
Itu dia penjelasan mengenai apa itu abu vulkanik beserta dampaknya bagi kesehatan. Semoga bisa menjadi ilmu baru, ya.




















